Hmm anggap pakai 10 Ampere, ditambah lampu depan standard 10 Ampere juga ditambah ICE buat jedang jedung bisa tekor supply alternator, alamat aki soak neh....hehe...... tapi tinggal ganti alternator n aki kan...... ;-)
AFR ideal 14.7:1 klo diinject hidrogen berarti AFR bisa digeser ke 17:1 or malah 20:1 tergantung penghematan yang diinginkan, cmiiw Klo mesin makin panas, logis juga.....makin lean makin panas Klo di motor karbu, menggeser AFR dg cara memainkan kombinasi main n pilot jet. Nah klo kaya di baleno mesti memanipulasi input sensor ke ECU agar ECU memerintahkan semprotan BBM lebih sedikit. Makanya saya baru ngeh begitu om Aris bilang kombinasi yang cocok antara Hydrogen generator dan alat pengirit bensin yg memanipulasi input MAP sensor. Lalu karena om Aris bilang RON Hidrogen yg 110 dibanding Premium yang 88, pastinya berpengaruh terhadap timing pembakaran. Untuk efisiensi 30% geser timingnya berapa derajat om? Klo hidrogen banyak berarti geser timingnya banyak ya? Baleno 1.6 sih tinggal putar distributor, baleno 1.5 sih otomatis tapi punya toleransi berapa derajat ya? Oya om Aris, hydrogen yg dihasilkan dari proses elektrolisa ini konstan atau ada regulator arus? maksudnya begitu RPM naik maka arus untuk generator naik juga shg hidrogen yang dihasilkan juga bertambah. Trus saat Wide Open Throttle, hydrogen yg dipasok secara tiba2 dari mana ya? apa ada semacam tangki gas hydrogen? gawat juga dong klo supply hidrogen tidak konstan, klo buat harian dalam kota sih gak kentara lha saya pake buat drag or tol dgn RPM tinggi tiba2 supply hidrogen tekor, bisa ngeden neh gara2 AFR di set lean mana kompresi tinggi pula, bisa jebol lagi deh mesinku Tapi saya kok lebih cenderung memadukan Hydrogen Generator dengan piggyback......hehe........ Maksudnya biar setting AFR, timing dan hasilnya lebih akurat di segala RPM tapi syaratnya supply hidrogennya terjamin di segala RPM pencerahannya dunk thanks deanz BCI 036 "Aris" <[EMAIL PROTECTED]> Sent by: [email protected] 23/07/2008 14:59 Please respond to [email protected] To <[email protected]> cc Subject RE: [baleno] Hasil Test Pengirit Bensin Om Din, 3 Ampere itu hasil aplikasi untuk motor satu silinder, dan itu masih adjustable. Menurut itung itungan sih, kalau untuk mbal yang 1500cc, minimum requirement untuk mencapai paling tidak efficiency 30 % perlu sedikitnya tiga kali lipat dari aplikasi pada motor 135 cc. Hasil dari pemasangan di mesin 1 silinder setelah mencekik pasokan bensin, mesin cenderung lebih panas dengan tenaga yang lebih nendang, ini mungkin karena RON hydrogen mencapai sekitar 110 (CMIiW), dan warna busi menjadi lebih putih. Efek lain belum termonitor. Untuk penerapan di mesin 4 syl. dan pakai ECU saya baru mau realisasikan setelah pengamatan terhadap motor saya benar2 meyakinkan, sambil koreksi sana sini. That's why saya lempar ini ke forum. Menurut logika sih, kalau pada awalnya mixed adalah 17:1 (CMIIW), trus yang 17 ditambahkan sama hydrogen (pastinya sudah di perangkap dulu supaya H2O tidak ikut ter-inject ke dalam silinder lewat throttle), yang diperlukan adalah BBM yang lebih sedikit (lean) karena sekarang unsur bakar ada 3 macam. Benar bahwa air tidak diperkenankan, tapi dalam jumlah tertentu malah menguntungkan.. jadi ingat WI nih.. Soal pabrikan besar ga menerapkan, saya hanya bisa meraba raba, apa ini masalah murni teknis atau politis, Btw, om pernah ga lihat tayangan di Metro TV mengenai mobil Full Hydrogen Fuel di Jepang yang tinggal ngisi pakai sgl macam air bersih untuk jalan? Mohon koreksi dan saran-nya, Salam. * * * * * * * * * * This communication contains information of International Flavors & Fragrances (IFF) and/or its affiliates that may be confidential, proprietary, copyrighted and/or legally privileged, and is intended only for the addressee. Any copying, dissemination or other use of this information by anyone other than the intended recipient is prohibited. If you have received this communication in error, please contact the sender and delete it from your system. [Non-text portions of this message have been removed]
