Ikut nimbrung ya. Pengertian subsidi utk Premium itu kalo gak salah mengacu pd selisih harga jual di Indo dgn harga jual internasional, pls cmiiw ya. Padahal menurut sy, subsidi itu artinya kita menjual sesuatu di bawah tingkat biaya produksi. Misal biaya produksi Rp. 100, lalu kita jual Rp. 75, berarti kita mensubsidi Rp. 25. Masalahnya sekarang ada gak laporan mengenai berapa biaya produksi sebenarnya utk 1 liter Premium itu? Kayaknya sih blm pernah ada laporan Pertamina yg dibuka ke publik ya, atau mungkin sy yg ketinggalan berita? Sy rasa sbg negara pemilik tambang minyak, wajar bila rakyat kita membeli bensin dgn harga yg lbh murah dibanding Singapura misalnya yg gak punya tambang minyak. Perihal pencabutan subsidi, sy gak setuju premium dibatasi hanya utk angkutan umum, yg ada nanti pengusaha angkutan umumnya punya usaha sampingan jadi penimbun Premium, he-he-he....... Mending dicabut aja sekalian utk semua pengguna. Nah buat angkutan umum dibagikan voucher diskon utk jumlah pembelian rata2 yg mereka lakukan dlm jangka waktu tertentu, entah bulanan, tiga bulanan, atau enam bulanan. Cuma sy lsg kepikir pembagian voucher ini bs jadi lahan baru korupsi juga sama spt pembagian BLT tempo hari, dimana di area tertentu (bkn semua ya) buat yg mau mendaftar sbg penerima BLT hrs rela BLTnya disunat utk "uang administrasi".... Sori ya jadi pesimis, tp emang negeri ini butuh banyak perbaikan, & terutama butuh orang2 yg mampu, jujur, & BERANI. Tp yg jelas, mobil2 mewah 2000cc ke atas, mestinya gak pantas pake Premium.....masak mampu beli mobil mahal gak mampu beli bensin yg kualitasnya lbh baik?
Salam, Eddie BCI 241 To: [email protected] From: [email protected] Date: Sat, 24 Jul 2010 08:14:29 -0700 Subject: Re: [baleno] Setujukah Anda Subsidi Premium dicabut..? Kalau kita slalu skeptis dan tidak mau mencoba perubahan itu ngga akan terjadi Om. Sudah banyak yg berubah di Negri ini semua slalu diawali pro dan kontra jelas karena ada berbagai kepentingan, toh pada akhirnya ketika rakyat yg meminta, perubahan itu terjadi. Kita harus jujur pada diri Kita sendiri semua nyata dan ada, suka tidak suka Indonesia tercinta sudah jauh lebih baik dari jaman Orla dan Orba, perubahan itu perlahan tapi pasti bisa dan telah terjadi. "... Jangan pernah tanyakan apa yg bisa negara berikan kepada Mu, tapi tanyalah apa yg bisa Kamu berikan ke Negara Mu..." Salam Ajat BCI 247 From: Tras No Wan <[email protected]> To: [email protected] Sent: Sat, July 24, 2010 9:36:26 PM Subject: Re: [baleno] Setujukah Anda Subsidi Premium dicabut..? Saya sich setuju saja. Tapi tidak sepertinya bagi pihak-2 yang mengaku "ekonomi pas-2an". Teori seperti om Ajat tulis adalah bagus, tapi pasti prakteknya akan sulit (karena ada pembagian ini dan itu). Seperti pada kasus minyak tanah (seperti yang dianalogikan di bawah), Pertamina harus berani ekstrem. Tidak menjual sama sekali premium atau dijual terbatas banget (dulu sering lihat di pompa SPBU Pertamina ada tulisan "Solar habis" - tanpa ada penjelasan jelas, kenapa?) Kalau premium tidak ada, maka tentunya tidak perlu ada yang di subsidi kan ? Apalagi kalo terjadinya sebelum kasus FP mbledug, hasilnya mungkin akan sama dengan peralihan minyak tanah ke elpiji. Sepeda motor saya (yang menjadi kendaraan dinas harian, sedangkan mbal buat nyari side job dan pacaran hehehe) hanya dua kali isi premium. Selebihnya gonta ganti dari shell super, petronas 92 dan pertamax. Udah ga makan subsidi dari lebih tiga tahun lalu. Cuma mudah2an kasus subsidi adalah kebahagiaan pihak "ekonomi pas2an" saja, bukan juga buat para oknum petinggi yang bisa mengambil "manfaat" mengalirnya subsidi. Biasalah, yang gratisan itu lebih enak daripada bayar sendiri... hehehe.... regards, Yose. 2010/7/24 ajat sudrajat <ajat2...@yahoo. com> Daripada ribut soal fuel pump, mendingan membuat wacana baru dah, khususnya soal subsidi premium, kalau ngebahas soal ini kayanya ngga akan dituntut balik deh he he Ketika kasus fuel pump mati mencuat, banyak pihak yg menuding atau menduga fuel pump pada mati karena kualitas Premium (RON 88) yg dijual Pertamina bermasalah. Kenapa hal ini terjadi..? jelas karena yg menjual bbm RON 88 hanyalah pertamina, kenapa cuman Pertamina..? Karena untuk premium masih di subsidi oleh pemerintah yg dananya diambil dari APBN. Jumlah subsidi ini jumlahnya begitu luar biasa besar. Senadainya saja premium tidak hanya dijual oleh Pertamina, mungkin tudingan itu tidak akan mengarah ke Pertamina saja. Hikmah dari kejadian ini koq Saya berfikir kenapa pemerintah tidak mencabut saja subsidi bbm khususnya premium, jadi perusahaan swasta bisa menjual bbm jenis ini, dengan begitu Pertamina bukan lagi satu2nya perusahaan yg menjual premium maka kualitas bbm yg dijual dipasaran akan lebih kompetitif dengan adanya pilihan buat konsumen untuk tidak membeli premium hanya di SPBU Pertamina. Daripada skr wacana yg muncul hanyalah pembatasan th produksi kendaraan yg boleh memberi premium atau menurunkan kadar oktan menjadi 84 atau lebih rendah lagi, Sy fikir kebijakan itu hanya isapan jempol belaka dan akan gagal. Lebih baik cabut saja subsidi premium khusus buat kendaraan pribadi lebih khusus lagi mobil so mungkin yg disubsidi hanyalah premium untuk kendaraan umum dan roda 2 (Motor) Adapun Argumen Sy soal pencabutan terbatas subsidi premium ini adalah : 1. Premium bersubsidi tetap hanya dijual SPBU Pertamina tapi hanya boleh dibeli oleh kendaraan umum dan pengguna sepeda motor, hal ini bertujuan untuk melindungi masyarakat menengah bawah. 2. Sementara itu SPBU swasta diperkenankan menjual premium non subsidi. Hal ini bertujuan agar hak2 konsumen terlindungi. Masih ingatkah dulu sebelum ada pom bensin swasta betapa SPBU2 Pertamina tidak memberikan pelayanan terbaik terhadap konsumen, kasus pom bensin curang lah, pelayanan tidak ramah lah dll. Tapi ketika pombensin swasta muncul, ,mau ngga mau Pertamina harus bebenah agar tidak ditinggalkan konsumennya, maka muncululah SPBU2 Pasti Pas yg pelayanannya jauh lebih baik dari sebelumnya. Selain itu karena harga bbm non subsidi mengacu pada harga minyak internasional, maka harga jual pun akan sangat kompetitif, skr aja harga antara SPBU yg satu dengan yg lainnya pasti berbeda, dengan begitu konsumen bisa memilih mana yg terbaik. 3. Konversi minyak tanah ke Gas yg asalnya dihujat akan memberatkan masyarakat, terbukti berhasil dan berjalan, terlepas ada kekurangan disana sini seperti kasus tabung meladak, regulator palsu, slang palsu dll toh kenyataannya program ini bisa diterapkan, tinggal kontrol pelaksanaannya aja yg harus diperbaiki. Nah melihat dari kasus ini Sy yakin pencabutan subsidi premium juga bisa berjalan dgn baik. 4. Kalau ada anggapan bahwa dampak dari pencabutan subsidi ini akan memberatkan masyarakat bawah, Sy fikir ngga juga. Subsidi untuk bbm bisa dialihkan ke sektor lain misal pendidikan atau kesehatan. Jadi anak2 bisa sekolah gratis sampai tingkat SMA dan berobat gratis ditingkat Puskesmas misal so biaya sekolah akan menjadi ringan dan hanya beralih sedikit untuk biaya tambahan premium yg naik. Lebih dari 40th Kita dimanjakan oleh Pemerintah dengan berbagai Subsidi, liat jaman Orde Baru semua serba murah karena hampir semua sektor disubsidi Pemerintah dan ketika era Reformasi subsidi2 tersebut dicabut karena membuat utang negara menjulang tinggi dampaknya bisa Kita rasakan sekarang. Sudah saatnya Kita jadi Masyarakat yg maju dan Mandiri. Sy yakin selama Pemerintah punya niat, kemauan dan para penguasa tidak tamak tapi mau mengurusi rakyatnya dengan baik, maka masyarakat bisa menikmati hasilnya. Hahhh serius amat ya he he ngga apa2lah toh berdiskusi berbagi wacana ngga ada ruginya kan..? Siapa tau walau hanya setitik yg bisa Kita berikan ternyata bisa membantu Negri Kita tercinta ini lebih maju dan berjaya dikemudian hari. Salam Ajat BCI 247 _________________________________________________________________ NEW! Get Windows Live FREE. http://www.get.live.com/wl/all
