Dear Made Wirata,
   
  Apa kabar? Ini "hanya" awareness, waktu itu saya kebetulan ber tahun baru di 
Kuta, Bali termasuk merasakan angin kencang 2006/ 2007. . . . . Selanjutnya 
sampai sekarang saya hanya merenenung tentang di perguruan tiggi mana orang 
bisa belajar tentang "reliability engineering" ? Ada alternative?
   
  Salam, Tjahjokartiko 

Made Wirata <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Skedar Info, untuk yg sering bepergian naik pesawat terbang
Tks
MW
Sent: Thu, 4 Jan 2007 08:06:45 +0700
Subject: FW: Ramalannya meleset 1 hari (Adam Air)


From: Dhiwan Renaldi [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Wednesday, January 03, 2007 9:26 AM
To: 
Subject: Fw: Ramalannya meleset 1 hari (Adam Air)

From: Putu Dedy Awatara 
Sent: Monday, May 01, 2006 8:10 AM 
Cc: Donny Iswahyuwidodo 
Subject: Flying in Indonesia --- DANGER...!!!

Dari milist tetangga .... 
Seorang ekspatriat yang tinggal di Jakarta menulis artikel ini. FYI.

Fear Factor : Flying in Indonesia _ D A N G E R !

Pada waktu saya kembali dari liburan di Bali, saya menggunakan Adam Air 
rute Denpasar - Jakarta. Saya mendengar maskapai yang relatif baru ini 
dari beberapa teman, yang menyebutkan bahwa maskapai ini mempunyai 
pesawat-pesawat yang relatif baru dan diijinkan terbang ke Singapura.

Kedengarannya maskapai ini sangatlah bagus, khususnya jika menyangkut 
masalah tiket sekali jalan yang hanya Rp. 295.000,- yang sedikit lebih 
mahal dari penerbangan "metro-mini" Lion Air. Penawaran ini sangat 
bagus, berdasarkan pengalaman saya tinggal beberapa tahun di Indonesia. 
Tapi kemudian saya mulai berfikir bahwa ini terlalu bagus dan pasti ada 
yang salah dengan semua ini.

Bagaimanapun, saya memutuskan untuk mencoba keberuntungan saya

dan terbang bersama Adam Air, yang ternyata banyak orang juga

berfikir sama karena pesawatnya sudah penuh di booking?

Waktu naik pesawat Adam Air, saya segera melihat bahwa Boeing 737-400 
tersebut, engine cover-nya penuh dengan goresan (scratch), sayapnya 
sangat kotor dan banyak cat-nya yang cacat, pintunya juga terlihat 
sangat tua dan sangat jauh dari ekpektasi saya akan pesawat baru.

Bagaimanapun, saya tetap memutuskan untuk menguji 
level keberanian saya untuk tetap terbang dan masuk 
ke pesawat. Sebagai catatan, saya mencatat kode 
registrasi pesawat PK-KKI (lihat Table Adam Air di bawah).

Sesampainya di Jakarta, saya mencari kode tersebut di database 
penerbangan dan "Pesawat Baru" tersebut pertama kali terbang pada 10 
Desember 1988, yang artinya umurnya sudah 17 tahun, dan kalau 
dibandingkan dengan umur manusia, berarti usianya menjelang 50 tahun.

Dalam catatannya juga disebutkan bahwa pesawat ini 
mempunyai jam terbang yang tinggi, dimana sebelumnya 
digunakan oleh Sahara India Airlines, Sierra 
National Airline dan Air Belgium (pemilik pertama). 
Sungguh merupakan catatan yang menarik untuk sebuah pesawat. 
Sekarang pertanyaannya adalah apakah saya yang 
kurang beruntung sehingga mendapatkan satu-satunya 
pesawat tua di Adam Air, atau apakah semua 
pesawatnya memang tidak sebaru seperti yang saya harapkan?

Mengikuti rasa keingintahuan saya, coba lihat Tabel Pesawat Adam Air 
berikut yang menyajikan informasi umur dari masing-masing pesawat.

No Registrasi Penerbangan Pertama 
Umur

1 PK-KKF 737-200 12-02-1980 
26

2 PK-KKN 737-200 21-03-1980 
25 
3 PK-KKQ 737-200 16-01-1981 
> 25 
4 PK-KKJ 737-200 03-02-1982 
> 24 
5 PK-KKL 737-200 12-04-1984 
> 21 
6 PK-KKE 737-300 31-08-1987 
> 18 
7 PK-KKP 737-200 31-05-1988 
> 17 
8 PK-KKH 737-400 11-07-1988 
> 17 
9 PK-KKU 737-300 04-08-1988 
> 17 
10 PK-KKI 737-400 10-12-1988 
> 17 
12 PK-KKD 737-400 22-12-1988 
> 17 
13 PK-KKR 737-300 09-01-1989 
> 17 
14 PK-KKS 737-400 28-01-1989 
> 17 
15 PK-KKT 737-400 05-09-1989 
> 16 
16 PK-KKG 737-400 07-01-1991 
> 15 
17 PK-KKC 737-400 09-01-1992 
> 14 
18 PK-KKA 737-500 10-06-1997

(hanya satu pesawat yang agak aman?? Bagaimana dengan yang lain??)

Melihat tabel tersebut, saya benar-benar beruntung, dimana pesawat 
berumur 17 tahun yang saya tumpangi termasuk yang baru dibandingkan 
dengan pesawat Adam Air lain dengan kode regirtrasi PK-KKN (KKN adalah
singkatan paling 
popular di Indonesia untuk Korupsi-Kolusi-Nepotisme), yang umurnya 25 tahun.

Dibandingkan dengan usia manusia, pesawat ini sama dengan manusia 
berumur hamper 80 tahun dan mungkin sudah memesan tempat di kuburan.

Berdasarkan tabel di atas, kita bisa menghitung umur rata-rata pesawat 
Adam Air, yaitu 18 tahun. Sebenarnya, hanya ada satu pesawat yang 
umurnya kurang dari 10 tahun, dan jika saya tidak salah, ini pasti 
pesawat yang diijinkan mendarat di Singapura.

Jelas, banyak penumpang memilih Adam Air karena 
berfikir tentang pesawat yang baru, padahal armada 
sebenarnya dipenuhi oleh pesawat polesan seperti 
baru (refurbished) dengan hanya satu pesawat yang 
relatif baru, yang digunakan tim marketing Adam Air 
untuk menciptakan image, atau lebih tepat khayalan, 
tentang terbang dengan pesawat baru. Mungkin 
definisi Adam Air tentang pesawat "baru" adalah definisi untuk 
penerbangan lokal Indonesia, dan mungkin persepsi saya lah yang salah.

Untuk memverifikasi hal tersebut, saya membandingkan umur rata-rata 
pesawat dari beberapa penerbangan di Indonesia, dan inilah Statistik 
Umur Pesawat Penumpang di Indonesia:

Garuda Indonesia Umur 10.0 tahun 
Lion Air Umur 17.3 tahun

Adam Air Umur 18.1 tahun 
Awair Umur 18.8 tahun 
Merpati Umur 21.6 tahun 
Batavia Umur 23.4 tahun 
Sriwijaya Air Umur 23.5 tahun 
Mandala Airlines Umur 23.9 tahun 
Bouraq Indonesia Airlines Umur 25.1 tahun

Mengejutkan! Dengan armada berumur 18 tahun, Adam 
Air menempati urutan ketiga dari armada dengan 
pesawat terbaru di Indonesia. Garuda Indonesia 
memimpin dengan armada berumur 10 tahun.

Hal lain yang sangat mengejutkan adalah Lion Air menempati urutan kedua 
dengan armada sedikit lebih muda, yaitu 17 tahun?? Itu hampir setengah 
kali lebih tua dari armada Garuda Indonesia.

Urutan terakhir ditempati oleh Bouraq Indonesian Airlines, dengan umur 
pesawat 25 tahun, yang memberikan saya ide tentang 
Fear Factor stunt-man "Terbang bersama Bouraq" untuk 
trial & error penyakit ketakutan terbang (flying phobia).

Mandala Airlines menempati urutan kedua dari terakhir. Melihat hal ini, 
saya teringat dengan kecelakaan pesawat Mandala Boeing 737-200 pada 5 
September 2005 yang menelan korban hampir 150 orang. Pada saat kejadian,

pesawat PK-RIM tersebut berumur 24 tahun.

Sebagai pembanding, pesawat Lion Air McDonell-Douglas MD-82 yang 
mengalami kecelakaan di Airport Solo pada 30 
November 2004 dan menelan korban 25 orang, berumur 
20 tahun. Pada laporan terakhirnya, jam terbang 
pesawat tersebut 56,674 jam dan telah melakukan 
pendaratan 43,940 kali! 
Saya pikir bukanlah suatu kebetulan kalo 
pesawat-pesawat yang mengalami kecelakaan berumur 
paling tidak 20 tahun.

Sebagai pembanding, saya mengecek umur rata-rata pesawat dari 
maskapai-maskapai pemilik sebelumnya pesawat Adam Air PK-KKI yang saya
tumpangi.

Blue Panorama Airlines Umur 11.6 tahun 
Sahara India Airlines Umur 10.5 tahun

Sangat menarik ternyata, 11.6 tahun dan 10.5 tahun, yang membuktikan 
bahwa kedua maskapai di atas merasa bahwa pesawat tersebut terlalu tua 
untuk beroperasi, sementara manajemen Adam Air berpikir bahwa 
mengoperasikan pesawat berumur 17 tahun adalah benar-benar tidak 
bermasalah??? SNOBBISH ! But FOOLISH ? (Congkak! Tapi Tolol?)

Mencari di beberapa Koran, saya menemukan beberapa artikel yang bisa 
menjadi kesimpulan dari tulisan ini.

Yang pertama datang dari The Jakarta Post (11 Februari 2006): Sebuah 
pesawat Adam Air Boeing 737-300 yang melayani rute Jakarta-Makasar, 
terpaksa mendarat secara darurat pada hari Sabtu, di bandara kecil 
Tambolaka, Sumba-NTT; disampaikan oleh juru bicara Adam Air. 
Pesawat tersebut berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta pada jam 
6:20 a.m. dengan 145 penumpang. 
Pesawat dijadwalkan mendarat di Bandara Hasanuddin Makassar pada jam 
9:25 a.m. waktu setempat.Begitu menurut Suwandi, Supervisor Adam Air di
Makassar.

"Tapi, masalah navigasi membuat pilot Tri Tuniogo kehilangan kontak 
dengan bandara tujuan", ucap Suwandi. 
Pesawat kemudian ditemukan telah mendarat di Tambolaka pada jam 9:45 
a.m. waktu setempat. 
"Tidak ada yang terluka dalam insiden ini", ucap Didik, public relation 
Adam Air Jakarta, yang menambahkan juga bahwa pendaratan darurat 
dilakukan karena kondisi cuaca yang buruk. "Berdasarkan kondisi cuaca,
terjadi badai atau 
hujan lebat yang memaksa pilot untuk mendarat - kami belum mendapat 
informasi lebih lanjut," ucap Didik. Jadi, ini masalah cuaca buruk dan
pesawat 
harus mendarat. Tidak ada yang aneh kan? Sampai Anda baca terbitan 
selanjutnya pada hari Valentine.

Kementrian Perhubungan mengangap Adam Air telah 
melakukan pelanggaran serius dalam pengoprasian 
pesawat, tapi masih memerlukan bukti mengenai 
insiden serius pada sistem navigasi pesawat.

"Ini adalah pelanggaran serius dan yang pertama kali terjadi 
pada penerbangan di Indonesia," ucap Dirjen Perhubungan Udara, Iksan Tatang,

menjawab pertanyaan wartawan pada hari Senin.

Pesawat Adam Air Boeing 737-300 dengan nomer 
penerbangan DHI728, melakukan pendaratan darurat di Tambolaka, Sumba 
Barat-NTT, setelah berputar-putar selama 3 jam karena kegagalan 
navigasi dalam perjalanannya dari Jakarta melewati NTT, dimana 
dirjen mengatakan bahwa pesawat tersebut seharusnya tidak boleh terbang 
karena masih ada pemeriksaan yang tertunda oleh Komite Nasional 
Keselamatan Transportasi (KNKT) dan Direktorat Sertifikasi Kelayakan
Terbang.

Itu sangat menarik! Awalnya insiden ini terjadi karena cuaca buruk, dan 
sekarang karena kegagalan sistem navigasi. Huh?

Saya pikir cerita sebenarnya adalah pelanggaran serius yang dilakukan 
oleh Adam Air.

Untuk Anda ketahui, dua orang teman saya terbang 
dari Manado dengan Lion Air dan pesawatnya mengalami 
permasalahan serius sampai-sampai pramugari 
memerintahkan semua penumpang memakai jaket 
penyelamat. Untungnya penerbangan berakhir tanpa 
insiden, dan tidak ada satu pun Koran yang menulis 
berita tentang kejadian ini. Mungkin karena KKN yang 
saya sebutkan sebelumnya.

Mungkin Anda bertanya-tanya seberapa tua Boeng 
737-300 yang mengalami kegagalan sistem navigasi 
tersebut. Melihat umur armada Boeng 737-300 Adam 
Air, pesawat tersebut pastilah berumur paling tidak 
17 tahun. Mungkin pesawat terlalu muda 3 tahun untuk 
masuk dalam daftar kecelakaan pesawat di Indonesia.

Lihat gambaran keseluruhannya, saya memprediksi 
akan ada paling tidak satu kecelakaan pesawat lagi di Indonesia sebelum 
tahun 2006 berakhir.

Dare you flight with cheap airline...? 
Have a nice flight everyone !!! 
============================================================================
============ 
Selamat bagi para pemenang Minggu-an Netkuis NATAL 2006, kumpulkan poin
terus dan menangkan hadiah setiap minggunya dan Hadiah Grand Prize di akhir
Periode. 
============================================================================
============

------- End of Forwarded Message -------

Dhiwan Renaldi 
email : [EMAIL PROTECTED]
------- End of Forwarded Message -------


--
Open WebMail Project (http://openwebmail.org)








v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}
 -->
namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="State"/>
name="City"/>
name="country-region"/>
name="place"/>


st1\:*{behavior:url(#default#ieooui) }
 -->


 /* Font Definitions */
 @font-face
 {font-family:Tahoma;
 panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4;}
@font-face
 {font-family:Verdana;
 panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4;}
 /* Style Definitions */
 p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
 {margin:0cm;
 margin-bottom:.0001pt;
 font-size:12.0pt;
 font-family:"Times New Roman";}
a:link, span.MsoHyperlink
 {color:blue;
 text-decoration:underline;}
a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed
 {color:purple;
 text-decoration:underline;}
p
 {mso-margin-top-alt:auto;
 margin-right:0cm;
 mso-margin-bottom-alt:auto;
 margin-left:0cm;
 font-size:12.0pt;
 font-family:"Times New Roman";}
span.EmailStyle18
 {mso-style-type:personal-reply;
 font-family:Arial;
 color:navy;}
@page Section1
 {size:612.0pt 792.0pt;
 margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;}
div.Section1
 {page:Section1;}
-->
--> 





  

  Berikut analisa perilaku adam air dan
airline lainnya di Indonesia
dalam penggunaan pesawat udara. Analisis ini dilakukan oleh pengguna pesawat
yang kayanya bukan orang penerbangan. Bagus juga koq buat dimengerti. Enjoy …..


   


  Sonny


   


  

  face="Times New Roman">

  
---------------------------------
  




  From:face=Tahoma> Dhiwan Renaldi
[mailto:[EMAIL PROTECTED] 

Sent: Wednesday, January 03, 2007
9:26 AM

To: 

Subject: Fw: Ramalannya meleset 1
hari (Adam Air)





   


  Asswrwb


  Semoga
bermanfaat, terutama untuk yang sering bepergian menggunakan pesawat.


  Wass


  Dhiwan RH


  -----Original
Message----- 

From: Putu Dedy Awatara 

Sent: Monday, May 01, 2006 8:10 AM 

Cc: Donny Iswahyuwidodo 

Subject: Flying in Indonesia
--- DANGER...!!! 



Dari milist tetangga .... 

Seorang ekspatriat yang tinggal di Jakarta
menulis artikel ini. FYI. 



Fear Factor : Flying in Indonesia
_ D A N G E R ! 



Pada waktu saya kembali dari liburan di Bali, saya menggunakan Adam Air 

rute Denpasar - Jakarta.
Saya mendengar maskapai yang relatif baru ini 

dari beberapa teman, yang menyebutkan bahwa maskapai ini mempunyai 

pesawat-pesawat yang relatif baru dan diijinkan terbang ke Singapura. 



Kedengarannya maskapai ini sangatlah bagus, khususnya jika menyangkut 

masalah tiket sekali jalan yang hanya Rp. 295.000,- yang sedikit lebih 

mahal dari penerbangan "metro-mini" Lion Air. Penawaran ini sangat 

bagus, berdasarkan pengalaman saya tinggal beberapa tahun di 
w:st="on">Indonesia. 

Tapi kemudian saya mulai berfikir bahwa ini terlalu bagus dan pasti ada 

yang salah dengan semua ini. 



Bagaimanapun,
saya memutuskan untuk mencoba keberuntungan saya 


  dan
terbang bersama Adam Air, yang ternyata banyak orang juga 


  berfikir
sama karena pesawatnya sudah penuh di booking? 



Waktu naik pesawat Adam Air, saya segera melihat bahwa Boeing 737-400 

tersebut, engine cover-nya penuh dengan goresan (scratch), sayapnya 

sangat kotor dan banyak cat-nya yang cacat, pintunya juga terlihat 

sangat tua dan sangat jauh dari ekpektasi saya akan pesawat baru. 



Bagaimanapun, saya tetap memutuskan untuk menguji 

level keberanian saya untuk tetap terbang dan masuk 

ke pesawat. Sebagai catatan, saya mencatat kode 

registrasi pesawat PK-KKI (lihat Table Adam Air di bawah). 



Sesampainya di Jakarta, saya mencari kode tersebut di database 

penerbangan dan "Pesawat Baru" tersebut pertama kali terbang pada 10 

Desember 1988, yang artinya umurnya sudah 17 tahun, dan kalau 

dibandingkan dengan umur manusia, berarti usianya menjelang 50 tahun. 



Dalam catatannya juga disebutkan bahwa pesawat ini 

mempunyai jam terbang yang tinggi, dimana sebelumnya 

digunakan oleh Sahara India Airlines, Sierra 

National Airline dan Air Belgium
(pemilik pertama). 

Sungguh merupakan catatan yang menarik untuk sebuah pesawat. 

Sekarang pertanyaannya adalah apakah saya yang 

kurang beruntung sehingga mendapatkan satu-satunya 

pesawat tua di Adam Air, atau apakah semua 

pesawatnya memang tidak sebaru seperti yang saya harapkan? 



Mengikuti rasa keingintahuan saya, coba lihat Tabel Pesawat Adam Air 

berikut yang menyajikan informasi umur dari masing-masing pesawat. 


  

No      Registrasi          
Penerbangan Pertama 

           Umur 



1     PK-KKF 737-200      
12-02-1980             


             26 


  2  
  PK-KKN 737-200      
21-03-1980             


              25


3     PK-KKQ 737-200      16-01-1981    
        

>              25 

4     PK-KKJ 737-200       03-02-1982    
        

>               24 

5     PK-KKL 737-200      12-04-1984    
        

>               21 

6     PK-KKE 737-300      31-08-1987    
        

>              18 

7     PK-KKP 737-200      31-05-1988    
        

>              17 

8     PK-KKH 737-400      11-07-1988    
        

>              17 

9     PK-KKU 737-300      04-08-1988    
        

>              17 

10   PK-KKI 737-400       10-12-1988      
      

>               17 

12   PK-KKD 737-400      22-12-1988      
        

>              17 

13   PK-KKR 737-300      09-01-1989      
        

>              17 

14   PK-KKS 737-400      28-01-1989      
        

>              17 

15   PK-KKT 737-400      05-09-1989      
        

>              16 

16   PK-KKG 737-400     07-01-1991        
      

>             15 

17   PK-KKC 737-400     09-01-1992        
      

>             14 

18   PK-KKA 737-500     10-06-1997 



(hanya satu pesawat yang agak aman?? Bagaimana dengan yang lain??) 



Melihat tabel tersebut, saya benar-benar beruntung, dimana pesawat 

berumur 17 tahun yang saya tumpangi termasuk yang baru dibandingkan 

dengan pesawat Adam Air lain dengan kode regirtrasi PK-KKN (KKN adalah
singkatan paling 

popular di Indonesia untuk Korupsi-Kolusi-Nepotisme), yang umurnya 25 tahun. 



Dibandingkan dengan usia manusia, pesawat ini sama dengan manusia 

berumur hamper 80 tahun dan mungkin sudah memesan tempat di kuburan. 



Berdasarkan tabel di atas, kita bisa menghitung umur rata-rata pesawat 

Adam Air, yaitu 18 tahun. Sebenarnya, hanya ada satu pesawat yang 

umurnya kurang dari 10 tahun, dan jika saya tidak salah, ini pasti 

pesawat yang diijinkan mendarat di Singapura. 



Jelas, banyak penumpang memilih Adam Air karena 

berfikir tentang pesawat yang baru, padahal armada 

sebenarnya dipenuhi oleh pesawat polesan seperti 

baru (refurbished) dengan hanya satu pesawat yang 

relatif baru, yang digunakan tim marketing  Adam Air 

untuk menciptakan image, atau lebih tepat khayalan, 

tentang terbang dengan pesawat baru. Mungkin 

definisi Adam Air tentang pesawat "baru" adalah definisi untuk 

penerbangan lokal Indonesia,
dan mungkin persepsi saya lah yang salah. 


  defanged_style="MARGIN: 0in 0in 0pt">size=3 face="Times New Roman">Untuk 
memverifikasi
hal tersebut, saya membandingkan umur rata-rata 

pesawat dari beberapa penerbangan di w:st="on">Indonesia, dan inilah Statistik 

Umur Pesawat Penumpang di Indonesia: 



Garuda Indonesia                  
Umur 10.0 tahun 

Lion Air                    
            Umur 17.3 tahun 


  defanged_style="MARGIN: 0in 0in 0pt">size=3 face="Times New Roman">Adam Air  
                     
      Umur 18.1 tahun 

Awair                    
               Umur 18.8 tahun 

Merpati                    
             Umur 21.6 tahun 

Batavia                    
             Umur 23.4 tahun 

Sriwijaya Air                  
        Umur 23.5 tahun 

Mandala Airlines                  
  Umur 23.9 tahun 

Bouraq Indonesia Airlines        Umur 25.1 tahun 



Mengejutkan! Dengan armada berumur 18 tahun, Adam 

Air menempati urutan ketiga dari armada dengan 

pesawat terbaru di Indonesia.
Garuda Indonesia


memimpin dengan armada berumur 10 tahun. 



Hal lain yang sangat mengejutkan adalah Lion Air menempati urutan kedua 

dengan armada sedikit lebih muda, yaitu 17 tahun?? Itu hampir setengah 

kali lebih tua dari armada Garuda w:st="on">Indonesia. 



Urutan terakhir ditempati oleh Bouraq Indonesian Airlines, dengan umur 

pesawat 25 tahun, yang memberikan saya ide tentang 

Fear Factor stunt-man "Terbang bersama Bouraq" untuk 

trial & error penyakit ketakutan terbang (flying phobia). 



Mandala Airlines menempati urutan kedua dari terakhir. Melihat hal ini, 

saya teringat dengan kecelakaan pesawat Mandala Boeing 737-200 pada 5 

September 2005 yang menelan korban hampir 150 orang. Pada saat kejadian, 


  defanged_style="MARGIN: 0in 0in 0pt">size=3 face="Times New Roman">pesawat 
PK-RIM
tersebut berumur 24 tahun. 



Sebagai pembanding, pesawat Lion Air McDonell-Douglas MD-82 yang 

mengalami kecelakaan di Airport Solo pada 30 

November 2004 dan menelan korban 25 orang, berumur 

20 tahun. Pada laporan terakhirnya, jam terbang 

pesawat tersebut 56,674 jam dan telah melakukan 

pendaratan 43,940 kali! 

Saya pikir bukanlah suatu kebetulan kalo 

pesawat-pesawat yang mengalami kecelakaan berumur 

paling tidak 20 tahun. 



Sebagai pembanding, saya mengecek umur rata-rata pesawat dari 

maskapai-maskapai pemilik sebelumnya pesawat Adam Air PK-KKI yang saya
tumpangi. 



Blue Panorama Airlines               Umur
11.6 tahun 

Sahara India Airlines                
   Umur 10.5 tahun 



Sangat menarik ternyata, 11.6 tahun dan 10.5 tahun, yang membuktikan 

bahwa kedua maskapai di atas merasa bahwa pesawat tersebut terlalu tua 

untuk beroperasi, sementara manajemen Adam Air berpikir bahwa 

mengoperasikan pesawat berumur 17 tahun adalah benar-benar tidak 

bermasalah??? SNOBBISH ! But FOOLISH ? (Congkak! Tapi Tolol?) 



Mencari di beberapa Koran, saya menemukan beberapa artikel yang bisa 

menjadi kesimpulan dari tulisan ini. 



Yang pertama datang dari The Jakarta
Post (11 Februari 2006): Sebuah 

pesawat Adam Air Boeing 737-300 yang melayani rute Jakarta-Makasar, 

terpaksa mendarat secara darurat pada hari Sabtu, di bandara kecil 

Tambolaka, Sumba-NTT; disampaikan oleh juru bicara Adam Air. 

Pesawat tersebut berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta pada jam 

6:20 a.m. dengan 145 penumpang. 

Pesawat dijadwalkan mendarat di Bandara Hasanuddin Makassar pada jam 

9:25 a.m. waktu setempat.Begitu menurut Suwandi, Supervisor Adam Air di
Makassar. 



"Tapi, masalah navigasi membuat pilot Tri Tuniogo kehilangan kontak 

dengan bandara tujuan", ucap Suwandi. 

Pesawat kemudian ditemukan telah mendarat di Tambolaka pada jam 9:45 

a.m. waktu setempat. 

"Tidak ada yang terluka dalam insiden ini", ucap Didik, public
relation 

Adam Air Jakarta, yang menambahkan juga bahwa pendaratan darurat 

dilakukan karena kondisi cuaca yang buruk. "Berdasarkan kondisi cuaca,
terjadi badai atau 

hujan lebat yang memaksa pilot untuk mendarat - kami belum mendapat 

informasi lebih lanjut," ucap Didik. Jadi, ini masalah cuaca buruk dan
pesawat 

harus mendarat. Tidak ada yang aneh kan?
Sampai Anda baca terbitan 

selanjutnya pada hari Valentine. 



Kementrian Perhubungan mengangap Adam Air telah 

melakukan pelanggaran serius dalam pengoprasian 

pesawat, tapi masih memerlukan bukti mengenai 

insiden serius pada sistem navigasi pesawat. 



"Ini adalah pelanggaran serius dan yang pertama kali terjadi 

pada penerbangan di Indonesia,"
ucap Dirjen Perhubungan Udara, Iksan Tatang, 

menjawab pertanyaan wartawan pada hari Senin. 



Pesawat Adam Air Boeing 737-300 dengan nomer 

penerbangan DHI728, melakukan pendaratan darurat di Tambolaka, Sumba 

Barat-NTT, setelah berputar-putar selama 3 jam karena kegagalan 

navigasi dalam perjalanannya dari Jakarta melewati NTT, dimana 

dirjen mengatakan bahwa pesawat tersebut seharusnya tidak boleh terbang 

karena masih ada pemeriksaan yang tertunda oleh Komite Nasional 


=== message truncated ===



 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke