Ysh. Teman-teman LP3B
Bersama ini saya forwardkan satu mail yang saya coba kirimkan ke redaksi Bali
Post. Saya belum mengetahui, apakah dimuat di surat pembaca atau tidak.
Nampaknya kita mesti membangunkan teman-teman kita yang masih tertidur.
Bila PLTGU ini jadi dibangun, wah rasanya Pariwisata Buleleng akan
menggelepar, dan akhirnya sekarat. Saya berharap mudah-mudahan PLTGU ini
tidak jadi dibangun di Bali. Apabila pihak IP ngotot, apa yang bisa kita
lakukan ?Saya tunggu respon dari teman-teman. Sampai jumpa.

salam sejahtera
Nyoman Bangsing
------- Original Message --------
Subject: [Fwd: Kapolres siap melindungi Lovina dari bahaya pencemaran ?]
From: <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Mon, January 20, 2003 3:44 pm
To: <[EMAIL PROTECTED]>

-------- Original Message --------
Subject: Kapolres siap melindungi Lovina dari bahaya pencemaran ?
From: <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Mon, January 20, 2003 3:31 pm
To: <[EMAIL PROTECTED]>

Ysh. Redaksi Bali Post
di Denpasar

Membaca Bali Post hari ini senin 20 Januari 2003, termuat berita bahwa
Kapolres Buleleng siap mengamankan pembangunan PLTGU Pemaron. Wah
hebat sekali pengabdian Bapak Kapolres kita ini.
Saya ingin bertanya pada Bapak Kapolres, apakah Bapak siap melindungi
kawasan wisata Lovina, termasuk pantai utara Bali dari bahaya pencemaran
yang mungkin ditimbulkan oleh pembangunan PLTGU tersebut ?
Di satu sisi saya bisa memahami posisi Bapak sebagai Kapolres, dimana
tugas Bapak adalah mengamankan instalasi-instalasi milik pemerintah.
Hanya saja saya sangat menyayangkan, bahwa Bapak berkomentar dalam
konteks yang salah. Menurut hemat saya Bapak sebagai Kapolres mestinya
bersikap netral, mengingat rencana ini masih menyisakan sikap pro dan
kontra di masyarakat Buleleng.
Pertanyaan saya pada Bapak, apabila pantai utara pulau Bali nanti
tercemar, apakah Bapak mau bertanggung jawab ?
Sadarkah Bapak berapa besar resiko yang mesti dihadapi oleh penghuni
pulau dewata, bila suatu saat pengangkut bahan bakar yang akan mensuplay
PLTGU tersebut mengalami kecelakaan di laut lepas ?
Bila berton-ton solar telah tumpah ke laut lepas, apakah kita sudah
menguasai teknologi untuk penanganannya ?
Sadarkah Bapak resiko kerusakan biota laut yang akan ditimbulkannya ?
Apabila seseorang pernah membaca AMDAL yang dibuat oleh pihak Indonesia
Power, maka dia akan merasa geli, mengingat banyak butir-butir yang
terasa dipersiapkan secara tergesa-gesa. Saya kebetulan sempat membaca
satu copy dari AMDAL mereka, dan saya mendapat kesan, Indonesia Power
tidak didukung oleh tenaga ahli yang memang menguasai bidangnya.
Sebenarnya masih banyak hal yang bisa saya pertanyakan di sini, hanya
saja saya khawatir hal itu bukanlah bidang keahlian Bapak. Oleh karena
itu, saran saya kepada Bapak, cobalah bersikap netral, dan mari
bersama-sama berusaha mencari solusi terbaik dari permasalahan yang ada.
Sebagai penutup saya ucapkan banyak terimakasih pada redaksi Bali Post.

Salam sejahtera
Nyoman Bangsing
Purnawarman 45. Bandung




--  
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>

Kirim email ke