2010/11/4 azi aji <[email protected]>
> assalamu'alaikum
> Saudara sepupu ana beberapa pekan lagi (insya allah setelah Id 
> Adha) akan melahirkan. Karena simpanan yg ada hanya untuk membeli 
> satu (maksimal 2) kambing, dia menanyakan, apakah boleh 
> mendahulukan aqiqah dibanding kurban?
> Hal ini cukup membingungkan karena hukum keduanya adalah sunnah 
> muakkadah.
> terimakasih sebelumnya
> wassalamu'alaikum
> azhar.kuntoaji
>>>>>>>>>>>

Waalaikumussalam warahmatullah,

Kalau aqiqah, terbatas waktunya, yakni hari ketujuh (atau ke 14 atau ke 21), 
sementara untuk qurban, insya Allah jika diberikan keluangan rejeki, bisa 
dilakukan di tahun-tahun depannya lagi.

Jadi, yang didahulukan adalah aqiqah.

Wallahu a'lam
Syamsul

http://www.almanhaj.or.id/content/857/slash/0
Aqiqah disyariatkan dalam Islam, sebagaimana Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa 
sallam mengaqiqahi Al Hasan dan Al Hushain. Namun para ulama berselisih tentang 
hukumnya. Sebagian ada yang mewajibkan dan mayoritas mereka mensunnahkannya.

Imam Ahmad berkata: Al aqiqah merupakan Sunnah dari Rasulullah Shallallahu 
'alaihi wa sallam. Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam telah melakukan aqiqah 
untuk Al Hasan dan Al Hushain. Para sahabat Beliau juga melakukannya. Dan dari 
Samurah, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Semua anak yang lahir tergadaikan dengan aqiqahnya" [HR Abu Dawud, At Tirmidzi 
dan An Nasa-i].

Sehingga tidak patut, jika seorang bapak tidak melakukan aqiqah untuk anaknya. 
[1]

Aqiqah disyariatkan pada orang tua sebagai wujud syukur kepada Allah dan 
mendekatkan diri kepadaNya, serta berharap keselamatan dan barakah pada anak 
yang lahir tersebut [2]. Waktu pelaksanaanya, disunnahkan pada hari ketujuh. 
Jika tidak dapat, maka pada hari keempat belas. Bila tidak, maka pada hari 
kedua puluh satu. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah 
bersabda :

"Semua anak yang lahir tergadaikan dengan aqiqahnya, yang disembelih pada hari 
ketujuh". [HR Ibnu Majah, Abu Dawud dan At Tirmidzi, dan dishahihkan Al Albani 
dalam Shahih Al Jami’ Ash Shaghir, 2563].[3]

"Aqiqah disembelih pada hari ketujuh atau empat belas atau dua puluh satu". [HR 
Al Baihaqi, dan dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’ Ash Shaghir, 4132].

JIKA AQIQAH BERTETAPAN DENGAN IDUL QURBAN, MAKA TIDAK SAH KALAU MENGERJAKAN 
SALAH SATUNYA [SATU AMALAN DUA NIAT]
http://www.almanhaj.or.id/content/856/slash/0

Penulis berkata : “Dalam masalah ini pendapat yang benar adalah tidak sah 
menggabungkan niat aqiqah dengan kurban, kedua-duanya harus dikerjakan. Sebab 
aqiqah dan adhiyah (kurban) adalah bentuk ibadah yang tidak sama jika ditinjau 
dari segi bentuknya dan tidak ada dalil yang menjelaskan sahnya mengerjakan 
salah satunya dengan niat dua amalan sekaligus. Sedangkan sebaik-baik petunjuk 
adalah petunjuk Rasulullah dan Alloh Ta'ala tidak pernah lupa.”


------------------------------------

Website anda http://www.almanhaj.or.id
Berhenti berlangganan: [email protected]
Ketentuan posting : http://milis.assunnah.or.id/aturanmilis/
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/assunnah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke