From: [email protected]
Date: Tue, 29 May 2012 04:14:57 +0000
Bagaimana jika qt memberikan uang pd tkg parkir, cleaning service atau office 
boy ktk mrk bertugas? Bgmn jika qt memberikanx bkn utk berterima kasih, 
melainkan skedar iba. Apakah diharamkan juga?
Powered by Telkomsel BlackBerry®
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
 
Pemberian (hadiah/shadaqah) dikarenakan rasa iba dan sifat ke dermawanan 
seseorang, maka hal itu sangat dianjurkan :
 
Adapun hadiah, Ia merupakan pemberian yang dianjurkan oleh syariat, sekalipun 
pemberian itu -menurut pandangan yang memberi- sesuatu yang remeh.

Disebutkan dalam hadits, dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu dari Nabi 
Shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda : “Wahai, wanita muslimah. 
Janganlah kalian menganggap remeh pemberian seorang tetangga kepada 
tetangganya, sekalipun ujung kaki kambing”. [HR Bukhari, no. 2566. Lihat Fathul 
Bari, 5/198]

Juga dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dan Nabi Shallallahu alaihi wa sallam 
bersabda: “Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian saling mencinta”. 
[HR Bukhari dalam Adabul Mufrad, no. 594. Ibnu Hajar berkata,”Sanadnya shahih”]

Tentang anjuran saling memberi hadiah, di kalangan ulama telah terjadi Ijma’, 
karena Ia memberikan pengaruh yang positif di masyarakat; baik bagi yang 
memberi maupun yang menerima. Bagi yang memberi, itu sebagai cara melepaskan 
diri dari sifat bakhil, sarana untuk saling menghormati dan sebagainya. 
Sedangkan kepada yang diberi, sebagai salah satu bentuk memberi kelapangan 
terhadapnya, hilangnya kecemburuan dan kecurigaan, bahkan mendatangkan rasa 
cinta dan persatuan dengan sesama.
Selengkapnya baca di http://almanhaj.or.id/content/2283/slash/0
 
Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam juga memberi pujian kepada seorang muslim 
yang dermawan dan membelanjakan hartanya di jalan kebaikan. Dari Abdullah bin 
Umar, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنْ الْيَدِ السُّفْلَى فَالْيَدُ الْعُلْيَا هِيَ 
الْمُنْفِقَةُ وَالسُّفْلَى هِيَ السَّائِلَةُ

Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah, dan tangan yang 
di atas suka memberi dan tangan yang di bawah suka meminta.[2] 
Selengkapnya baca di http://almanhaj.or.id/content/3101/slash/0
 
Shadaqoh
Tidak sedikit ayat dan hadits yang menjelaskan shadaqoh dan infak merupakan 
salah satu penunjang yang dapat mendatangkan rizki dan meraih berkah. Allah 
Subhanahu wa Ta'ala berfirman : 

يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ

"Allah menghapuskan riba dan mengembangkan shadaqoh".[al Baqarah : 276]. 

Maksudnya, Allah Subhanahu wa Ta'ala akan meningkatkannya di dunia ini dengan 
berkah dan memperbanyak pahalanya dengan melipatgandakannya di akhirat. [12]

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepada Asma` bintu Abi Bakar 
Radhiyallahu 'anha : 

أَنْفِقِي وَلَا تُحْصِي فَيُحْصِيَ اللَّهُ عَلَيْكِ 

"Berinfaklah, janganlah engkau menahan diri, akibatnya Allah akan memutus 
(berkah) darimu". [13] 

Al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata,"Larangan dari menahan diri untuk 
bersedekah lantaran takut habis (apa yang dimiliki), sikap ini merupakan faktor 
paling yang mempengaruhi terhentinya keberkahan. Karena Allah membalas pahala 
infak tanpa ada batas hitungannya." [14]

As Sindi memaknai hadits di atas dengan mengatakan : "Janganlah engkau menahan 
apa yang ada di tanganmu, akibatnya Allah akan mempersulit pintu-pintu rizki. 
Dalam hadits ini terkandung pengertian, bahwa kedermawanan akan membuka pintu 
rizki, dan kikir adalah sebaliknya”.[15]

Al Mubarakfuri berkata, "Hadits ini menunjukkan, bahwa sedekah meningkatkan 
harta dan menjadi salah satu penyebab keberkahan dan pertambahannya; dan 
(menunjukkan pula), kalau orang yang bakhil, tidak bersedekah, (maka) Allah 
mempersulit dirinya dan menghambat keberkahan pada harta dan pertambahannya." 
[16]
Selengkpanya baca di . http://almanhaj.or.id/content/2053/slash/0
 
Wallahu a'lamu bish-shawab.





                                          

Kirim email ke