Dear Friends,
saya sangat trenyuh membaca semuanya, namun memang
terjadi dibanyak tempat di Indonesia ini.
Saya tidak sepenuhnya setuju dengan pendapat bahwa
jika tidak ada ekspatriat, kita saling sikut....
Sangat emosional dan ada trauma dalam pernyataan
tersebut.
Saya melihat masih banyak orang pribumi yang mempunyai
kemampuan managerial cukup baik. Mungkin dalam
beberapa kasus, cara meminggirkan orang2/memilih
orang2 kurang profesional atau terlihat kurang
berbasa-basi, namun kita memang harus belajar
menghargai bangsa sendiri. Harus ada semangat untuk
menunjukkan harga diri bangsa. Jujur saja, tidak ada
yang lebih dari mereka kecuali kemampuan mereka untuk
bekerja keras. Bahkan kekurangan mereka yang terbesar
adalah hidup "boros". Saya akan lebih memilih
menyediakan kelapa muda di rumah, dibandingkan wine
misalnya. 
Hayo....mari kita buktikan "tampang kampung kita"
berisi otak yang encer, kerja yang profesional,
kejujuran dan kesehatan yang prima. 
Tidak akan ada saling sikut, kalau tidak
ditanggapi.....pokoknya tetap bersikap manis, santun
dan kerja keras....doakan dia (acep sabilang peteng),
jangan pernah menyerah untuk menundukkan musuh dengan
cara yang santun dan penuh kasih.

cheers : Widi 


--- Wisnaya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> FYI
> ----- Original Message ----- 
> From: [EMAIL PROTECTED] 
> To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] 
> Sent: Friday, January 02, 2004 1:48 PM
> Subject: Re: [itb77] FW: [ytisman3] TEXMACO - THE
> UNTOLD STORY
> 
> 
> Cukup menarik untuk dibaca contoh kasus Texmaco ini.
> Saya juga pernah mengalami dan merasakan pengalaman
> pahit bekerja di perusahaan asing yang mendunia.
> Hanya untuk gaji, fasilitas dll (+/- item-itemnya
> sama dengan contoh kasus di Texmaco), pabrik yang
> menjadi tanggung jawab saya harus mengeluarkan
> ongkos +/- 1,4 milyar rupiah per tahun dengan kurs
> pada saat itu masih sekitar 6000-an (hanya untuk
> satu orang ekpatriat). Ada beberapa ekpatriat di
> bagian / divisi lain. Kalau di Indonesia
> diberlakukan layaknya super boss, tetapi kalau
> dikampungnya ,pergi pulang kantor nyopirpun sendiri
> karena kalau sedang ditempatkan di kantor yang ada
> di kampungnya sendiri ybs hanya karyawan biasa.
> Tetapi kalau ditempatkan di Indonesia semuanya
> dilayani dengan berbagai fasilitas yang luar biasa.
> Kasarnya, mungkin hanya ke kamar kecil saja tidak
> diladeni. 
> 
> Namun disisi lain dengan contoh-contoh serupa dengan
> ekpatriat di Texmaco (tentunya di perusahaan lainpun
> banyak), kita sebagai bangsa mestinya introspeksi
> juga. Karena sadar atau tidak, kita sendiri yang
> membuka peluang terciptanya kondisi seperti itu.
> Coba kita cermati, di suatu perusahaan yang
> kebanyakan orang lokal, kondisinya belum tentu lebih
> baik. Sudah menjadi pemandangan umum bahwa saling
> sikut, saling menjatuhkan merupakan budaya kerja
> dari sebagian diantara kita. Agar kita sebagai
> bangsa tidak selalu kecewa karena untuk beban
> tanggung jawab yang sama  dibayar hanya < 20% dari
> karyawan ekpatriat, mari kita bersatu dan berasa
> yang sama dengan aura yang profesional. Bukan hanya
> merintis persatuan berdasarkan kebutuhan suku, ras
> apalagi agama saja. Hanya dengan demikian kita
> sebagai bangsa akan diberlakukan manusiawi oleh
> bangsa lain.
> 
> Kita tidak usah membenci ekpatriatnya, tetapi mari
> kita melakukan introspeksi kenapa kondisi tsb bisa
> terjadi.
> 
> Terima kasih.
> 
> I Ketut Widiarsa
> 
> >
> >
> >Teman2 ITB 77, mungkin ini dapat dijadikan bahan
> renungan kita
> >
> >TEXMACO - THE UNTOLD STORY Bacalah dengan sabar,
> >
> >
> >
> >kalo Anda pingin jadi expatriat India, jangan lupa
> beri nama keluarga Anda
> >
> >dengan SINIVASAN,
> >
> >
> >
> >selamat menikmati-
> >
> >
> >
> > 
> > 
> >Kepada Yth:
> >
> >Ketua BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Nasional)
> >
> >di Jakarta
> >
> >Tembusan:
> >
> >1. Ketua DPR  RI
> >
> >2. Ketua MPR RI
> >
> >3. Media massa
> >
> >
> >
> >KASUS DI BALIK HUTANG TEXMACO GROUP
> >
> >Kepada Yth. Ibu/Bapak sekalian, Kami segenap
> karyawan dan ex karyawan
> >Texmaco Group memohon bantuan kepada Bapak/Ibu
> untuk dapat ikut
> >
> >mengungkap Kasus Di Balik Hutang Texmaco Group.
> >
> >
> >
> >Kami sangat sedih dan tidak rela kalau pemerintah
> dengan gampang dan
> >
> >tanpa pertimbangan matang mengucurkan kredit baru
> kep erusahaan di
> >
> >bawah Texmaco group karena kami merasa yakin bahwa
> itikad baik dari
> >
> >pihak manajemen/pemilik perusahaan sama sekali
> tidak ada.
> >
> >
> >
> >DIBALIK RENCANA DEMO KARYAWAN TEXMACO.
> >
> >Karyawan Texmaco berdemo diatur dengan rapi oleh
> pihak Manajemen
> >
> >(Expatriat).
> >
> >Dengan adanya rencana demonstrasi karyawan Texmaco
> Group, kami
> >
> >sebagian di antara ex karyawan dan karyawan Texmaco
> sangat yakin kalau
> >
> >demo ini benar-benar bukan aspirasi dari mayoritas
> karyawan Texmaco.
> >
> >Tuntutan yang diajukan sangat tidak masuk akal.
> Jika murni dari aspirasi
> >
> >
> >karyawan Texmaco seharusnya yang dituntut adalah
> pimpinan Texmaco Group
> >
> >sendiri untuk membubarkan/memulangkan karyawan
> Expatriat yang jumlahnya
> >
> >sangat banyak.
> >
> >
> >
> >Berikut adalah sekilas gambaran pemborosan yang
> terjadi di Texmaco Group
> >
> >
> >yang sudah berjalan lebih dari 30 tahun. Gambaran
> gaji dan fasilitas apa
> >
> >
> >saja yang mereka dapatkan berikut perkiraan biaya
> yang kami ambil secara
> >rata-rata perbulan. Data ini kami dapatkan dari
> rekan yang masih bekerja
> >
> >
> >di Texmaco dan memiliki akses informasi Expatriat
> secara mendetail.
> >
> >
> >
> >1.  Gaji rata-rata: $4 000/bulan (= 34 juta/bulan)
> >
> >2.  Rumah/Apartemen (perabot lengkap): Rp 4
> Juta/bulan
> >
> >3.  Telepon, Listrik, PAM: 3 Juta/bulan
> >
> >4.  Mobil dinas: 5 Juta/bulan
> >
> >5.  Pengemudi: 1.5 Juta/bulan
> >
> >6.  Telepon Genggam: 3 Juta/bulan
> >
> >7.  Transportasi: 2 Juta/bulan
> >
> >8.  Pelayanan Kesehatan: 2 Juta/bulan
> >
> >9.  Sekolah Anak (Internasional): 2 Juta/bulan
> >
> >10. Tiket pesawat untuk cuti (1 bulan dalam
> setahun): 3 Juta/bulan
> >
> >      (36 Juta/tahun)
> >
> >11. Tiket pesawat, hotel, perpanjangan KIM S di
> Singapura: 1/2 Juta/bulan
> >
> >      (6 Juta/tahun)
> >
> >
> >
> >Total biaya yang dikeluarkan per orang Expatriat:
> 60 Juta/bulan
> >
> 
=== message truncated ===


__________________________________
Do you Yahoo!?
New Yahoo! Photos - easier uploading and sharing.
http://photos.yahoo.com/

--  
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>

Kirim email ke