Wa'alaykumsalam warahmatullahi wabarakatuh, Saya bukanlah seorang yang berprofesi sebagaimana disebutkan Bu Triana Susanti, bukan pula ulama. Pemberian vaksin dan imunisasi pada bayi memang menimbulkan kontroversi. Pro kontra terutama berkaitan dengan bahan dan proses pembuatan vaksin. Saya pribadi sangat bertanya-tanya tentang ini.
Teori medis menyebutkan bahwa imunitas/kekebalan tubuh atas penyakit ada 2 macam: alami dan buatan. Yang alami biasa dilakukan oleh "korps baret putih" [sebutan pribadi untuk menyebut leucocyt/sel darah putih]. Sedangkan yang buatan melalui vaksin. Vaksin sifatnya khas/spesifik untuk tiap penyakitnya. Vaksin polio khusus untuk polio, vaksin hepatitis B ya untuk hepatitis B gabisa untuk hepatitis A, dst. Vaksin didapatkan dari darah seseorang yang telah berhasil melawan kuman penyakit tersebut. Vaksin diberikan sesuai jadwal. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menjadwalkan bayi yang baru lahir harus divaksinasi hepatitis B1 (HB1) dalam 12 jam setelah lahir, 1 bulan kemudian divaksin hepatitis B2 (HB2), 2 tahun kemudian divaksin hepatitis A (hepA), sebelum bayi keluar dari rumah bersalin/rumah sakit harus divaksin polio berlanjut (vaksin polionya) pada bulan ke 2,4,6,18 dan umur 5 tahun, umur 6 bulan harus vaksin HB3, bulan ke 9 campak-1 lanjut campak-2 umur 6 tahun/kelas 1 SD, dst... Hati ini bertanya, apa iya manusia yang diciptakan Allah sebagai yang paling sempurna dan dalam kondisi terbaik, ternyata selemah itu? Sehingga perlu di-back-up dengan vaksin hasil karya manusia? Sasongko Bawono Chakra Media Promosindo (Chakramedia) >________________________________ > From: Triana Susanti <[email protected]> >To: [email protected] >Sent: Tuesday, October 9, 2012 7:52 AM >Subject: [assunnah] imunisasi dan vaksin pada bayi > > > >Assalamualaikum warohmatulloh wabaropkatuh > >Sesuai dengan subject saya bertanya adakah ikhwah sekalian (profesi dokter /DSA/apoteker/bekerja di biofarma dll disini) >Mengetahui kehalalan dari imunisasi dan vaksin yg diberikan pada bayi >Yang pernah say abaca vaksin y g tersertifikasi halal MUI hanya vaksin untuk haji >Sehingga dgn adanya hal ini muncul pro dan kontra ttng pemberian vaksin dan imunisasi pada bayi > >jazakalloh > >Best Regards > >Triana Susanti >Engineering Department >PT. Batamec Shipyard > > > >
