Yth Rekan-rekan,
saya sangat stuju pendapat Pak Chepy R.Nasution, nanti akan saya forward juga 
ke 
mereka. Bahkan kami bersama rekan-rekan di Bandung sudah saling menanggapi hal 
ini, 
kami hanya memforward aslinya gimana pandangan sebagian mereka diluar yang 
belum 
mengerti persis penerbangan. Yang mungkin dibayangkan bisa jadi prediksinya 
mendekati 
jika pemakaian owner sebelumnya juga airliner yg cukup sibuk (pemakaian pesawat 
sepanjang hari) yang dia contohkan ada bekas airliner di India, dll.

salam

Made Wirata

--
Open WebMail Project (http://openwebmail.org)


---------- Original Message -----------
From: "Chepy R.Nasution" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Wed, 10 Jan 2007 17:46:34 +0700
Subject: [bali] Re: FW: Ramalannya meleset 1 hari (Adam Air)

> Bersama ini disampaikan beberapa tanggapan tentang Tulisan tersebut sbb :
> 
> Hanya informasi, tolok ukur menentukan umur pesawat terbang apalagi pesawat
> besar indikasinya ialah tahun, total hours dan cycle, dimana tahun adalah
> umur calendar dari pesawat terbang, total hours adalah jumlah jam terbang si
> pesawat dan cycle adalah similar dengan jumlah take off dan landing. Dari
> hal tersebut bisa saja terjadi pesawat terbang umur calendar nya masih muda
> tetapi flying hours maupun cycle sangat tinggi, hal ini terjadi karena
> utilitas pesawat tersebut tinggi sekali, disisi lain, bisa juga pesawat
> terbang umur calendar nya tinggi tapi flying hours dan cycle nya rendah
> kerna utilitas nya rendah. Satu hal extreme yang dapat saya sampaikan ialah
> Ditahun 90an saya menerbangkan pesawat DC-3 yang buatan tahun 1938.
> 
> Berdasarkan salah satu KEPMEN yang dikeluarkan oleh Menteri Perhubungan,
> Pesawat Terbang yang boleh digunakan di Indonesia (dimasukan ke Indonesia)
> harus paling tua 35 Tahun dan paling banyak 50.000 Cycle.(CMIIW)
> 
>  Melihat dari tulisan ini, maka umur pesawat yang terdapat dalam table tidak
> satupun yang melanggar peraturan di Indonesia. Menurut saya si penulis mail
> tersebut tidak mengerti tentang kelaziman di dunia penerbangan pada umumnya,
> jadi dianggap Pesawat Terbang treatment nya kayak Metro Mini. Jadi menurut
> saya orang yang nulis ini biar dia expatriate tetapi masuk golongan yang
> "Dia Enggak tahu kalau dia itu Enggak tahu". Repotnya, di Indonesia kalau
> yang ngomong expatriate udah dianggap bener aja.
> 
>  Saya hanya menyampaikan hal yang general dalam menanggapi tulisan tersebut,
> jika nantinya si penulis mau jawaban yang lebih elaborate mungkin bisa
> diberkan alamat saya seperti yang tertera pada QRZ.Com. Jadi kalau boleh
> tolong jawaban saya ini diforward juga ke pengirim original nya. Saya bukan
> pegawai dari salah satu Airlines tersebut loh !!.
> 
> PS,
> 
> Akhirnya saya pernah temui Blog si penulis dan dia memang mendapatkan
> argumentasi similar seperti yang saya sampaikan.
> 
> Wasallam,
> 
> Chepy Nasution


--  
Milis Diskusi Anggota LP3B Bali Indonesia.

Publikasi     : http://www.lp3b.or.id
Arsip         : http://bali.lp3b.or.id
Moderators    : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Berlangganan  : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>
Henti Langgan : <mailto: [EMAIL PROTECTED]>

Kirim email ke