Kalau tidak mau vaksinasi juga gapapa kok pak.. 

Memang pro kontra vaksinasi sekarang bukan soal halal dan haram lagi.. Karena 
di dunia barat pun sudah banyak yg anti-vaksinasi, padahal mereka bukan muslim 
yg perlu merasa ragu atas kehalalan satu vaksin.

Yang penting bagi orang tua adalah bijaksana terhadap vaksin, cari informasi 
sebanyak2nya. Tidak semua vaksin dibutuhkan. Dan semua keputusan dengan 
resikonya masing2.

Allahua'lam.

Mutiara Wahiddin 

-----Original Message-----
From: Sasongko Bawono <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 9 Oct 2012 08:17:30 
To: [email protected]<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [assunnah] imunisasi dan vaksin pada bayi

Wa'alaykumsalam warahmatullahi wabarakatuh,
Saya bukanlah seorang yang berprofesi sebagaimana disebutkan Bu Triana Susanti, 
bukan pula ulama.
Pemberian vaksin dan imunisasi pada bayi memang menimbulkan kontroversi. Pro 
kontra terutama berkaitan dengan bahan dan proses pembuatan vaksin.
Saya pribadi sangat bertanya-tanya tentang ini.

Teori medis menyebutkan bahwa imunitas/kekebalan tubuh atas penyakit ada 2
macam: alami dan buatan. Yang alami biasa dilakukan oleh "korps baret
putih" [sebutan pribadi untuk menyebut leucocyt/sel darah putih].
Sedangkan yang buatan melalui vaksin. Vaksin sifatnya khas/spesifik
untuk tiap penyakitnya. Vaksin polio khusus untuk polio, vaksin
hepatitis B ya untuk hepatitis B gabisa untuk hepatitis A, dst. Vaksin
didapatkan dari darah seseorang yang telah berhasil melawan kuman
penyakit tersebut. Vaksin diberikan sesuai jadwal. Ikatan Dokter Anak
Indonesia (IDAI) menjadwalkan bayi yang baru lahir harus divaksinasi
hepatitis B1 (HB1) dalam 12 jam setelah lahir, 1 bulan kemudian divaksin 
hepatitis B2 (HB2), 2 tahun kemudian divaksin hepatitis A (hepA),
sebelum bayi keluar dari rumah bersalin/rumah sakit harus divaksin polio 
berlanjut  (vaksin polionya) pada bulan ke 2,4,6,18 dan umur 5 tahun,  umur 6 
bulan harus vaksin HB3, bulan ke 9 campak-1 lanjut campak-2 umur 6  tahun/kelas 
1 SD, dst...

Hati ini bertanya, apa iya manusia  yang diciptakan Allah sebagai yang
paling sempurna dan dalam kondisi  terbaik, ternyata selemah itu?
Sehingga perlu di-back-up dengan vaksin  hasil karya manusia?
 
Sasongko Bawono
Chakra Media Promosindo (Chakramedia)




>________________________________
> From: Triana Susanti <[email protected]>
>To: [email protected]
>Sent: Tuesday, October 9, 2012 7:52 AM
>Subject: [assunnah] imunisasi dan vaksin pada bayi
>
>
> 
>Assalamualaikum warohmatulloh wabaropkatuh
> 
>Sesuai dengan subject saya bertanya adakah ikhwah sekalian
(profesi dokter /DSA/apoteker/bekerja di biofarma dll disini)
>Mengetahui kehalalan dari imunisasi dan vaksin yg diberikan
pada bayi
>Yang pernah say abaca vaksin y g tersertifikasi halal MUI
hanya vaksin untuk haji
>Sehingga dgn adanya hal ini muncul pro dan kontra ttng
pemberian vaksin dan imunisasi pada bayi
> 
>jazakalloh
> 
>Best Regards
> 
>Triana
Susanti
>Engineering
Department
>PT. Batamec
Shipyard
> 
>
>
>

Kirim email ke