On Friday 30 January 2009 11:34:16 [email protected] wrote:
> Proses EQ (unit TC adalah bagian dari EQ) menurut saya, mana bisa sih
> dihindari? Sedari proses rekaman, mastering, semua lini sudah melewati
> proses EQ, bahkan termasuk sejak dari penempatan recording microphone. Iya,
> nggak? Sewaktu play-back, reproduction, juga ada EQ. Lha, kalau nggak, mana
> ada istilah RIAA, NB, LP, dst... dst...?
>
> Pada loudspeaker (masih di untai perangakt reproduksi), lha bukannya unit
> croos-over juga untuk melakukan EQ? Sekarang, pada domain akustik; bukankah
> upaya loudspeaker placement, acoustic treatment, dst... dst.... itu juga
> upaya EQ?

EQ (Ekualisasi) mestinya tujuannya adalah membuat jadi equal, alias sama.

Jadi, dinding yang tadinya cuman memantulkan frekuensi tertentu, di-EQ agar 
lebih sama di setiap frekuensi.

RIAA juga berusaha mencocokkan tanggapan frekuensi audio dengan media rekaman.

Begitupun cross-over dll.

Nah, yang tidak diinginkan sebenarnya adalah "boosting".
Mem-boost nada nada tertentu sehingga menjadi lebih kuat dan menonjol.
Ini tentu tidak termasuk ekualisasi :D

Sialnya, istilah "EQ" lebih populer daripada "boosting"
Kecuali untuk payudara, hehehe....

Kirim email ke