Agar bisa lebih "universal" , akan  jadi "lebih baik" kah  membuat "tone 
control" di perangkat kita ??
Memang sih arahan ini kadang dianggap sebagai aliran "sesat" , atau 
"kompromistis"
Menurut saya pribadi yg penting agar kuping hepi,  tujuan menghalalkan cara.....

{Saya dulu di milis tetangga,  pernah "ngeyel" tentang pembuatan tone-tontrol" 
.....agaknya topic yg kurang menarik saat itu }

PJ


http://www.freewebs.com/komkris2000
  ----- Original Message ----- 
  From: [email protected] 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, January 30, 2009 9:01 AM
  Subject: Re: [ELPOP-Audio] Teknik Rekaman: HDCD vs XRCD vs yang lain


  Bandingkan juga Norah Jones album pertama (Come Away With Me...) produksi 
  Indonesia (EMI Indonesia) dengan yang produksi luar.

  PS: Rekaman CD makin lama makin ngaco. Recording level terlalu tinggi, 
  sering dipaksakan. Belum lagi hars, sibilance, dll., termasuk memaksa 
  menggunakan vibration efect (echo) yang berlebihan untuk memoles vokal 
  maupun space. Jhena Lodwick album 1, ampun sibilance-nya. Juga Sammy. Norah 
  Jones #1 malah sampai kliping. Begitu pula Lala Suwages (Devoted To You), 
  dan banyak yang lain.

  Saya sampai jengkel karena settingan (khususnya proyek DAC) yang 
  di-standard-kan, harus diubah menjadi ikut-ikutan tak standard. Nggak heran 
  kalau Yus atau rekan lainnya yang mencoba proyek DAC sampai teriak 
  "kliping". Lha, coba kalau pakai CD dengan rekaman yang lebih baik, kan 
  mulus-mulus saja tuh.

  Kliping, dugaan saya, terjadi pada CD-nya sendiri (kalau kita memeriksa wave 
  pattern) dan/atau pada CDP. Audio Cambridge (tipe lupa, milik Pak Budiarto), 
  jelas kliping ketika memainkan salah satu trek dari choir Cantata Domino.

  Salam jengkel,
  Alex
  LJ Audio Workshop - www.langsungjadi.com

  ----- Original Message ----- 
  From: "Dino Ary" <[email protected]>
  To: <[email protected]>
  Sent: Friday, January 30, 2009 7:15 AM
  Subject: [ELPOP-Audio] Teknik Rekaman: HDCD vs XRCD vs yang lain

  > Pagi Pak JA,
  >
  > Hehehe.. setuju pak.. rekaman Sangaji masih jauh lebih baik dari pada 
  > Platinum pak.. saya ada 4 atau 5 album, sehingga bisa konfirm ini...
  >
  > Terus terang, saya memutuskan untuk membeli CD Phil Perry ini setelah 2 
  > atau 3 kali bolak-balik ke toko CD satu dan yang lain, untuk memutuskan 
  > apakah beli atau tidak.. mungkin lebih cenderung karena saya suka dengan 
  > vokal Phil Perry plus lagunya. Dan memang ada beberapa lagu lain yang 
  > menurut selera saya bagus dan enak untuk didengar,
  >
  > Soal teknik rekaman, betul juga ya kalau emang karakter master 
  > rekamannya X mau dicopy pake teknik apa aja ya kalo X nya udah bagus ya 
  > bagus toh... hehehe
  >
  > Jadi, mau pake HDCD, DSD, XRCD tetap hasil akhir yang menentukan mestinya 
  > kualitas rekaman masternya kan ya...
  >
  > Lha ini juga ada satu pengalaman, saya bandingkan satu CD (album Il Divo) 
  > yang saya beli di Singapura dan dibanding dengan CD album yang sama milik 
  > teman yang direproduksi di Indonesia. Kami berdua sepakat kalau CD yang 
  > produksi Singapura lebih " terbuka" suaranya...
  > Entah kenapa, tapi juga dikonfirm oleh teman saya lain yang membandingkan 
  > album Amore Andrea Bocelli yang dibelinya di Indonesia, untuk mengganti 
  > album yang sama yang dibelinya di negara manca tapi sempet menghilang 
  > (keselip) dan ketemu lagi... beda katanya..
  >
  > Apa karena teknik dan mesin pressing/copy ulang/reproduksinya yang beda ya 
  > pak? Atau bahan CDnya yang beda? hehehe ... masih penasaran...
  >
  > Oh ya, pernah denger rekaman yang LPCD itu pak? Penasaran juga...
  >
  >
  > Salam hormat,
  > Dino Ary 



   


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG. 
  Version: 7.5.552 / Virus Database: 270.10.14/1920 - Release Date: 1/27/2009 
6:15 PM

Kirim email ke