Halo pak (??..)

Senang sekali pernah masuk ke ruang projector...

>>>>jd teorinya jarak fokus ke subtitlenya sama dgn jarak fokus ke pita seluoid 
>>>>itu sendiri..Jadi, kalo subtitlenya in focus, otomatis gambarnya jg in 
>>>>focus.. 

Rupanya pada prakteknya tidak pak. 

Karena pengalaman saya (setelah protes ke projectionistnya), setalh di fine 
focus, gambar menjadi in focus dan tajam, sementara subtitle menjadi out of 
foucs (sedikit). 

Mungkin jawabannya adalah seperti bapak bilang sendiri bahwa subtitle itu di 
engrave, bukan merupakan bagian dari print. Tentu (walau dalam ukuran mikron 
mungkin) ada jarak hasil dari gravir tersebut dengan print. Dan saat diperbesar 
lebih dari 1000 kali (la iyalah...dari 35mm menjadi sebesar layar bioskop), 
maka jarak yg mikron itu menjadi nyata di layar. Mungkin tidak semua orang 
merasakan atau mau repot dengan slight out of focus ini. Si projectionist 
harusnya selalu fine in focus dengan SMPTE Universal leader.

>>>bisa jg ketika proses duplikasi di lab Jakarta..


Apa iya pak di Indonesia ada lab yg bisa print duplikasi positif ? Di mana 
ya.....? Kalau proses/develop negative sih saya dengar ada 2 lab, Interstudio 
sama...apa satu lagi tuh yg baru. 

cheers,

winbert
www.winbert.co.cc



______________________
Mencari Piringan Hitam (PH) Rock, Progressive, Metal, Blues, Jazz, Country, 
Pop, Punk, New Age, New Wave, dll? kunjungi www.piringanhitam.co.cc utk koleksi 
langka. List tersedia!!
  ----- Original Message ----- 
  From: Iponxonik 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, January 23, 2009 5:38 AM
  Subject: Re: [avifans] Re: Problem menonton di bioskop



  THX itu sistem sertifikasi untuk keseluruhan gedung bioskop pak.. jadi bukan 
hanya sistem tata suaranya saja..
  Dan setahu saya, di Indonesia udah ga ada lg bioskop yg make DTS (dan jg 
SDDS), semuanya make Dolby Digital.. Walaupun alatnya mungkin adadi bioskop itu 
(saya pernah liat keruangan proyektor di EX untuk bantuin jiffest, mrk ada 
reader dan prosesor DTS), tp tidak pernah dipakai.. Mungkin karena CDnya tidak 
di sertakan dgn copy filmnya.. Dan alasan knp kebanyakan projeksionis sering 
mencari fokus gambar melalui subtitle, mungkin krn subtitle disini di engraved 
dgn laser pada pita seluloidnya, jd teorinya jarak fokus ke subtitlenya sama 
dgn jarak fokus ke pita seluoid itu sendiri.. Jadi, kalo subtitlenya in focus, 
otomatis gambarnya jg in focus.. Kl gambarnya agak2 soft, bisa jg ketika proses 
duplikasi di lab Jakarta..
  Saya pernah bantu ngerjain film, ketika filmnya baru sampe dari India (proses 
print gambar dan audionya dilakukan di India), kita nonton bareng Copy A (copy 
A itu istilah buat print hasil Married antara picture negative dan sound 
negative) di ruang previewnya 21.. Hasilnya oke.. Tapi ketika kita nonton di 
premiere-nya, yg merupakan hasil duplikasi, warna dan fokusnya sedikit berubah..
  Bahkan pernah juga ada film Indonesia yg data Dolby Digital-nya ga ke print 
dgn sempurna ketika di duplikasi.. Baru ketahuan pas premiere, lg nonton, 
suaranya pindah2 antara digital dan analog.. Krn jalur suara analog kan jg 
dipake sebagai back up, kl data digital  ga bs kebaca, secara otomatis Cinema 
Processornya bakal pindah ke analog..

    ----- Original Message ----- 
    From: Eep S. Maqdir 
    To: [email protected] 
    Sent: Thursday, January 22, 2009 6:08 PM
    Subject: Re: [avifans] Re: Problem menonton di bioskop


    THX tidakh hanya tata suara pa winbert.. tetapi juga visual. makanya kan 
    ada proyektor dan screen standard THX, player juga ada yang 
    bersertifikat THX

    Winbert Hutahaean wrote:
    > Pa Eep bukannya THX itu sistem tata suara, shg tidak ada hubungannya 
dengan proyektor?
    > 
    > Mungkin yg dimaksud adalah film dgn tata suara DTS. Namun itu pun dengan 
pembcaan disc yg super cepat seperti sekarang, pergantian proyektor (yg berarti 
pergantian pembacaan data) dapat diatasi.
    > 
    > Disc readernya bisa segera mencari di mana data suara yg tepat supaya 
sinkron dgn gambar.
    > 
    > Itu pengetahuan saya, tapi mungkin Pa David atau Pa Kek .... (siapa itu? 
yg instalataor Megablitz) bisa lebih jelaskan.
    > 
    > cheers,
    > 
    > winbert
    > 
    > To: [email protected]
    > From: [email protected]
    > Date: Thu, 22 Jan 2009 14:26:39 +0700
    > Subject: Re: [avifans] Re: Problem menonton di bioskop
    > 
    > 
    > 
    > 
    > 
    > 
    > 
    > 
    > 
    > 
    > 
    > 
    > 
    > 
    > 
    > 
    > 
    > 
    > 
    > 
    > kalau ga salah bioskop THX ga boleh pake dua projector nyambung gitu, 
    > 
    > kudu pake satu platter..
    > 
    > 
    > 
    > bener ga pak david?
    > 
    > 
    > 
    > iful_17sb wrote:
    > 
    >> he he he ...boleh tau nonton dibioskop mana, mas?
    > 
    > 
    >> Bahkan kadang2, saya juga menjumpai hal spt ini di bioskop kelas atas
    > 
    >> sekalipun. Pengen rasanya berteriak kalo sedang nonton film tapi 
    > 
    >> gambarnya tidak focus dng benar.
    > 
    > 
    >> Tapi anehnya, tidak semua penonton yg menunjukkan rasa ketidakpuasan.
    > 
    >> Rasanya,... soal ketidakperdulian si operator projector untuk memantau
    > 
    >> kualitas selama pertunjukan berlangsung....di'dukung' sama penonton yg
    > 
    >> tidak 'cerewet' terhadap kualitas teknis. 
    > 
    > 
    >> Selain masalah focus, masalah yg kerap mengganggu menonton di bioskop
    > 
    >> adalah: 
    > 
    > 
    >> - pergantian dari projector I ke projector II yg keseringan tidak mulus.
    > 
    > 
    >> - salah satu kanal suara mati (intermitten) atau 'mbrebet'(biasanya
    > 
    >> bioskop kelas 'murah'. Yg spt ini umumnya penonton kagak perduli
    > 
    >> (maklumlah bukan audiophile).
    > 
    > 
    >> - pintu keluar sdh dibuka menjelang beberapa menit film mau habis. Yg
    > 
    >> jadi masalah kalo pas pintu keluar ada tempat GAME...walah suara
    > 
    >> brisik masuk deh. Padahal etika nonton film sebenarnya adalah sampai
    > 
    >> 'credit title' selesai, kalaupun penonton mau keluar ya silahkan aja
    > 
    >> tapi bioskop 'berkewajiban' mempresentasikan sampai selesai.
    > 
    > 
    >> (ada yg mau nambah kan?)
    > 
    > 
    >> Yu' buat kegiatan atau aktifitas mereview secara teknis dari sisi
    > 
    >> penonton (konsumen) gedung2 bioskop di indonesia...kayaknya seru nih.
    > 
    >> Bahkan majalah2 film...sedikit sekali menyinggung appresiasi cara
    > 
    >> menikmati bioskop secara teknis selain menonton bioskop sebagai
    > 
    >> interaksi sosial.
    > 
    > 
    >> Bagi saya , seharusnya bioskop memeberikan hiburan audio-visual yg
    > 
    >> berkualitas dan pas secara teknis ke penonton. Karena di bioskop lah
    > 
    >> suatu film untuk pertama kali dipresentasikan dng totalitas, sebelum
    > 
    >> didistribusi ke media lain (Bluray, DVD, Cable TV.... dst) 
    > 
    >> 
    > 
    >> salam
    > 
    >> iful
    > 
    > 
    >> --- In [email protected], "Winbert Hutahaean" <winb...@...> wrote:
    > 
    > 
    >>> maunya sih bioskop rame terus, sehingga industri film jalan.
    > 
    > 
    >>> Tapi belakangan saya merasakan (atau mungkin sensitifitas mata saya
    > 
    >> mulai meningkat) bahwa focus di proyektor hampir semua cinema tidak 
tepat.
    > 
    >>> Semalam saya menonton "Yes Man" (funny film though!) dan sangat
    > 
    >> terganggu dengan fokus yg lari khususnya pada objek yg jauh. Mungkin
    > 
    >> karena kebanyakan orang hanya melihat objek yg dekat (close-up) maka
    > 
    >> tdk merasakan hal ini.
    > 
    >>> Sementara saya dalam menonton di layar lebar selalu meluaskan
    > 
    >> pandangan pada objek lain di layar.
    > 
    >>> Saya sampai lari ke belakang tempat projectionist menunggu projector
    > 
    >> dan meminta untuk di fine focus.
    > 
    >>> Akhirnya dilakukan dia dan film menjadi sangat pin sharp!.
    > 
    > 
    >>> Enak menontonnya.
    > 
    > 
    >>> Tapi ternyata subtitle (teks) menjadi sedikit blur.....
    > 
    > 
    >>> Saya baru menyadari bahwa selama ini hampir semuaprojectionis di
    > 
    >> Cineplex memfokuskan sorotan projektornya pada subtitle.
    > 
    >>> Seharusnya pada gambar dong!.
    > 
    > 
    >>> Subtitle kan walau (sedikit) blur, tetap terbaca, tapi kalau gambar
    > 
    >> yg blur...ya jangan.
    > 
    >>> ps: BTW juga sekarang kok bohlam projectornya menunjukkan flicker
    > 
    >> (kedap-kedip) ...kenapa ya? walau sedikit, namun jika pas imagenya
    > 
    >> sangat bright...menjadi mengganggu. Pa David bisa kasih masukan?
    > 
    >>> thanks,
    > 
    > 
    >>> winbert
    > 
    > 
    > 
    > 
    > 
    >> ------------------------------------
    > 
    > 
    >> Yahoo! Groups Links
    > 
    > 
    > 
    > 
    > 
    > 
    > 

    -- 
    Eep S. Maqdir
    --------------------------------
    www.eepinside.com, www.inifotoku.com
    YM: esmaqdir, Powered by Thunderbird & MacBook Pro



   

Kirim email ke