From: [email protected]
Date: Wed, 24 Aug 2011 13:33:28 -0700



Bismillah
Assalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Para ikhwah dan tholabatul 'ilm serta para asatidz yang ada di forum ini, ana 
mau bertanya: saat ini ana sedang cuti karena isteri ana sedang melahirkan dan 
insyaAllah kami akan mengaqiqahi anak kami, akan tetapi cuti ana sudah habis 
dan harus kembali bekerja (bekerja di lain daerah) apakah kami boleh 
mengaqiqahi anak kami dgn catatan ana(ayahnya) tdk berada di tempat? Apakah 
mencukur rambutnya boleh diwakilkan pada orang laen???
Mohon pencerahannya, jazaakumullah khairon katsiro
'adi
>>>>>>>>>>>>
 
Dibolehkan orang lain mengurusi aqiqah.
 
BOLEHNYA ORANG LAIN MENGURUSI SEMBELIHAN NASIKAH (AQIQAH)
http://almanhaj.or.id/content/695/slash/0
 
Diperbolehkan selain wali anak, untuk mengurusi sembelihan nasikah dan tidak 
ada larangan dalam hal itu. Dalilnya adalah ucapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa 
sallam dari hadits Samurah Radhiyallahu ‘anhu.

كُلُّ غُلاَمٍ مُرْاَهِنُ بِعَقِيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ السَّابِعِ

“Artinya : Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari 
ketujuh kelahirannya…”

Berkata Al-Allamah Asy-Syaukani dalam Nailul Authar (5/133) : “Ucapan Nabi 
Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “disembelih untuknya” ada dalil di dalamnya 
bahwa boleh bagi orang lain untuk mengurusi penyembelihan nasikah tersebut, 
sebagaimana bolehnya kerabat mengurusi kerabatnya dan seseorang mengurusi 
dirinya”

Kami katakan :
Perbuatan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga termasuk dalil yang terbesar 
atas kebolehan tersebut di mana beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah 
mengaqiqahi kedua cucunya Al-Hasan dan Al-Husain.



                                          

Kirim email ke