P Ngurah Ambara,

Dari sejak tanggal 28 Sept. yang lalu (baca ulang ya) email tentang Mahabharata 
anda jelas menuduh.  Email anda sudah di tanggapi dengan teguran dari 
moderator, P Wisnaya, tapi anda terus ngeyel aja ke arah fakta..... rasanya 
semua di millis ini sudah tau fakta tentang perseteruan agama dari ribuan tahun 
lalu, tapi ada hal lain di dalam hidup ini yang lebih layak untuk di bicarakan 
dan seperti kita tahu kalau perdebatan tentang agama itu bisa menyulut emosi 
orang lain.  Banyak teman di millist ini tidak nyaman dengan dialog yang 
disampaikan oleh anda tapi tidak juga ingin me'nyodok' karena lebih memilih 
untuk bisa bersahabat dalam alam maya ini tanpa harus ada merasa harus 
membunyikan 'kulkul bulus'...

Jadi singkatnya fakta yang diuraikan oleh anda banyak menyakiti orang lain, ini 
fakta juga lo.  Tapi saya memang orang gila, dialog itu saya tanggapi terus 
untuk membeli waktu cooling down semua pihak (semoga ya)... dengan kata lain 
tidak se'gemes' yang anda utarakan.

Kalau boleh sekarang saya nyatakan kepada semua anggota millist ini bahwa 
permohonan maaf anda berlaku juga kepada semua anggota millis ini.

P Ngurah Ambara, kita semua hidup sekarang di jaman yang sama dengan segala 
permasalahan masa lalu (yang toch juga dibuat oleh leluhur kita) dan masa 
sekarang.... kita hidup sangat pendek jadi marilah kita ... enjoy aja.... tidak 
perlu mempertajam perselisihan yang sudah diciptakan oleh leluhur kita... 
masing masing kita berbuat selangkah demi selangkah untuk membangun kehidupan 
kedepan tanpa rasa takut, benci, marah.  Benar sekali dalam kehidupan kita 
pastinya ada penindasan, kita sadar juga tapi kan penindasan manusia kepada 
manusia lain karena kepentingan dan pilihan... apa anda pikir tidak ada 
penindasan antar sesama kita di bali? Penindasan itu tidak harus melulu antar 
agama lo.....

anyway..... I hope this all end today except for a more condusive 
dialogues...... Terima kasih P Ngurah Ambara dan saya juga mohon maaf.... masih 
banyak.... belajar.

Salam damai,

asana viebeke
  ----- Original Message ----- 
  From: Ambara, Gede Ngurah (KPC) 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, October 05, 2007 4:40 PM
  Subject: [bali] Re: bukti Ilmiah Mahabaratha


  Agnostik memang sebuah pilihan, menyakiti atau tidak menyakiti orang lain itu 
bukan karena mereka beragama atau tidak beragama, agama tidak terkait dengan 
itu.

  Apakah Mbak Asana menilai selama ini pembicaraan saya telah menyakiti Mbak 
Asana? Kalau ya bagian yang mana? Dan kalau itu benar saya minta maaf, selama 
ini saya berkata dengan fakta, bahwa uma Hindu sering ditindas oleh umat lain 
(Islam dan Kristen), dan saya mengungkapkan fakta itu. Pertanyaannya mana yang 
lebih menyakitkan, saya yang mengungkapkan fakta ini ataukah orang-orang yang 
melakukan penindasan terhadap umat Hindu? 



  -----Original Message-----
  From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Asana Viebeke 
Lengkong
  Sent: Friday, October 05, 2007 3:37 PM
  To: [email protected]
  Subject: [bali] Re: bukti Ilmiah Mahabaratha



  P Ngurah Ambara,



  oleh sebab itu saya kutip supaya kita semua bisa melihat pandangan yang 
berbeda... kan nggak semua orang tau agnostik tapi kalau egoistic semua ngerti 
P Ngurah...



  ini saya sambung ya kalau pengertian dan tanggapan P Ngurah sampai disana...



  "Kepercayaan pada Tuhan dan kehidupan kekal terputus dari nalar karena 
kepercayaan itu hanya bisa diketahui lewat kekuasaan, naluri, ilham dan wahyu.  
Tapi nalar dapat menakar serba akibat agama, jadi dengan memperhatikan hal ini 
kita akan berkelana sepanjang masa silam dan masa kini, sambil melihat 
kenyataannya."



  Tidak masalah kan kalau orang tidak percaya Tuhan karena itu pilihan mereka 
yang masalah adalah kalau orang percaya Tuhan tapi punya niat untuk menyakiti 
orang lain, menuduh agama lain dllnya... 



  Contoh yang sangat konkretnya adalah saya sendiri tidak mau beragama kalau 
kembali membaca email P Ngurah Ambara yang lalu; tapi jangan salah lo saya 
percaya Tuhan, jadi saya mengambil keputusan untuk tetap berdialog dengan P 
Ngurah Ambara tanpa pamrih ya.... mencoba untuk mendekatkan lebih jauh 'diri 
manusia' melalui dialog ini... jadi santai saja karena saya juga tidak 
bermaksud untuk memancing atau mengetahui lebih lanjut pengetahuan tentang 
Mahabharata dari anda, dan percayalah, anda tidak perlu juga harus membuktikan 
sampai dimana pengetahuan anda tentang Mahabharata, karena sesungguhnya kita 
semua disini bagi cerita, bagi pengalaman, bagi pengetahuan dsbnya.... begitu 
pula saya yakin bahwa anggota milis ini banyak yang membaca dengan berbagai 
pendapat mereka, tapi ketika anda sudah menyentuh agama, mereka agaknya tidak 
nyaman dan kenapa?  Karena tidak mau menyakiti yang lain, itu saja intinya.  
Saya seperti kata P Wis, merasa biar mengalir saja dulu supaya kita bisa lebih 
mengenal anda dan dengan waktu semua akan bisa menerima pendapat anda dengan 
legowo....



  Perhatikan berapa yang berkomentar tentang hal ini? sedikit sekali ya.... 
saya aja yang rada gila... tapi saya menulis diantara waktu saya kerja, waktu 
saya berbagi, waktu saya di wawancara, waktu saya membuat konsep program... 
diantara itu semua karena saya juga perlu menimbang seberapa 'kasih' saya 
kepada anda.... dan ternyata anda adalah 'manusia' yang saya kasihi....



  P Wis terima kasih sudah sangat bijaksana sekali membangun milis baru, tapi 
kalau bicara agama, saya masih banyak belajar.... masih mau dengar-dengar... 
baca-baca... jadi 'when the time is right everything is going to be good'.....



  Salam kasih dan damai,



  Vieb

    ----- Original Message ----- 

    From: Ambara, Gede Ngurah (KPC) 

    To: [email protected] 

    Sent: Friday, October 05, 2007 11:17 AM

    Subject: [bali] bukti Ilmiah Mahabaratha



    Sepertinya pandangan seorang Aldous Huxley adalah pandangan agnostik  
...kalau agama dianggap rekayasa sungguh mengerikan..agama turun merupakan 
Wahyu dari Tuhan dengan tujuan agar manusia bisa bersikap lebih beradab tidak 
seperti hewan ..



    Agnostik : orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan karena mereka 
menyatakan tidak cukup bukti untuk mendukung keberadaan Tuhan.



    -----Original Message-----
    From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Asana 
Viebeke Lengkong
    Sent: Friday, October 05, 2007 10:40 AM
    To: [email protected]
    Subject: [bali] Re: bukti Ilmiah Mahabaratha



    Terima kasih sekali diberi cuplikan sejarah secara ilmiah untuk bahan 
pengetahuan ... apapun tetap dalam pembahasan yang panjang dan lebih panjang 
lagi.... namun bukan berarti memberikan hak untuk menuduh peradaban atau agama 
lain ya Pak...  



    Silakan sampaikan apa yang pernah di baca, di yakini tanpa meninggalkan 
akar dari lahir agama2 besar agar kita (manusia) saling menghormati.



    Saya kutip ya :



    "Manusia begitu cerdas sehingga merasa harus merekayasa teori-teori untuk 
menjelaskan apa yang terjadi di dunia ini.  Sayang, dalam banyak hal manusia 
tidak cukup cerdas menemukan penjelasan yang benar.  Maka ketika bertindak 
berdasarkan teori-teori itu, manusia sering berperilaku seperti orang gila.  
Jadi, binatang tidak cukup cerdas mengkhayal bahwa hujan dicegah turun oleh 
roh-roh jahat atau hujan dimaksudkan sebagai hukuman, bila kemarau panjang 
menerpa.  Itulah sebabnya Anda tidak pernah melihat binatang bersibuk-sibuk 
dengan ketolololan buta dan sering mengerikan berupa sihir dan agama.  Tak ada 
kuda, misalnya, akan membunuh anaknya untuk mengubah arah angin.  Anjing tidak 
melakukan upacara kencing dengan harapan akan membujuk dewa kencing sehingga 
hujan turun.  Keledai tidak merengek seperti orang merapal ayat sambil tengadah 
ke langit biru.  Juga tiada kucing yang berpantang daging untuk mencoba 
mengecoh roh jahat agar berlaku baik.  Hanya manusia yang berperilaku bodoh dan 
serampangan seperti itu." (Aldous Huxley)



    Menarik sekali ya..... 

      ----- Original Message ----- 

      From: Ambara, Gede Ngurah (KPC) 

      To: [email protected] 

      Sent: Thursday, October 04, 2007 4:13 PM

      Subject: [bali] bukti Ilmiah Mahabaratha





      Berikut ini buktiIlmiah tentang Ramayana dan Mahabarata (Peradaban Veda) 
yang dikutip dari berbagai sumber, mungkin umat sedharma bisa 
menambahkannya/mengoreksinya..monggo..



      Bukti ilmiah peradaban Veda

      Bukti-bukti arkeologis, geologis telah terungkap dari penemuan 
fosil-fosil maupun artefak- alat yang digunakan manusia pada masa itu telah 
terbukti menunjukkan bahwa peradaban manusia modern telah ada sekitar ratusan 
juta bahkan miliaran tahun yang lalu. Bukti-bukti tersebut diungkapkan oleh 
Michael Cremo, seorang arkeolog senior, peneliti dan juga penganut weda dari 
Amerika, dengan melakukan penelitian lebih dari 8 tahun. Dari berbagai belahan 
dunia termasuk juga dari Indonesia telah dapat mengungkapkan misteri peradaban 
weda tersebut secara bermakna. Laporan tersebut ditulis dalam beberapa buku 
yang sudah diterbitkan seperti ; Forbidden Archeology, The Hidden History of 
Human Race, Human Devolution : A Vedic alternative to Darwin's Theory, terbitan 
tahun 2003. Dalam buku tersebut akan banyak ditemukan fosil, artefak- 
peninggalan berupa kendi, alas kaki, alat masak dan sebagainya yang telah 
berusia ratusan juta tahun bahkan miliaran tahun, dibuat oleh manusia yang 
mempunyai peradaban maju, tidak mungkin dibuat oleh kera atau primata yang 
lebih rendah. Dari buku-buku tersebut juga ditemukan adanya manipulasi beberapa 
arkeolog dengan mengubah dimensi waktunya, hal ini bertujuan untuk mendukung 
teori evolusi Darwin, karena kenyataannya teori evolusi masih sangat lemah. 
Bukti ilmiah sudah dengan jelas menyatakan bahwa peradaban weda telah ada 
miliaran tahun. Para ilmuwan telah membuktikan bahwa perang besar di tanah suci 
Kukrksetra, kota Dwaraka, sungai suci Sarasvati dan sebagainya perupakan suatu 
peristiwa sejarah, bukan sebagai mitologi. Setiap kali kongres para arkeolog 
dunia selalu menyampaikan bukti-bukti baru tentang peradaban Barthavarsa purba. 
Dibawah ini ditampilkan sekelumit dari bukti ilmiah tersebut.



      Perang Bharatayuda

      Para arkeolog terkemuka dunia telah sepakat bahwa perang besar di 
Kuruksetra merupakan sejarah Bharatavarsa (sekarang India) yang terjadi sekitar 
5000 tahun yang lalu. Sekarang para peneliti hanya ingin mementukan tanggal 
yang pasti tentang peristiwa tersebut. Dari hasil pengamatan beserta 
bukti-bukti ilmiah. Dari berbagai estimasi maka dibuatlah suatu usulan 
peristiwa-peristiwa sebagai berikut : 



      Sri Krishna tiba di Hastinapura diprakirakan sekitar 28 September 3067 SM 



      Bhishma pulang ke dunaia rohani sekitar January 17 Januari 3066 SM



      Balarama melakukan perjalanan suci di sungai Saraswati pada bulan Pushya 
1 Nov. 1, 3067 SM 



      Balarama kembali dari perjalanan tersebut pada bulan Sravana 12 Dec. 12, 
3067 SM 



      Gatotkaca terbunuh pada 2 Desember 3067 SM



      Dan banyak lagi penanggalan peristiwa-peristiwa penting sudah di 
kalkulasi.



      Kota kuno Dvaraka

      Demikian juga keberadaan kota Dvaraka yang dulu menjadi misteri, kota 
tersebut disebutkan dalam Mahabharata bahwa Dvaraka tenggelam di pantai. Doktor 
Rao adalah seorang arkeolog senior yang dengan tekun menyelidiki dengan "marine 
archaeology" dan hasilnya ditemukannya reruntuhan kota bawah laut, beserta 
ornamennya, didaerah Gujarat. Dwaraka, kota kerajaan Sri Krishna masa lalu.



      Jembatan Alengka

      Pemotretan luar angkasa yang dilakukan oleh NASA telah menemukan adanya 
jembatan mistrius yang menghubungkan antara India dan Sri Langka sepanjang 30 
Km, tampak pula jembatan tersebut buatan manusia dengan umur sekitar 1 750 000 
tahun angka ini sesuai dengan sejarah Ramayana yang terjadi pada Tretha yuga. 
Sekarang sedang diteliti jenis bebatuannya. Jadi Ramayana itu adalah ithihasa 
(sejarah), bukan merupakan dongeng.



      Sungai Sarasvati

      Keberadaan kota purba Harrapa dan Mohenjodaro serta keberadaan sungai 
suci Sarasvati telah dijumpai dalam Rig Weda, namun tidak diketahui 
keberadaannya, kemudian oleh NASA dengan pemotretan dari luar angkasa ternyata 
dijumpai sebuah lembah yang merupakan bekas sungai yang yang telah mengering, 
namun dalam kedalaman tertentu masih tampak ada aliran air diwilayah Pakistan 
yang bermuara ke lautan Arab, arahnya sesuai dengan yang digambarkan dalam 
sastra. 



      Sebenarnya masih banyak bukti ilmiah lainnya yang menunjukkan peradaban 
weda tersebut, sehingga Satya yuga, Tretha yuga, Dvapara yuga dan Kali yuga 
dengan durasi sekitar 4 320 000 tahun merupakan suatu sejarah peradaban manusia 
modern yang memegang teguh perinsip dharma.




Kirim email ke