Saya memahami kerisauan teman kita Pak Bangsing dan barangkali masih banyak yang lainnya membaca berita di Balipost tersebut. Upaya yang dilakukan oleh Pak Bangsing melalui surat pembaca ke Balipost sudah sangat tepat, dan mudah-mudahan segera bisa dimuat. Kita inginkan Kepolisian yang netral dan tidak sembarang memihak, jika persoalannya masih dalam pro-kontra. Hanya saja sekarang kita pertanyakan balipost ini, mudah-mudahan masih tidak memihak. Saya sampai sekarang menunggu-nunggu tulisan bagus sekali dari Pak Bangsing yang baru-baru ini dikirimkan juga ke Balipost (Judul: PLTGU Pemaron Jangan Dipaksakan), tapi sampai sekarang belum dimuat, ada apa gerangan.
Dua hari yang lalu juga ada berita bagus dari DPRD Bali tentang pernyataan anggota DPRD Bali, bahwa semua kegiatan fisik di Pemaron terkait PLTGU harus dihentikan dulu, karena PLTGU ini ditenggarai melanggar Perda no.4/1999, dan sekarang sedang dibahas di DPRD Bali, karena persoalan ini sudah lintas kabupaten. Tapi berita seperti ini hanya dimuat di Denpost, tidak di Balipost. Namun demikian, saya berharap saya salah dalam menilai balipost. Kembali ke pernyataan Kapolres, perlu saya sampaikan disini bahwa tadi pagi (22/1/03), kami mencoba bertemu dengan Bapak Kapolres dengan maksud memberikan informasi tentang situasi PLTGU Pemaron yang sebenarnya, agar beliau memperoleh informasi yang seimbang, ini juga untuk mencegah kesalah pahaman Kapolres kalau terjadi hal-hal diluar dugaan di lapangan. Sayang sekali beliaunya sibuk, dan kami hanya ditemui oleh Wakapolres. Kami sudah minta agar Wakapolres mengatur waktu supaya kami bisa bertemu dengan Kapolres, kapan saja. Sekian informasi dari saya. Salam Gde Wisnaya -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]] Sent: Wednesday, January 22, 2003 1:04 PM To: [EMAIL PROTECTED] Cc: [EMAIL PROTECTED] Subject: [bali] [Fwd: Kapolres siap melindungi Lovina dari bahaya pencemaran ?] Ysh. Teman-teman LP3B Bersama ini saya forwardkan satu mail yang saya coba kirimkan ke redaksi Bali Post. Saya belum mengetahui, apakah dimuat di surat pembaca atau tidak. Nampaknya kita mesti membangunkan teman-teman kita yang masih tertidur. Bila PLTGU ini jadi dibangun, wah rasanya Pariwisata Buleleng akan menggelepar, dan akhirnya sekarat. Saya berharap mudah-mudahan PLTGU ini tidak jadi dibangun di Bali. Apabila pihak IP ngotot, apa yang bisa kita lakukan ?Saya tunggu respon dari teman-teman. Sampai jumpa. salam sejahtera Nyoman Bangsing ------- Original Message -------- Subject: [Fwd: Kapolres siap melindungi Lovina dari bahaya pencemaran ?] From: <[EMAIL PROTECTED]> Date: Mon, January 20, 2003 3:44 pm To: <[EMAIL PROTECTED]> -------- Original Message -------- Subject: Kapolres siap melindungi Lovina dari bahaya pencemaran ? From: <[EMAIL PROTECTED]> Date: Mon, January 20, 2003 3:31 pm To: <[EMAIL PROTECTED]> Ysh. Redaksi Bali Post di Denpasar Membaca Bali Post hari ini senin 20 Januari 2003, termuat berita bahwa Kapolres Buleleng siap mengamankan pembangunan PLTGU Pemaron. Wah hebat sekali pengabdian Bapak Kapolres kita ini. Saya ingin bertanya pada Bapak Kapolres, apakah Bapak siap melindungi kawasan wisata Lovina, termasuk pantai utara Bali dari bahaya pencemaran yang mungkin ditimbulkan oleh pembangunan PLTGU tersebut ? Di satu sisi saya bisa memahami posisi Bapak sebagai Kapolres, dimana tugas Bapak adalah mengamankan instalasi-instalasi milik pemerintah. Hanya saja saya sangat menyayangkan, bahwa Bapak berkomentar dalam konteks yang salah. Menurut hemat saya Bapak sebagai Kapolres mestinya bersikap netral, mengingat rencana ini masih menyisakan sikap pro dan kontra di masyarakat Buleleng. Pertanyaan saya pada Bapak, apabila pantai utara pulau Bali nanti tercemar, apakah Bapak mau bertanggung jawab ? Sadarkah Bapak berapa besar resiko yang mesti dihadapi oleh penghuni pulau dewata, bila suatu saat pengangkut bahan bakar yang akan mensuplay PLTGU tersebut mengalami kecelakaan di laut lepas ? Bila berton-ton solar telah tumpah ke laut lepas, apakah kita sudah menguasai teknologi untuk penanganannya ? Sadarkah Bapak resiko kerusakan biota laut yang akan ditimbulkannya ? Apabila seseorang pernah membaca AMDAL yang dibuat oleh pihak Indonesia Power, maka dia akan merasa geli, mengingat banyak butir-butir yang terasa dipersiapkan secara tergesa-gesa. Saya kebetulan sempat membaca satu copy dari AMDAL mereka, dan saya mendapat kesan, Indonesia Power tidak didukung oleh tenaga ahli yang memang menguasai bidangnya. Sebenarnya masih banyak hal yang bisa saya pertanyakan di sini, hanya saja saya khawatir hal itu bukanlah bidang keahlian Bapak. Oleh karena itu, saran saya kepada Bapak, cobalah bersikap netral, dan mari bersama-sama berusaha mencari solusi terbaik dari permasalahan yang ada. Sebagai penutup saya ucapkan banyak terimakasih pada redaksi Bali Post. Salam sejahtera Nyoman Bangsing Purnawarman 45. Bandung -- Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. Publikasi : http://www.lp3b.or.id Arsip : http://bali.lp3b.or.id Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> Berlangganan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> ---------------------------------------------------------------------------- Ikuti polling TELKOM Memo 166 di www.plasa.com dan menangkan hadiah masing-masing Rp 250.000 tunai ---------------------------------------------------------------------------- -- Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia. Publikasi : http://www.lp3b.or.id Arsip : http://bali.lp3b.or.id Moderators : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> Berlangganan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]> Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
