gak tau kenapa, saya tetep merasa bioskop memberi kepuasan berbeda dibanding 
dvd di rumah (apalagi untuk pelem tertentu...)

mungkin karena hal2 ini: suasana, dan memang sistem video di rumah saya B 
banget...


--- On Thu, 1/22/09, Muliadi Antaredja <[email protected]> wrote:
From: Muliadi Antaredja <[email protected]>
Subject: Re: [avifans] Re: Problem menonton di bioskop
To: [email protected]
Date: Thursday, January 22, 2009, 7:39 PM










    
            Karena dari itu semua saya sih mendingan beli DVD n nonton di rumah 
aja daripada ke bioskop di Indo, kecuali buat pacaran, hahaha... walaupun di 
rumah cuma pake TV yang gambarnya pun gak sebesar bioskop, tapi setidaknya 
suaranya gak bikin sakit kuping, yang trebelnya melengking.. .

Untuk bioskop di luar (saya pernah coba di Beijing yang kualitas premium, yang 
duduknya pake sofa gede, dan saya juga pernah nonton Batman the dark knight & 
Wanted di Mannheim) kualitasnya jauh banget sama bioskop di Indo... lebih 
nyaman di mata n di kuping.... cuma sayangnya di Beijing dan di Jerman itu 
banyaknya filmnya didubbing, yang suara asli cuma diputar dikit di jam 
tertentu....

 
salam,
Muliadi

 
On 1/22/09, Eep S. Maqdir <esmaq...@gmail. com> wrote:





THX tidakh hanya tata suara pa winbert.. tetapi juga visual. makanya kan 
ada proyektor dan screen standard THX, player juga ada yang 
bersertifikat THX 


Winbert Hutahaean wrote:
> Pa Eep bukannya THX itu sistem tata suara, shg tidak ada hubungannya dengan 
> proyektor?
> 
> Mungkin yg dimaksud adalah film dgn tata suara DTS. Namun itu pun dengan 
> pembcaan disc yg super cepat seperti sekarang, pergantian proyektor (yg 
> berarti pergantian pembacaan data) dapat diatasi.

> 
> Disc readernya bisa segera mencari di mana data suara yg tepat supaya sinkron 
> dgn gambar.
> 
> Itu pengetahuan saya, tapi mungkin Pa David atau Pa Kek .... (siapa itu? yg 
> instalataor Megablitz) bisa lebih jelaskan.

> 
> cheers,
> 
> winbert
> 
> To: avif...@yahoogroups .com
> From: esmaq...@gmail. com

> Date: Thu, 22 Jan 2009 14:26:39 +0700
> Subject: Re: [avifans] Re: Problem menonton di bioskop
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 

> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> kalau ga salah bioskop THX ga boleh pake dua projector nyambung gitu, 
> 
> kudu pake satu platter..
> 
> 
> 
> bener ga pak david?

> 
> 
> 
> iful_17sb wrote:
> 
>> he he he ...boleh tau nonton dibioskop mana, mas?
> 
> 
>> Bahkan kadang2, saya juga menjumpai hal spt ini di bioskop kelas atas

> 
>> sekalipun. Pengen rasanya berteriak kalo sedang nonton film tapi 
> 
>> gambarnya tidak focus dng benar.
> 
> 
>> Tapi anehnya, tidak semua penonton yg menunjukkan rasa ketidakpuasan.

> 
>> Rasanya,... soal ketidakperdulian si operator projector untuk memantau
> 
>> kualitas selama pertunjukan berlangsung. ...di'dukung' sama penonton yg
> 
>> tidak 'cerewet' terhadap kualitas teknis. 

> 
> 
>> Selain masalah focus, masalah yg kerap mengganggu menonton di bioskop
> 
>> adalah: 
> 
> 
>> - pergantian dari projector I ke projector II yg keseringan tidak mulus.

> 
> 
>> - salah satu kanal suara mati (intermitten) atau 'mbrebet'(biasanya
> 
>> bioskop kelas 'murah'. Yg spt ini umumnya penonton kagak perduli
> 
>> (maklumlah bukan audiophile).

> 
> 
>> - pintu keluar sdh dibuka menjelang beberapa menit film mau habis. Yg
> 
>> jadi masalah kalo pas pintu keluar ada tempat GAME...walah suara
> 
>> brisik masuk deh. Padahal etika nonton film sebenarnya adalah sampai

> 
>> 'credit title' selesai, kalaupun penonton mau keluar ya silahkan aja
> 
>> tapi bioskop 'berkewajiban' mempresentasikan sampai selesai.
> 
> 
>> (ada yg mau nambah kan?)

> 
> 
>> Yu' buat kegiatan atau aktifitas mereview secara teknis dari sisi
> 
>> penonton (konsumen) gedung2 bioskop di indonesia... kayaknya seru nih.
> 
>> Bahkan majalah2 film...sedikit sekali menyinggung appresiasi cara

> 
>> menikmati bioskop secara teknis selain menonton bioskop sebagai
> 
>> interaksi sosial.
> 
> 
>> Bagi saya , seharusnya bioskop memeberikan hiburan audio-visual yg

> 
>> berkualitas dan pas secara teknis ke penonton. Karena di bioskop lah
> 
>> suatu film untuk pertama kali dipresentasikan dng totalitas, sebelum
> 
>> didistribusi ke media lain (Bluray, DVD, Cable TV.... dst) 

> 
>> 
> 
>> salam
> 
>> iful
> 
> 
>> --- In avif...@yahoogroups .com, "Winbert Hutahaean" <winb...@...> wrote:

> 
> 
>>> maunya sih bioskop rame terus, sehingga industri film jalan.
> 
> 
>>> Tapi belakangan saya merasakan (atau mungkin sensitifitas mata saya
> 
>> mulai meningkat) bahwa focus di proyektor hampir semua cinema tidak tepat.

> 
>>> Semalam saya menonton "Yes Man" (funny film though!) dan sangat
> 
>> terganggu dengan fokus yg lari khususnya pada objek yg jauh. Mungkin
> 
>> karena kebanyakan orang hanya melihat objek yg dekat (close-up) maka

> 
>> tdk merasakan hal ini.
> 
>>> Sementara saya dalam menonton di layar lebar selalu meluaskan
> 
>> pandangan pada objek lain di layar.
> 
>>> Saya sampai lari ke belakang tempat projectionist menunggu projector

> 
>> dan meminta untuk di fine focus.
> 
>>> Akhirnya dilakukan dia dan film menjadi sangat pin sharp!.
> 
> 
>>> Enak menontonnya.
> 
> 
>>> Tapi ternyata subtitle (teks) menjadi sedikit blur.....

> 
> 
>>> Saya baru menyadari bahwa selama ini hampir semuaprojectionis di
> 
>> Cineplex memfokuskan sorotan projektornya pada subtitle.
> 
>>> Seharusnya pada gambar dong!.

> 
> 
>>> Subtitle kan walau (sedikit) blur, tetap terbaca, tapi kalau gambar
> 
>> yg blur...ya jangan.
> 
>>> ps: BTW juga sekarang kok bohlam projectornya menunjukkan flicker

> 
>> (kedap-kedip) ...kenapa ya? walau sedikit, namun jika pas imagenya
> 
>> sangat bright...menjadi mengganggu. Pa David bisa kasih masukan?
> 
>>> thanks,
> 
> 

>>> winbert
> 
> 
> 
> 
> 
>> ------------ --------- --------- ------
> 
> 
>> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 
> 

> 

-- 
Eep S. Maqdir
------------ --------- --------- --
www.eepinside. com, www.inifotoku. com

YM: esmaqdir, Powered by Thunderbird & MacBook Pro

 


      

    
    
        
         
        
        








        


        
        

Kirim email ke