So sorry om Dean, saya baru  nongol lagi, saya cabut dari kantor jam 5pm
ngejar jadi lokomotif antrian pulang.

 

Nyambung lagi ya, sepertinya konsumsi arus juga ngga' harus segitu dengan
konsekensi jumlah hydrogen yang terbentuk juga ngga nyampai efficiency
maksimal dalam hal pengiritan yang dikehendaki.

 

Soal panas yang terjadi akibat campuran jadi lean spertinya engga ya, lebih
condong sama bandingan kompressi yang tidak sesuai lagi akibat RON yang naik
karena nyampurnya premium sama HHO, bandingkan sama motor yang tadinya
mengkonsumsi premium tapi diisi pertamax (CMIIW).

 

Nggeser brapa derajat? Ini ini yang ngga tahu, sebab saya rencanakan pasang
di mbal mile yang udah pakai distributorless. Justru saya mau nanya, AFR
didekat pedal gas harus diputar kearah CW atau ACW supaya campuran jadi
lean? 

 

Sementara masih belum diatur jumlah gas nya, tapi pada dasarnya jumlah
reproduksi gas akan bertambah sesuai dengan peningkatan tegangan, dan
peningkatan tegangan akan berakibat naiknya arus konsumsi, seterusnya
meningkatkan jumlah HHO yang terbentuk, so makin ngegas makin banyak jumlah
HHO.

Saya justru lagi berupaya bikin voltage cut off supply ke HHO gen. supaya
waktu deselerasi kelebihan gas nggak terus terbentuk

 

Memadukan HHO dengan piggy back saya setuju itu.

 

Om Dean dah baca OTOMOTIF hari ini hal 25?

 

Salam,

 

 

 

 

 

 

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of
[EMAIL PROTECTED]
Sent: 23 Juli 2008 16:49
To: [email protected]
Subject: RE: [baleno] Hasil Test Pengirit Bensin

 

Hmm anggap pakai 10 Ampere, ditambah lampu depan standard 10 Ampere juga
ditambah ICE buat jedang jedung bisa tekor supply alternator, alamat aki 
soak neh....hehe......
tapi tinggal ganti alternator n aki kan...... ;-)

AFR ideal 14.7:1
klo diinject hidrogen berarti AFR bisa digeser ke 17:1 or malah 20:1 
tergantung penghematan yang diinginkan, cmiiw
Klo mesin makin panas, logis juga.....makin lean makin panas

Klo di motor karbu, menggeser AFR dg cara memainkan kombinasi main n pilot 
jet. Nah klo kaya di baleno mesti memanipulasi input sensor ke ECU agar 
ECU memerintahkan semprotan BBM lebih sedikit.
Makanya saya baru ngeh begitu om Aris bilang kombinasi yang cocok antara 
Hydrogen generator dan alat pengirit bensin yg memanipulasi input MAP 
sensor.

Lalu karena om Aris bilang RON Hidrogen yg 110 dibanding Premium yang 88, 
pastinya berpengaruh terhadap timing pembakaran.
Untuk efisiensi 30% geser timingnya berapa derajat om?
Klo hidrogen banyak berarti geser timingnya banyak ya? Baleno 1.6 sih 
tinggal putar distributor, baleno 1.5 sih otomatis tapi punya toleransi 
berapa derajat ya?

Oya om Aris, hydrogen yg dihasilkan dari proses elektrolisa ini konstan 
atau ada regulator arus?
maksudnya begitu RPM naik maka arus untuk generator naik juga shg hidrogen 
yang dihasilkan juga bertambah.
Trus saat Wide Open Throttle, hydrogen yg dipasok secara tiba2 dari mana 
ya? apa ada semacam tangki gas hydrogen?
gawat juga dong klo supply hidrogen tidak konstan, klo buat harian dalam 
kota sih gak kentara
lha saya pake buat drag or tol dgn RPM tinggi tiba2 supply hidrogen tekor, 
bisa ngeden neh gara2 AFR di set lean
mana kompresi tinggi pula, bisa jebol lagi deh mesinku

Tapi saya kok lebih cenderung memadukan Hydrogen Generator dengan 
piggyback......hehe........
Maksudnya biar setting AFR, timing dan hasilnya lebih akurat di segala RPM
tapi syaratnya supply hidrogennya terjamin di segala RPM

pencerahannya dunk

thanks
deanz
BCI 036

"Aris" <[EMAIL PROTECTED] <mailto:prc.eng%40akira.co.id> co.id> 
Sent by: [EMAIL PROTECTED] <mailto:baleno%40yahoogroups.com> com
23/07/2008 14:59
Please respond to
[EMAIL PROTECTED] <mailto:baleno%40yahoogroups.com> com

To
<[EMAIL PROTECTED] <mailto:baleno%40yahoogroups.com> com>
cc

Subject
RE: [baleno] Hasil Test Pengirit Bensin

Om Din, 3 Ampere itu hasil aplikasi untuk motor satu silinder, dan itu 
masih
adjustable.

Menurut itung itungan sih, kalau untuk mbal yang 1500cc, minimum 
requirement
untuk mencapai paling tidak efficiency 30 % perlu sedikitnya tiga kali 
lipat
dari aplikasi pada motor 135 cc.

Hasil dari pemasangan di mesin 1 silinder setelah mencekik pasokan bensin,
mesin cenderung lebih panas dengan tenaga yang lebih nendang, ini mungkin
karena RON hydrogen mencapai sekitar 110 (CMIiW), dan warna busi menjadi
lebih putih. Efek lain belum termonitor.

Untuk penerapan di mesin 4 syl. dan pakai ECU saya baru mau realisasikan
setelah pengamatan terhadap motor saya benar2 meyakinkan, sambil koreksi
sana sini. That's why saya lempar ini ke forum.

Menurut logika sih, kalau pada awalnya mixed adalah 17:1 (CMIIW), trus 
yang
17 ditambahkan sama hydrogen (pastinya sudah di perangkap dulu supaya H2O
tidak ikut ter-inject ke dalam silinder lewat throttle), yang diperlukan
adalah BBM yang lebih sedikit (lean) karena sekarang unsur bakar ada 3
macam.

Benar bahwa air tidak diperkenankan, tapi dalam jumlah tertentu malah
menguntungkan.. jadi ingat WI nih.. 

Soal pabrikan besar ga menerapkan, saya hanya bisa meraba raba, apa ini
masalah murni teknis atau politis,

Btw, om pernah ga lihat tayangan di Metro TV mengenai mobil Full Hydrogen
Fuel di Jepang yang tinggal ngisi pakai sgl macam air bersih untuk jalan?

Mohon koreksi dan saran-nya,

Salam.

* * * * * * * * * *

This communication contains information of International Flavors & 
Fragrances (IFF) and/or its affiliates that may be confidential, 
proprietary, copyrighted and/or legally privileged, and is intended only 
for the addressee. Any copying, dissemination or other use of this 
information by anyone other than the intended recipient is prohibited. If 
you have received this communication in error, please contact the sender 
and delete it from your system.

[Non-text portions of this message have been removed]

 


No virus found in this incoming message.
Checked by AVG.
Version: 7.5.524 / Virus Database: 270.5.4/1567 - Release Date: 22/07/2008
16:05




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke