Tok, aku baik-baik saja. Aku terima semua email anda, trims atas saran-saran tentang masalah sampahnya. Kapan ke Bali ?


On Fri, 3 Sep 2004 22:37:48 -0700 (PDT) R Susanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Wis, apa khabar, sms-ku galungan sampai nggak, bagaimana LP3B kok sepi-sepi aja, lagi istirahat atau gue dipecat dari kiriman berita tentang Bali, ok salam buat semua, semoga sejahtera selalu, sampai jumpa

RS/4/09/04


Gde Wisnaya Wisna <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Rekans,
Ini ada masukan menarik dari Herr Lengkey yang tinggal di Jerman.


Viele Gruessen
GW

----- Original Message -----
From: lengkey To: Sent: Tuesday, June 15, 2004 5:40 PM
Subject: [bali] Re: Sampah



PaK Gde & Teman-teman Yth,

Saya ingin memberikan sedikit impuls tentang penanganan sampah kita di
Singaraja/Bali. Memang untuk masalah ini sangat sulit diatasi, jika tidak
ada kerjasama bahu-membahu antara Konsumen dan Produsen.
Saya masih ingat di tahun akhir 70-han, ketika Singaraja mulai dibanjiri
tas
"Kresek". Dimana Daun Pisang dan kertas koran sudah tidak "Mode" lagi. Nah
sekarang setelah 30-tahun kemudian baru kita mengenal polusi plastik,
Polusi
Kaleng, Aluminium, Batu Baterai, dan ...lain-lainnya. Tanpa inisiatif
masyarakat yang tinggi, maka persoalan ini tak akan tertanggulangi.
Mungkin
saja bisa lahir dibumi Pandji Sakti, partai baru seperti di negara
Germany
contohnya, lahirnya partai Gr�nen, karena diawali dengan masalah okologie.
Saya sudah banyak membaca dan mendengar usaha-usaha pemda juga serta
masyarakat untuk mengatasi sampah. Toh sampai sekarang hasilnya belum
jelas.
Sampai sampai ada rencana pemda Badung/Denpasar untuk membeli/membangun
Pabrik pembakaran Sampah dari Cina. Sampai saat ini saya belum mendengar
bagaimana kelanjutannya.


Jika masalah sampah ini, sudah menjadi masalah intern di Bali, kenapa
seluruh kabupaten diBali tidak bersama-sama memikirkan hal ini. Setiap
Kabupaten mengeluarkan anggaran bersama untuk misalnya: Pengolahan akhir
Sampah, seperti Pabrik pembakaran Sampah (Jangan Lupa Penyaringan
asapnya).
Dari sini ada Produk sampingan yang bisa dihasilkan, seperti air panas
atau
Listrik. Dari pada bagi-bagi uang untuk dana Purnabakti, beh....kalau itu
semua dikumpulkan paling tidak bisa beli mesin Press Sampah....heee...,
atau....?.Men bes Pipis Rakyat dume dogen, kenkenang lakar berinvestasi
untuk kepentingan rakyat? Seng keto, malu...
Sampahpun semakin hari modelnya semakin "Aneh dan Modern", kalau jangka
panjang penanggulangannya tidak ada, maka jangan heran kalau timbul
penyakit
model baru yang akan diidap Masyarakat. Salah satu penyakit yang
dihasilkan
sampah adalah Allergie, radang Paru-Paru, perubahan janin sebelum
lahir...dllnya.


Saya mengajak pemda kita, masyarakat dan Industrie untuk bersama-sama
memikirkan sampah. Jika ke-3 Oknum ini tidak duduk bersama untuk
memecahkan
hal ini, maka tak akan ada jalan keluarnya.
Sebagai contohnya saja:
1. Setiap Industrie yang menghasilkan sampah dikenakan pajak untuk
penaggulangan sampah.
2. Tentunya, hasil pajak ini harus Transparent. Mengapa.... , karena
setiap
Rumah/Sekolah/Pasar/ Toko-Toko atau Konsumen nantinya dengan uang pajak
ini
bisa mendapat dengan cuma-cuma sebuah tong sampah. Investasi untuk Pabrik
pengolahan Sampah / Pemisahan sampah-sampah.
Sampah ini seharusnya sudah mulai didaur/ dipisahkan dari awal.
Industrie
pendauran ulang sampah / Recycle dapat dibangun. Lapangan pekerjaan
dapat
dihasilkan dan Martabat Pengangkutan Sampahpun dapat ditingkatkan
dsbnya....
Yang saya tidak lupakan juga, tentu harga barang akan naik sedikit,
karena
Konsumenpun harus menanggung sampah yang diproduksinya. Dengan
demikinan kita mendidik secara tidak langsung
kepada konsumen dan Produsen untuk mengurangi sampah. Siapa yang
lebih
banyak menghasilkan sampah dia harus lebih banyak menerima
konsekwensinya
(Lebih banyak mebayarnya)
* Untuk sampah organik - tong sampahnya dibuar warna Hijau/Hitam
Pemisahan sampah organik secara dini, dapat membantu pengolahan pengolahan
pupuk berkwalitas tingggi. Taman-taman umum dapat dirawat dengan
pupuk-pupuk
ini. Setiap rumah dapat membeli pupuk, untuk pekarangannya.
* Untuk Sampah non Organik, seperti kaleng, aluminium, produk dari bahan
Plastik (PP) - tong sampahnya berwarna Kuning.
Dalam hal ini setiap Konsumen/ Rumah dibagikan Plastik Kuning (( 50 Lt).
Mengapa Plastik kuning saja yang dibagikan cuma-cuma: karena disini ada
unsur Recycle secara langsung yang memerlukan penanganan/penanggulangan
Khusus. Dan ada andil Konsumen secara langsung. Konsumen telah membayar
secara tunai produkt yang menghasilkan sampah Recycle sebelumnya.
Biasanya Platik plastik ini di cuci dan kemudian diubah dengan pertolongan
mesin Press untuk menjadi bahan dasar seperti Granulat. Granulat Plastik
bisa direproduksi lagi untuk tong-tong sampah besar dan kecil, Tempat
tempat
duduk umum di Taman-taman dllnya
* Untuk Kertas - tong sampahnya berwarna Biru
Kertas bekaspun bisa di-Recycle, menjadi kertas yang bermutu-tinggi. Tentu
kita memerlukan investasi lagi, tetapi jangan lupa dengan adanya Recycle,
keperluan kita dengan bahan Baku Kayu sebagai Pulp, akan drastis menurun.
Penggundulan Hutan kayu sedikitnya dapat diatasi. Mensosialisasikan
masyarakat untuk menggunakan kertas Recycle juga sangat penting.
* Untuk Glaspun musti dipisahkan; gelas bening - tongnya Putih, Glas Hijau
tongnya Hijau, Glas Coklat -tongnya Coklat.
Industri Gelaspun akan dapat dibangun di Bali dan mereka akan bersyukur
karena bahan bakunya sebagian akan mudah didapat dan lebih murah.
* Batu Bateraipun dan Akku musti disortier dengan Khusus, karena banyak
yang
memerehkan sampah yang tinggi dengan racun Timbal dan Quicksilvernya.
Industri Akku dan Batu Baterai diharuskan mengambil balik sampah-sampah
ini,
dan sampah inipun dapat di Recycle kembali.
* Tong-tong sampah yang berukuran besarpun dapat mulai disediakan
ditempat-tempat strategis/ dimana masyarakat dapat menjangkaunya.


Mungkin kelihatannya atau kedengarannya sangat mudah, dalam praktiknya
memang banyak kesulitannya. Kita memerlukan banyak dukungan dari
teman-teman
dan masyarakat untuk berpikir dan bekerja bahu-membahu. "Alles ist
machbar,
nur wenn wir daran glauben"


3. UU Persampahan dapat ditinggkatkan dan di masyarakatkan. Soal Sampah
dan
Lalinpun sudah dapat disosialisasikan mulai dari TK.
Sering kalau kami pulang berlibur diBali, anak-anak kamipun yang baru
berumur 4 dan 6 Tahun selalu bertanya dan ngedumel sendiri. ....Mana Tong
sampahnya ....pah? (Pa.. wo ist die M�lltonne?)
Saya sendiri sebagai orang tua sangat malu, jika kita mengajar bersih
kepada
anak-anak, sedangkan prasarananya untuk penanggulangan sampah kita tidak
bisa memberikannya secara optimal!, Saking susahnya cari tong sampah
terpaksa yah..masukkan saja di kantong baju atau kantong celana, sampai
pulang dirumahpun jadi ribut lagi dengan anak-anak.
Anak saya teriak.... Pah..kok plastik sampah dicampur dengan daun-daun
pisang atau kertas....?, Saya cuma tersenyum kagum...dan menjawab yah..nak
kita bawa sampahnya nanti sampai di Jerman ya..... Gerrrr....rrrr.....
semua
orang yang ada ditumah jadi tertawa terbahak-bahak.....nganti adek adikk
ragane....nganti ngenceh-ngenceh mekekekan, saking lucunya.....


Masih..banyak lagi sebenarnya yang saya ingin utarakan,....dilain
kesempatan
lagi lah...,dan saya sangat bergembira dan berterimakasih jika ada
rekan-rekan semetone yang bisa memberi komentar kepada saya atau dengan
rubrik ini dapat berkenalan langsung kepada saya. Maaf jika bahasa saya
agak
kedengaranya janggal! Men kenkenang bes..mekelo gati ngoyong digumin
anake....






-- Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi : http://www.lp3b.or.id
Arsip : http://bali.lp3b.or.id
Moderators : Berlangganan : Henti Langgan :


                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Express yourself with Y! Messenger! Free. Download now.

============================================= Netkuis Instan untuk wilayah Bandung (kode area 022) - SD,SMP,SMA Berhadiah total puluhan juta rupiah... periode I dimulai 1 April 2004 =============================================


-- Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.


Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>

Kirim email ke