kalau ga salah bioskop THX ga boleh pake dua projector nyambung gitu, 
kudu pake satu platter..

bener ga pak david?

iful_17sb wrote:
> he he he ...boleh tau nonton dibioskop mana, mas?
> 
> Bahkan kadang2, saya juga menjumpai hal spt ini di bioskop kelas atas
> sekalipun. Pengen rasanya berteriak kalo sedang nonton film tapi 
> gambarnya tidak focus dng benar.
> 
> Tapi anehnya, tidak semua penonton yg menunjukkan rasa ketidakpuasan.
> Rasanya,... soal ketidakperdulian si operator projector untuk memantau
> kualitas selama pertunjukan berlangsung....di'dukung' sama penonton yg
> tidak 'cerewet' terhadap kualitas teknis. 
> 
> Selain masalah focus,  masalah yg kerap mengganggu menonton di bioskop
> adalah: 
> 
> - pergantian dari projector I ke projector II yg keseringan tidak mulus.
> 
> - salah satu kanal suara mati (intermitten) atau 'mbrebet'(biasanya
> bioskop kelas 'murah'. Yg spt ini umumnya penonton kagak perduli
> (maklumlah bukan audiophile).
> 
> - pintu keluar sdh dibuka menjelang beberapa menit film mau habis. Yg
> jadi masalah kalo pas pintu keluar ada tempat GAME...walah suara
> brisik masuk deh. Padahal etika nonton film sebenarnya adalah sampai
> 'credit title' selesai, kalaupun penonton mau keluar ya silahkan aja
> tapi bioskop 'berkewajiban' mempresentasikan sampai selesai.
> 
> (ada yg mau nambah kan?)
> 
> Yu' buat kegiatan atau aktifitas mereview secara teknis dari sisi
> penonton (konsumen) gedung2 bioskop di indonesia...kayaknya seru nih.
> Bahkan majalah2 film...sedikit sekali menyinggung appresiasi cara
> menikmati bioskop secara teknis selain menonton bioskop sebagai
> interaksi sosial.
> 
> Bagi saya , seharusnya bioskop memeberikan hiburan audio-visual yg
> berkualitas dan pas secara teknis ke penonton. Karena di bioskop lah
> suatu film untuk pertama kali dipresentasikan dng totalitas, sebelum
> didistribusi ke media lain (Bluray, DVD, Cable TV.... dst) 
>  
> salam
> iful
> 
> --- In [email protected], "Winbert Hutahaean" <winb...@...> wrote:
>>
>> maunya sih bioskop rame terus, sehingga industri film jalan.
>>
>> Tapi belakangan saya merasakan (atau mungkin sensitifitas mata saya
> mulai meningkat) bahwa focus di proyektor hampir semua cinema tidak tepat.
>> Semalam saya menonton "Yes Man" (funny film though!) dan sangat
> terganggu dengan fokus yg lari khususnya pada objek yg jauh. Mungkin
> karena kebanyakan orang hanya melihat objek yg dekat (close-up) maka
> tdk merasakan hal ini.
>> Sementara saya dalam menonton di layar lebar selalu meluaskan
> pandangan pada objek lain di layar.
>> Saya sampai lari ke belakang tempat projectionist menunggu projector
> dan meminta untuk di fine focus.
>> Akhirnya dilakukan dia dan film menjadi sangat pin sharp!.
>>
>> Enak menontonnya.
>>
>> Tapi ternyata subtitle (teks) menjadi sedikit blur.....
>>
>> Saya baru menyadari bahwa selama ini hampir semuaprojectionis di
> Cineplex memfokuskan sorotan projektornya pada subtitle.
>> Seharusnya pada gambar dong!.
>>
>> Subtitle kan walau (sedikit) blur, tetap terbaca, tapi kalau gambar
> yg blur...ya jangan.
>> ps: BTW juga sekarang kok bohlam projectornya menunjukkan flicker
> (kedap-kedip) ...kenapa ya? walau sedikit, namun jika pas imagenya
> sangat bright...menjadi mengganggu. Pa David bisa kasih masukan?
>> thanks,
>>
>> winbert
>>
> 
> 
> 
> ------------------------------------
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 

-- 
Eep S. Maqdir
--------------------------------
www.eepinside.com, www.inifotoku.com
YM: esmaqdir, Powered by Thunderbird & MacBook Pro

Kirim email ke