Afwan,

Dari pendapat ustadz Abdul Hakim hafizhahullah dibawah (mengenai bolehnya
orang yang junub dan wanita haid/nifas menyentuh Al-Qur'an), adalah ulama
lain yang mendukung atau yang sebelumnya juga berpendapat demikian?

(Tanpa bermaksud untuk taqlid)

Sebab sejauh yang kami dapatkan dalam kitab-kitab Fiqh karangan para ulama
besar (satu diantaranya oleh Syaikh Al Fauzan), berpendapat bahwa tidak
bolehnya menyantuh Al-Qur'an bagi orang yang dan wanita haid/nifas.

Wallahu'alam


2010/6/9 Fadhil Baadilla <[email protected]>

> From: didienna [mailto:[email protected]]
> Sent: Tuesday, 8 June 2010 4:51 PM
> Assalamu'alaikum
> ana mau tanya bagaimana hukunya wanita yang sdang haid jika membaca
> Al-Quran
> dnegan niat untuk hafalan (karena ujian hafalan ,dsb)
>
> Syukron wa jazakumullahukhoir
>
> --
> Didin
> ===========
>
> Hukum Menyentuh Atau Memegang Al-Qur'an Bagi Orang Junub, Wanita Haid Dan
> Nifas
>
> Oleh
> Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat
> http://www.almanhaj.or.id/content/2418/slash/0
>
> Tidak ada satupun dalil yang melarang menyentuh atau memegang Al-Qur’an
> bagi
> orang junub, perempuan haid dan nifas. Allahumma, kecuali mereka yang
> melarang atau mengharamkan berdalil dengan firman Allah Azza wa Jalla.
>
> “Tidak ada yang menyentuh (Al-Qur’an) kecuali mereka yang telah disucikan”
> [Al-Waqi’ah : 79]
>
> Yang hak, yang dimaksud oleh ayat di atas ialah : Tidak ada yang dapat
> menyentuh Al-Qur’an yang ada di Lauhul Mahfudz sebagaimana ditegaskan oleh
> ayat yang sebelumnya (ayat 78) kecuali para Malaikat yang telah disucikan
> oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
>
> Demikian tafsir dari Ibnu Abbas dan lain-lain sebagaimana telah diterangkan
> oleh Al-Hafidzh Ibnu Katsir di tafsirnya. Bukanlah yang dimaksud bahwa
> tidak
> boleh menyentuh atau memegang Al-Qur’an kecuali orang yang bersih dari
> hadats besar dan hadats kecil. Kalau betul demikian maksudnya tentang
> firman
> Allah di atas artinya menjadi : Tidak ada yang menyentuh Al-Qur’an kecuali
> mereka yang suci/bersih, yakni dengan bentuk faa’il (subyek/pelaku) bukan
> maf’ul (obyek). Kenyataannya Allah berfirman : Tidak ada yang menyentuhnya
> (Al-Qur’an) kecuali mereka yang telah disucikan, yakni dengan bentuk maf’ul
> (obyek) bukan sebagai faa’il (subyek).
>
> Merekapun berdalil dengan hadits.
>
> “Tidak ada yang menyentuh Al-Qur’an kecuali orang yang suci”
>
> Shahih riwayat Daruquthni dari jalan Amr bin Hazm. Dan dari jalan Hakim bin
> Hizaam diriwayatkan oleh Daruquthni, Hakim, Thabrani di kitabnya Mu’jam
> Kabir dan Mu’jam Ausath dan lain-lain. Dan dari jalan Ibnu Umar
> diriwayatkan
> oleh Daruquthni dan lain-lain. Dan dari jalan Utsman bin Abil Aash
> diriwayatkan oleh Thabrani di Mu’jam Kabir dan lain-lain. [1]
>
> Yang hak, yang dimaksud oleh hadits di atas ialah : Tidak ada yang
> menyentuh
> Al-Qur’an kecuali orang mu’min, karena orang mu’min itu suci tidak najis
> sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
>
> “Sesungguhnya orang mu’min itu tidak najis”
>
> Shahih riwayat Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Nasa’i, Ibnu Majah,
> Ahmad dan lain-lain dari jalan Abu Hurairah, ia berkata : “Rasulullah
> Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjumpaiku di salah satu jalan dari
> jalan-jalan yang ada di Madinah, sedangkan aku dalam keadaan junub, lalu
> aku
> menyingkir pergi dan segera aku mandi kemudian aku datang (menemui beliau),
> lalu beliau bersabda, “Kemana engkau tadi wahai Abu Hurairah?” Jawabku,
> “Aku
> tadi dalam keadaan junub, maka aku tidak suka duduk bersamamu dalam keadaan
> tidak bersih (suci)”. Maka beliau bersabda, “Subhanallah! Sesungguhnya
> orang
> mu’min itu tidak najis” (Dalam riwayat yang lain beliau bersabda,
> “Sesungguhnya orang muslim itu tidak najis”).
>
> Bukanlah yang dimaksud dengan orang yang suci ialah suci dari hadats besar
> dan hadats kecil, karena lafadz thaahir dalam hadits di atas ialah satu
> lafadz yang mempunyai beberapa arti (musytarak) yaitu : Suci dari hadats
> besar, suci dari hadats kecil dan suci dalam arti orang mui’min. untuk
> menentukan salah satu dari tiga macam arti thaahir diatas harus ada qarinah
> (tanda dan alamat) yang membawa dan menentukan salah satunya. Apakah arti
> thaahir di atas maksudnya bersih dan hadats besar atau bersih dari hadats
> kecil atau mu’min?.
>
> Untuk yang pertama dan kedua yaitu bersih dari hadats besar dan hadats
> kecil
> tidak ada satupun qarinah yang menetapkannya. [2]. Sedangkan untuk yang
> ketiga yaitu orang mu’min telah datang qarinah dari hadits shahih di atas
> yaitu sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya orang mu’min
> itu tidak najis”, Yakni orang mu’min itu suci, karena najis lawan dari
> suci,
> ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menafikan (meniadakan) kenajisan
> bagi orang-orang yang beriman (mu’minun), maka mafhumnya bahwa orang-orang
> yang beriman itu suci. Istimewa apabila kita melihat kepada sebab-sebab
> Nabi
> Shallallahu ‘alaihi wa sallam (sabaabul wurudil hadits) bahwa orang mu’min
> itu tidak najis, yaitu kejadian pada diri Abu Hurairah yang sedang janabah
> dan tidak mau duduk bersama Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan
> anggapan bahwa dia sedang tidak suci!? Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
> menyalahkan anggapan tersebut dengan sabdanya : Subhaanallah, sesungguhnya
> orang mu’min itu tidak najis.
>
> [Disalin dari buku Tiga Hukum Bagi Perempuan Haid Dan Junub
> (Menyentuh/Memegang Al-Qur; Membacanya Dan Tinggal Atau Diam Di Masjid,
> Penulis Abdul Hakim bin Amir Abdat, Penerbit Darul Qolam]
> _________
> Footnotes
> [1]. Irwaa-ul Ghalil no. 122 oleh Syaikhul Imam Al-Albani. Beliau telah
> mentakhrij hadits di atas dan menyatakannya shahih
> [2]. Karena tidak datang satupun dalil yang melarang menyentuh atau
> memegang
> Al-Qur’an bagi orang yang junub, perempuan haid dan nifas
>
>
-- 
Victor Johnson
Instrument Engineer
Still Freelence
HP: +62 816 489 5990


------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Berhenti berlangganan: [email protected]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke