Selamat dan salut buat om Yasier. Yang begini nih perlu dijadikan contoh, baik tindakan (memberi contoh gak mau ngasih pungli) maupun himbauannya (yang sebenarnya emang reasonable). Saya jadi ingat pengalaman saya ngurus balik nama mobil istri saya (saya lakukan sendiri juga, dan tanpa bantuan oknum maupun uang pungli) di Samsat Polda Metro Juli 2007 yang lalu. Seingat saya waktu itu saya sampai sempat "demo" didepan beberapa loket, yaitu tidak mau berpindah dari depan loket (meskipun disuruh oleh petugasnya untuk duduk saja, katanya nanti dipanggil kalau sudah diproses). Bukan apa-apa, waktu itu saya cuma mau memastikan saja bahwa map berkas punya saya memang diproses oleh petugas loket, bukannya malah ditumpuk aja. Saya tetap menunggui didepan setiap loket yang sedang memproses map saya, akibatnya mau gak mau si petugas memproses map berkas saya meskipun sambil ngedumel (gak ada uang tipnya, yang rata-rata 5 ribu perloket). Kebetulan waktu itu yang "demo" bukan hanya saya sendiri tapi ada beberapa orang yang juga sudah sebel melihat petugas yang cuma mau memproses map berkas yang diselipi uang tip. Kondisi berbeda dengan proses di gedung biru (untuk ngurus BPKB), yang pelayanan sudah sangat rapi dan teratur. Kesannya kayak di bank (swasta), setelah saya perhatikan ternyata saat itu mereka sedang dalam persiapan untuk ISO certified. Sulis BCI267
----- Original Message ---- From: Yasier <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Wednesday, August 13, 2008 7:10:08 PM Subject: [baleno] Sharing Perpanjangan STNK 5 Tahunan Rekan2 yth, Saya hanya ingin sharing pengalaman mengurus perpanjangan STNK 5 tahunan di SAMSAT Kebon Nanas Jakarta Timur. Terutama bagi pemilik kendaraan yang baru pertama kali mengurus perpanjangan 5 tahunan. Semoga bermanfaat! Mobil saya baleno tahun 1998 yang habis STNK-nya pada tanggal 11 Agustus 2008 kemarin. Pada hari Sabtu tanggal 9 Agustus sekitar jam 08.15 saya tiba di Samsat Kebon Nanas, Jaktim. Ternyata, seperti yang diinformasikan di beberapa milis benar adanya, sudah banyak sekali yang mengantri! (Sebenarnya saya sudah diberitahu untuk datang pagi2 sebelum jam 8, namun karena masih ada keperluan, saya jadi datang "agak" terlambat :-p). Sebagai informasi, khusus hari Sabtu, Samsat buka dari jam 8 pagi sampai jam 11 siang saja. Pertama-tama, karena ini merupakan perpanjangan 5 tahunan (ganti STNK dan No. Plat), maka harus dilakukan cek fisik, yakni membawa mobil ke lokasi cek fisik (lewat jalan di sebelah kiri memutari gedung utama lewat belakang menuju ke sisi kanan) dan mengantri di sana. Di sini saya melihat prosesnya yang cukup lama. Terlihat petugas lamban sekali melakukan penggosokan nomor rangka dan nomor mesin kendaraan yang mengantri di depan, sambil sesekali terlihat celingukan melihat orang-orang yang mengantri mobilnya untuk dicek fisik. Dugaan saya benar, beberapa petugas nampaknya menunggu kesempatan untuk didekati oleh orang-orang yang masih mengantri dibelakang dan minta mobilnya dapat didahului untuk digosok. Saya sempat melihat orang yang mengantri dibelakang minta didahulukan secara bisik-bisik, dan sang petugas dengan senang hati melakukan penggosokan Nomor Rangka dan mesin tanpa peduli bahwa masih ada beberapa mobil di depan-nya yang belum digosok. Setelah selesai menggosok, saya meihat sendiri pemilik mobil di belakang tersebut memberikan selembar uang 5 ribuan, namun sepertinya sang petugas merasa kurang, sehingga pemilik mobil menambahkan lagi selembar 5 ribuan. Ketika giliran mobil saya di cek fisik (setelah menunggu sekitar 25 menit), ternyata proses penggosokan nomor rangka dan mesin tidak lama kok. Hanya 5 menit saja. Setelah selesai, saya diberikan lembar hasil cek fisik yang sudah ditanda-tangani petugas cek fisik,. Kemudian saya langsung masuk ke dalam mobil dan bersiap untuk keluar dari lokasi cek fisik. Namun ternyata sang petugas dengan terang- terangan meminta "uang lelah", dengan berkata "buat yang nggosok pak". Terus terang saya tidak tahu ketentuannya, apakah untuk cek fisik terdapat biaya resmi/atau tidak. Saya beri dia selembar 5 ribuan dan segera keluar dari lokasi tersebut. Setelah memarkir kendaraan di lokasi parkir Samsat, saya menuju loket pengesahan hasil cek fisik yang terletak di dekat lokasi cek fisik. Lembar cek fisik beserta KTP asli pemilik mobil dimasukkan ke dalam loket 4, dan setelah itu tinggal menunggu dipanggil. Di lokasi loket ini terdapat beberapa pengumuman yang menyatakan bahwa proses pengesahan dokumen cek fisik paling lama adalah satu jam (Menurut saya ini suatu komitmen yang bagus dari pihak Samsat, sehingga mengurangi kemungkinan pemrosesan yang terlalu lama). Sekitar 25 menit, saya sudah dipanggil dan mendapatkan lembar cek fisik yang telah disahkan (tanda tangan dan stempel resmi) beserta KTP asli. Kemudian saya menuju gedung Utama Samsat untuk mengurus perpanjangan STNK lebih lanjut. Yang perlu dilakukan adalah mengambil formulir perpanjangan STNK, dan mengisinya sesuai dengan contoh yang di berikan di beberapa meja penulisan. Dalam proses ini, ada beberapa orang yang mendekati saya dan menawarkan jasanya untuk mempercepat proses pengurusan. Saya tolak dengan halus tanpa menanyakan berapa biaya yang ditawarkan (karena biasanya mereka akan lebih getol menawarkan kalau kita terlihat berminat). Dokumen yang harus dimasukkan untuk pemrosesan (disusun berurutan dari bawah ke atas dan di staples agar rapi): Formulir Isian Perpanjangan STNK 1 Copy BPKB 1 Copy STNK 1 Copy PKB 1 Copy KTP STNK Asli PKB Asli KTP Asli Ada tempat fotokopi di bagian belakang melalui loket-loket perpanjangan STNK Roda 4 (Biaya Rp.500 per lembar, saya sarankan semua dokumen di foto-copy terlebih dahulu sebelum ke Samsat). Proses sekitar 10 Menit Kemudian saya menuju bagian perpanjangan STNK Roda 4 (R4) yang terletak di sebelah kanan. Sesampainya di sana saya diminta menekan tombol antrian dan mendapatkan 2 lembar nomor antrian, dan duduk menunggu panggilan. Setelah dipanggil (kira-kira 25 menit) saya serahkan dokumen yang sudah tersusun rapi beserta satu lembar nomor antrian ke Loket No. 1. Setelah itu saya kembali duduk dan menunggu. Setelah kira-kira 20 menit, nomor antrian saya/nama pada STNK dipanggil dari Loket 2, dan mendapatkan form pelunasan pembayaran PKB, yang terdiri atas: PKB : Rp.1.185.000 SWDKLLJ : Rp. 143.000 Biaya Adm STNK : Rp. 50.000 Biaya Adm TNKB : Rp. 20.000 Total Rp. 1.398.000 Kemudian saya langsung menuju loket 3 (Kasir) tanpa mengantri untuk melakukan pembayaran sejumlah di atas, dan diberikan lembar copy form pelunasan pembayaran PKB, dan kemudian kembali menunggu di kursi tunggu, untuk menunggu panggilan pengambilan STNK Baru. (Saya dengar dari pemilik kendaraan lain, ada salah satu kasir menawarkan untuk mempercepat proses dengan menyelipkan selembar uang 5 ribuan dibalik form pelunasan pembayaran, namun pemilik kendaraan tersebut menolak) Kurang lebih 20 menit, saya dipanggil untuk mengambil STNK Baru. Setelah mendapatkan STNK Baru, saya kembali menuju ke arah lokasi loket cek fisik, karena di dekat sana kita harus memproses nomor Plat Baru (s/d Agustus 2013) Kemudian saya serahkan STNK baru dan bukti pelunasa pembayaran pada loket Nomor Plat, dan menunggu sekitar 10 menit saya telah mendapatkan Plat baru Baleno saya. Di sini juga terlihat beberapa pemilik kendaraan yang menyelipkan selembar 5 ribuan, dan terbukti lebih cepat mendapatkan nomor Plat baru disbanding saya. Setelah mendapatkan Plat nomor baru, saya pulang dengan tersenyum. Jam menunjukan pukul 10.40. Ternyata tidak terlalu menyulitkan, meskipun prosesnya cukup lama (kurang lebih 2.5 jam) dan di tengah pemrosesan banyak godaan dari orang-orang yang menawarkan jasa mepercepat pemrosesan. Mungkin kalau saya boleh berpesan di sini, kita jangan membiasakan untuk memberi pembayaran selain yang resmi saja. Dalam kasus saya, sebenarnya hanya sejumlah Rp. 1.398.000 saja yang menjadi kewajiban pemilik kendaraan. Ada beberapa orang pemilik kendaraan yang saya tanya/berkomentar bahwa kalau tidak diselipkan uang, prosesnya lebih lama. Saya akui dan alami itu. Namun kita perlu juga memberikan pembelajaran kepada petugas loket bahwa sudah tidak jaman-nya lagi mengharapkan tambahan "lain-lain". Mungkin ada yang berpikir "Ah cuma 5-15 ribu perak aja, gak masalah lah !" Namun itu akan menjadi kebiasaan buruk, dan bukan tidak mungkin akan kembali seperti dulu lagi, dimana setiap loket pasti ada "tarif" nya. Ok, demikian saja dari saya. Sekali lagi, semoga bermanfaat! Yasier ------------------------------------ Kunjungi Situs Baleno Club Indonesia di www.baleno.infoYahoo! Groups Links [Non-text portions of this message have been removed]
