Bung Ngurah Ambara,

OSA
Pernyataan bung itu benar dan itu fakta di lapangan. Tapi kita jangan 
terpancing dan selalu waspada.
OSSSO
Gde Purnama, banten.


----- Original Message ----
From: "Ambara, Gede Ngurah (KPC)" <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Friday, 5 October, 2007 3:40:25 PM
Subject: [bali] Re: bukti Ilmiah Mahabaratha





 
 


<!--
 _filtered {font-family:Tahoma;panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4;}
/* Style Definitions */
 p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
        {margin:0in;margin-bottom:.0001pt;font-size:12.0pt;font-family:"Times 
New Roman";}
a:link, span.MsoHyperlink
        {color:blue;text-decoration:underline;}
a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed
        {color:purple;text-decoration:underline;}
span.emailstyle17
        {font-family:Arial;color:navy;}
span.emailstyle18
        {font-family:Arial;color:navy;}
span.EmailStyle19
        {font-family:Arial;color:navy;}
 _filtered {margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;}
div.Section1
        {}
-->






Agnostik memang sebuah pilihan, menyakiti atau
tidak menyakiti orang lain itu bukan karena mereka beragama atau tidak beragama,
agama tidak terkait dengan itu…


Apakah Mbak Asana menilai selama ini pembicaraan
saya telah menyakiti Mbak Asana? Kalau ya bagian yang mana? Dan kalau itu benar
saya minta maaf, selama ini saya berkata dengan fakta, bahwa uma Hindu sering 
ditindas
oleh umat lain (Islam dan Kristen), dan saya mengungkapkan fakta itu. 
Pertanyaannya
mana yang lebih menyakitkan, saya yang mengungkapkan fakta ini ataukah 
orang-orang
yang melakukan penindasan terhadap umat Hindu? 


 


-----Original Message-----

From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Asana
Viebeke Lengkong

Sent: Friday, October 05, 2007
3:37 PM

To: [email protected]

Subject: [bali] Re: bukti Ilmiah
Mahabaratha


 




P Ngurah Ambara,







 







oleh sebab itu saya kutip supaya
kita semua bisa melihat pandangan yang berbeda... kan nggak semua orang tau
agnostik tapi kalau egoistic semua ngerti P Ngurah...







 







ini saya sambung ya kalau pengertian
dan tanggapan P Ngurah sampai disana...







 







"Kepercayaan pada Tuhan dan
kehidupan kekal terputus dari nalar karena kepercayaan itu hanya bisa diketahui
lewat kekuasaan, naluri, ilham dan wahyu.  Tapi nalar dapat menakar serba
akibat agama, jadi dengan memperhatikan hal ini kita akan berkelana sepanjang
masa silam dan masa kini, sambil melihat kenyataannya."







 







Tidak masalah kan kalau orang tidak
percaya Tuhan karena itu pilihan mereka yang masalah adalah kalau orang percaya
Tuhan tapi punya niat untuk menyakiti orang lain, menuduh agama lain dllnya... 







 







Contoh yang sangat konkretnya adalah
saya sendiri tidak mau beragama kalau kembali membaca email P Ngurah Ambara
yang lalu; tapi jangan salah lo saya percaya Tuhan, jadi saya mengambil
keputusan untuk tetap berdialog dengan P Ngurah Ambara tanpa pamrih ya....
mencoba untuk mendekatkan lebih jauh 'diri manusia' melalui dialog ini... jadi
santai saja karena saya juga tidak bermaksud untuk memancing atau mengetahui
lebih lanjut pengetahuan tentang Mahabharata dari anda, dan percayalah, anda
tidak perlu juga harus membuktikan sampai dimana pengetahuan anda tentang
Mahabharata, karena sesungguhnya kita semua disini bagi cerita, bagi
pengalaman, bagi pengetahuan dsbnya.... begitu pula saya yakin bahwa anggota
milis ini banyak yang membaca dengan berbagai pendapat mereka, tapi ketika anda
sudah menyentuh agama, mereka agaknya tidak nyaman dan kenapa?  Karena
tidak mau menyakiti yang lain, itu saja intinya.  Saya seperti kata P Wis,
merasa biar mengalir saja dulu supaya kita bisa lebih mengenal anda dan dengan
waktu semua akan bisa menerima pendapat anda dengan legowo....







 







Perhatikan berapa yang berkomentar
tentang hal ini? sedikit sekali ya.... saya aja yang rada gila... tapi saya
menulis diantara waktu saya kerja, waktu saya berbagi, waktu saya di wawancara,
waktu saya membuat konsep program... diantara itu semua karena saya juga perlu
menimbang seberapa 'kasih' saya kepada anda.... dan ternyata anda adalah
'manusia' yang saya kasihi....







 







P Wis terima kasih sudah sangat
bijaksana sekali membangun milis baru, tapi kalau bicara agama, saya masih
banyak belajar.... masih mau dengar-dengar... baca-baca... jadi 'when the time
is right everything is going to be good'.....







 







Salam kasih dan damai,







 







Vieb









----- Original Message ----- 







From: Ambara, Gede
Ngurah (KPC) 







To: [email protected] 







Sent: Friday,
October 05, 2007 11:17 AM







Subject: [bali]
bukti Ilmiah Mahabaratha







 





Sepertinya pandangan
seorang Aldous Huxley adalah pandangan agnostik  ...kalau agama dianggap
rekayasa sungguh mengerikan..agama turun merupakan Wahyu dari Tuhan dengan
tujuan agar manusia bisa bersikap lebih beradab tidak seperti hewan ..


 


Agnostik : orang-orang
yang tidak percaya kepada Tuhan karena mereka menyatakan tidak cukup bukti
untuk mendukung keberadaan Tuhan…


 


-----Original Message-----

From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Asana
Viebeke Lengkong

Sent: Friday, October 05, 2007
10:40 AM

To: [email protected]

Subject: [bali] Re: bukti Ilmiah
Mahabaratha


 




Terima kasih sekali diberi cuplikan
sejarah secara ilmiah untuk bahan pengetahuan ... apapun tetap dalam pembahasan
yang panjang dan lebih panjang lagi.... namun bukan berarti memberikan hak
untuk menuduh peradaban atau agama lain ya Pak...  







 







Silakan sampaikan apa yang pernah di
baca, di yakini tanpa meninggalkan akar dari lahir agama2 besar agar kita
(manusia) saling menghormati.







 







Saya kutip ya :







 







"Manusia
begitu cerdas sehingga merasa harus merekayasa teori-teori untuk menjelaskan
apa yang terjadi di dunia ini.  Sayang, dalam banyak hal manusia tidak
cukup cerdas menemukan penjelasan yang benar.  Maka ketika bertindak
berdasarkan teori-teori itu, manusia sering berperilaku seperti orang
gila.  Jadi, binatang tidak cukup cerdas mengkhayal bahwa hujan dicegah
turun oleh roh-roh jahat atau hujan dimaksudkan sebagai hukuman, bila kemarau
panjang menerpa.  Itulah sebabnya Anda tidak pernah melihat binatang 
bersibuk-sibuk
dengan ketolololan buta dan sering mengerikan berupa sihir dan agama.  Tak
ada kuda, misalnya, akan membunuh anaknya untuk mengubah arah angin. 
Anjing tidak melakukan upacara kencing dengan harapan akan membujuk dewa
kencing sehingga hujan turun.  Keledai tidak merengek seperti orang
merapal ayat sambil tengadah ke langit biru.  Juga tiada kucing yang
berpantang daging untuk mencoba mengecoh roh jahat agar berlaku baik. 
Hanya manusia yang berperilaku bodoh dan serampangan seperti itu." (Aldous
Huxley)







 







Menarik sekali ya..... 









----- Original Message ----- 







From: Ambara, Gede Ngurah (KPC) 







To: [email protected] 







Sent: Thursday,
October 04, 2007 4:13 PM







Subject: [bali]
bukti Ilmiah Mahabaratha







 





 


Berikut ini buktiIlmiah tentang Ramayana dan Mahabarata
(Peradaban Veda) yang dikutip dari berbagai sumber, mungkin umat sedharma bisa
menambahkannya/mengoreksinya….monggo….


 


Bukti ilmiah peradaban Veda


Bukti-bukti arkeologis, geologis telah terungkap dari
penemuan fosil-fosil maupun artefak- alat yang digunakan manusia pada masa itu
telah terbukti menunjukkan bahwa peradaban manusia modern telah ada sekitar
ratusan juta bahkan miliaran tahun yang lalu. Bukti-bukti tersebut diungkapkan
oleh Michael Cremo, seorang arkeolog senior, peneliti dan juga penganut weda
dari Amerika, dengan melakukan penelitian lebih dari 8 tahun. Dari berbagai
belahan dunia termasuk juga dari Indonesia telah dapat mengungkapkan misteri
peradaban weda tersebut secara bermakna. Laporan tersebut ditulis dalam
beberapa buku yang sudah diterbitkan seperti ; Forbidden Archeology, The Hidden
History of Human Race, Human Devolution : A Vedic alternative to Darwin’s
Theory, terbitan tahun 2003. Dalam buku tersebut akan banyak ditemukan fosil,
artefak- peninggalan berupa kendi, alas kaki, alat masak dan sebagainya yang
telah berusia ratusan juta tahun bahkan miliaran tahun, dibuat oleh manusia
yang mempunyai peradaban maju, tidak mungkin dibuat oleh kera atau primata yang
lebih rendah. Dari buku-buku tersebut juga ditemukan adanya manipulasi beberapa
arkeolog dengan mengubah dimensi waktunya, hal ini bertujuan untuk mendukung
teori evolusi Darwin, karena kenyataannya teori evolusi masih sangat lemah.
Bukti ilmiah sudah dengan jelas menyatakan bahwa peradaban weda telah ada
miliaran tahun. Para ilmuwan telah membuktikan bahwa perang besar di tanah suci
Kukrksetra, kota Dwaraka, sungai suci Sarasvati dan sebagainya perupakan suatu
peristiwa sejarah, bukan sebagai mitologi. Setiap kali kongres para arkeolog
dunia selalu menyampaikan bukti-bukti baru tentang peradaban Barthavarsa purba.
Dibawah ini ditampilkan sekelumit dari bukti ilmiah tersebut.


 


Perang
Bharatayuda


Para arkeolog terkemuka dunia telah sepakat bahwa
perang besar di Kuruksetra merupakan sejarah Bharatavarsa (sekarang India) yang
terjadi sekitar 5000 tahun yang lalu. Sekarang para peneliti hanya ingin
mementukan tanggal yang pasti tentang peristiwa tersebut. Dari hasil pengamatan
beserta bukti-bukti ilmiah. Dari berbagai estimasi maka dibuatlah suatu usulan
peristiwa-peristiwa sebagai berikut : 


 


Sri Krishna tiba di Hastinapura diprakirakan sekitar
28 September 3067 SM 


 


Bhishma pulang ke dunaia rohani sekitar January 17
Januari 3066 SM


 


Balarama melakukan perjalanan suci di sungai Saraswati
pada bulan Pushya 1 Nov. 1, 3067 SM 


 


Balarama kembali dari perjalanan tersebut pada bulan
Sravana 12 Dec. 12, 3067 SM 


 


Gatotkaca terbunuh pada 2 Desember 3067 SM


 


Dan banyak lagi penanggalan peristiwa-peristiwa
penting sudah di kalkulasi.


 


Kota
kuno Dvaraka


Demikian juga keberadaan kota Dvaraka yang dulu
menjadi misteri, kota tersebut disebutkan dalam Mahabharata bahwa Dvaraka 
tenggelam
di pantai. Doktor Rao adalah seorang arkeolog senior yang dengan tekun
menyelidiki dengan "marine archaeology" dan hasilnya ditemukannya
reruntuhan kota bawah laut, beserta ornamennya, didaerah Gujarat. Dwaraka, kota
kerajaan Sri Krishna masa lalu.


 


Jembatan
Alengka


Pemotretan luar angkasa yang dilakukan oleh NASA telah
menemukan adanya jembatan mistrius yang menghubungkan antara India dan Sri
Langka sepanjang 30 Km, tampak pula jembatan tersebut buatan manusia dengan
umur sekitar 1 750 000 tahun angka ini sesuai dengan sejarah Ramayana yang
terjadi pada Tretha yuga. Sekarang sedang diteliti jenis bebatuannya. Jadi
Ramayana itu adalah ithihasa (sejarah), bukan merupakan dongeng.


 


Sungai
Sarasvati


Keberadaan kota purba Harrapa dan Mohenjodaro serta keberadaan
sungai suci Sarasvati telah dijumpai dalam Rig Weda, namun tidak diketahui
keberadaannya, kemudian oleh NASA dengan pemotretan dari luar angkasa ternyata
dijumpai sebuah lembah yang merupakan bekas sungai yang yang telah mengering,
namun dalam kedalaman tertentu masih tampak ada aliran air diwilayah Pakistan
yang bermuara ke lautan Arab, arahnya sesuai dengan yang digambarkan dalam
sastra. 


 


Sebenarnya masih banyak bukti ilmiah lainnya yang
menunjukkan peradaban weda tersebut, sehingga Satya yuga, Tretha yuga, Dvapara
yuga dan Kali yuga dengan durasi sekitar 4 320 000 tahun merupakan suatu
sejarah peradaban manusia modern yang memegang teguh perinsip dharma.


 


 















      ___________________________________________________________
Yahoo! Answers - Got a question? Someone out there knows the answer. Try it
now.
http://uk.answers.yahoo.com/ 

Kirim email ke