DH,
Setuju bahwa agama bukan menara gading lagi..Seyogianya agama adalah
foundation. Tanpa foundation (agama apapun), mahabaratha jadi seperti apa lagi?.
Selamat menggali cita cita luhur.
Wass: Tjahjo
nyoman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);}
st1\:*{behavior:url(#default#ieooui) } Pak Ngurah Ambara, dan
rekan2
Saya sebagai anggota pasif milis ini, bersyukur bahwa diskusi mengenai
Mahabaratha yang melenceng ke masalah agama sudah ditutup dengan baik
dengan suatu penyelesaian yang sangat dewasa dan toleran.
Kalau di ijinkan , saya pikir akan menarik kalau Pak Ngurah Ambara
melanjutkan kembali diskusi mengenai Mahabaratha ini karena kita akan bisa
sama2 menggali nilai2 universal yang dipesankan oleh Mahabaratha plus
Bagawadgitha nya.
Beberapa bulan yang lalu ketika saya mengikuti Dies Natalis di Aula Timur
ITB saya demikian terkejut karena teman saya memaparkan Manajemen berbasis
Bagawadgitha yg disebut Manajemen GIta,( yg tak lama kemudian saya lihat ada
buku Manajemen Gita di Gramedia karangan Anand Krishna ) padahal kalau dilihat
latar belakang teman tersebut bukan orang Bali bukan beragama Hindu, tetapi ia
dengan tegas mampu menyerap pesan2 universal Bagawadgitha mengenai bekerja
sebagai kewajiban kita dalam hidup yang tidak terikat pada hasilnya.
Bagaimana Pak Ngurah ? Bagaimana Pak Wis sebagai moderator ? Saya pikir hal
ini masih relevan dengan roh milis ini, karena sepanjang saya mengikuti milis
ini kita banyak sekali berbicara/berkomentar mengenai nilai-nilai yang berlaku
di masyarakat sekeliling kita.
Terima kasih.
Salam,
Gde Nyoman Swastika
---------------------------------
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Ambara, Gede
Ngurah (KPC)
Sent: Tuesday, October 09, 2007 8:28 AM
To: [email protected]
Subject: [bali] bukti Ilmiah Mahabaratha
Mbak Asana dan rekan-rekan
Ok Terimakasih Mbak Asana, case ini sudah close, saya minta maaf kepada
rekan-rekan semua yang telah tersinggung/tidak nyaman dengan diskusi menyangkut
masalah agama ini..Sejak kemarin telah diputuskan masalah terkait agama hanya
didiskusikan via Japri (jalur Pribadi)..beberapa semeton telah
menghubungi/melanjutkan diskusi ini via japri..
Sekali lagi terimakasih pada Mbak Asana dan rekan-rekan semua..
GNA
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Asana Viebeke
Lengkong
Sent: Friday, October 05, 2007 8:37 PM
To: [email protected]
Subject: [bali] Re: bukti Ilmiah Mahabaratha
P Ngurah Ambara,
Dari sejak tanggal 28 Sept. yang lalu (baca ulang ya) email tentang
Mahabharata anda jelas menuduh. Email anda sudah di tanggapi dengan teguran
dari moderator, P Wisnaya, tapi anda terus ngeyel aja ke arah fakta.....
rasanya semua di millis ini sudah tau fakta tentang perseteruan agama dari
ribuan tahun lalu, tapi ada hal lain di dalam hidup ini yang lebih layak untuk
di bicarakan dan seperti kita tahu kalau perdebatan tentang agama itu bisa
menyulut emosi orang lain. Banyak teman di millist ini tidak nyaman dengan
dialog yang disampaikan oleh anda tapi tidak juga ingin me'nyodok' karena lebih
memilih untuk bisa bersahabat dalam alam maya ini tanpa harus ada merasa harus
membunyikan 'kulkul bulus'...
Jadi singkatnya fakta yang diuraikan oleh anda banyak menyakiti orang lain,
ini fakta juga lo. Tapi saya memang orang gila, dialog itu saya tanggapi terus
untuk membeli waktu cooling down semua pihak (semoga ya)... dengan kata lain
tidak se'gemes' yang anda utarakan.
Kalau boleh sekarang saya nyatakan kepada semua anggota millist ini bahwa
permohonan maaf anda berlaku juga kepada semua anggota millis ini.
P Ngurah Ambara, kita semua hidup sekarang di jaman yang sama dengan segala
permasalahan masa lalu (yang toch juga dibuat oleh leluhur kita) dan masa
sekarang.... kita hidup sangat pendek jadi marilah kita ... enjoy aja.... tidak
perlu mempertajam perselisihan yang sudah diciptakan oleh leluhur kita...
masing masing kita berbuat selangkah demi selangkah untuk membangun kehidupan
kedepan tanpa rasa takut, benci, marah. Benar sekali dalam kehidupan kita
pastinya ada penindasan, kita sadar juga tapi kan penindasan manusia kepada
manusia lain karena kepentingan dan pilihan... apa anda pikir tidak ada
penindasan antar sesama kita di bali? Penindasan itu tidak harus melulu antar
agama lo.....
anyway..... I hope this all end today except for a more condusive
dialogues...... Terima kasih P Ngurah Ambara dan saya juga mohon maaf.... masih
banyak.... belajar.
Salam damai,
asana viebeke
----- Original Message -----
From: Ambara, Gede Ngurah (KPC)
To: [email protected]
Sent: Friday, October 05, 2007 4:40 PM
Subject: [bali] Re: bukti Ilmiah Mahabaratha
Agnostik memang sebuah pilihan, menyakiti atau tidak menyakiti orang lain itu
bukan karena mereka beragama atau tidak beragama, agama tidak terkait dengan
itu
Apakah Mbak Asana menilai selama ini pembicaraan saya telah menyakiti Mbak
Asana? Kalau ya bagian yang mana? Dan kalau itu benar saya minta maaf, selama
ini saya berkata dengan fakta, bahwa uma Hindu sering ditindas oleh umat lain
(Islam dan Kristen), dan saya mengungkapkan fakta itu. Pertanyaannya mana yang
lebih menyakitkan, saya yang mengungkapkan fakta ini ataukah orang-orang yang
melakukan penindasan terhadap umat Hindu?
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Asana Viebeke
Lengkong
Sent: Friday, October 05, 2007 3:37 PM
To: [email protected]
Subject: [bali] Re: bukti Ilmiah Mahabaratha
P Ngurah Ambara,
oleh sebab itu saya kutip supaya kita semua bisa melihat pandangan yang
berbeda... kan nggak semua orang tau agnostik tapi kalau egoistic semua ngerti
P Ngurah...
ini saya sambung ya kalau pengertian dan tanggapan P Ngurah sampai disana...
"Kepercayaan pada Tuhan dan kehidupan kekal terputus dari nalar karena
kepercayaan itu hanya bisa diketahui lewat kekuasaan, naluri, ilham dan wahyu.
Tapi nalar dapat menakar serba akibat agama, jadi dengan memperhatikan hal ini
kita akan berkelana sepanjang masa silam dan masa kini, sambil melihat
kenyataannya."
Tidak masalah kan kalau orang tidak percaya Tuhan karena itu pilihan mereka
yang masalah adalah kalau orang percaya Tuhan tapi punya niat untuk menyakiti
orang lain, menuduh agama lain dllnya...
Contoh yang sangat konkretnya adalah saya sendiri tidak mau beragama kalau
kembali membaca email P Ngurah Ambara yang lalu; tapi jangan salah lo saya
percaya Tuhan, jadi saya mengambil keputusan untuk tetap berdialog dengan P
Ngurah Ambara tanpa pamrih ya.... mencoba untuk mendekatkan lebih jauh 'diri
manusia' melalui dialog ini... jadi santai saja karena saya juga tidak
bermaksud untuk memancing atau mengetahui lebih lanjut pengetahuan tentang
Mahabharata dari anda, dan percayalah, anda tidak perlu juga harus membuktikan
sampai dimana pengetahuan anda tentang Mahabharata, karena sesungguhnya kita
semua disini bagi cerita, bagi pengalaman, bagi pengetahuan dsbnya.... begitu
pula saya yakin bahwa anggota milis ini banyak yang membaca dengan berbagai
pendapat mereka, tapi ketika anda sudah menyentuh agama, mereka agaknya tidak
nyaman dan kenapa? Karena tidak mau menyakiti yang lain, itu saja intinya.
Saya seperti kata P Wis, merasa biar mengalir saja dulu supaya kita
bisa lebih mengenal anda dan dengan waktu semua akan bisa menerima pendapat
anda dengan legowo....
Perhatikan berapa yang berkomentar tentang hal ini? sedikit sekali ya....
saya aja yang rada gila... tapi saya menulis diantara waktu saya kerja, waktu
saya berbagi, waktu saya di wawancara, waktu saya membuat konsep program...
diantara itu semua karena saya juga perlu menimbang seberapa 'kasih' saya
kepada anda.... dan ternyata anda adalah 'manusia' yang saya kasihi....
P Wis terima kasih sudah sangat bijaksana sekali membangun milis baru, tapi
kalau bicara agama, saya masih banyak belajar.... masih mau dengar-dengar...
baca-baca... jadi 'when the time is right everything is going to be good'.....
Salam kasih dan damai,
Vieb
----- Original Message -----
From: Ambara, Gede Ngurah (KPC)
To: [email protected]
Sent: Friday, October 05, 2007 11:17 AM
Subject: [bali] bukti Ilmiah Mahabaratha
Sepertinya pandangan seorang Aldous Huxley adalah pandangan agnostik
...kalau agama dianggap rekayasa sungguh mengerikan..agama turun merupakan
Wahyu dari Tuhan dengan tujuan agar manusia bisa bersikap lebih beradab tidak
seperti hewan ..
Agnostik : orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan karena mereka
menyatakan tidak cukup bukti untuk mendukung keberadaan Tuhan
-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Asana Viebeke
Lengkong
Sent: Friday, October 05, 2007 10:40 AM
To: [email protected]
Subject: [bali] Re: bukti Ilmiah Mahabaratha
Terima kasih sekali diberi cuplikan sejarah secara ilmiah untuk bahan
pengetahuan ... apapun tetap dalam pembahasan yang panjang dan lebih panjang
lagi.... namun bukan berarti memberikan hak untuk menuduh peradaban atau agama
lain ya Pak...
Silakan sampaikan apa yang pernah di baca, di yakini tanpa meninggalkan
akar dari lahir agama2 besar agar kita (manusia) saling menghormati.
Saya kutip ya :
"Manusia begitu cerdas sehingga merasa harus merekayasa teori-teori untuk
menjelaskan apa yang terjadi di dunia ini. Sayang, dalam banyak hal manusia
tidak cukup cerdas menemukan penjelasan yang benar. Maka ketika bertindak
berdasarkan teori-teori itu, manusia sering berperilaku seperti orang gila.
Jadi, binatang tidak cukup cerdas mengkhayal bahwa hujan dicegah turun oleh
roh-roh jahat atau hujan dimaksudkan sebagai hukuman, bila kemarau panjang
menerpa. Itulah sebabnya Anda tidak pernah melihat binatang bersibuk-sibuk
dengan ketolololan buta dan sering mengerikan berupa sihir dan agama. Tak ada
kuda, misalnya, akan membunuh anaknya untuk mengubah arah angin. Anjing tidak
melakukan upacara kencing dengan harapan akan membujuk dewa kencing sehingga
hujan turun. Keledai tidak merengek seperti orang merapal ayat sambil tengadah
ke langit biru. Juga tiada kucing yang berpantang daging untuk mencoba
mengecoh roh jahat agar berlaku baik. Hanya manusia yang
berperilaku bodoh dan serampangan seperti itu." (Aldous Huxley)
Menarik sekali ya.....
----- Original Message -----
From: Ambara, Gede Ngurah (KPC)
To: [email protected]
Sent: Thursday, October 04, 2007 4:13 PM
Subject: [bali] bukti Ilmiah Mahabaratha
Berikut ini buktiIlmiah tentang Ramayana dan Mahabarata (Peradaban Veda) yang
dikutip dari berbagai sumber, mungkin umat sedharma bisa
menambahkannya/mengoreksinya
.monggo
.
Bukti ilmiah peradaban Veda
Bukti-bukti arkeologis, geologis telah terungkap dari penemuan fosil-fosil
maupun artefak- alat yang digunakan manusia pada masa itu telah terbukti
menunjukkan bahwa peradaban manusia modern telah ada sekitar ratusan juta
bahkan miliaran tahun yang lalu. Bukti-bukti tersebut diungkapkan oleh Michael
Cremo, seorang arkeolog senior, peneliti dan juga penganut weda dari Amerika,
dengan melakukan penelitian lebih dari 8 tahun. Dari berbagai belahan dunia
termasuk juga dari Indonesia telah dapat mengungkapkan misteri peradaban weda
tersebut secara bermakna. Laporan tersebut ditulis dalam beberapa buku yang
sudah diterbitkan seperti ; Forbidden Archeology, The Hidden History of Human
Race, Human Devolution : A Vedic alternative to Darwins Theory, terbitan tahun
2003. Dalam buku tersebut akan banyak ditemukan fosil, artefak- peninggalan
berupa kendi, alas kaki, alat masak dan sebagainya yang telah berusia ratusan
juta tahun bahkan miliaran tahun, dibuat oleh manusia yang
mempunyai peradaban maju, tidak mungkin dibuat oleh kera atau primata yang
lebih rendah. Dari buku-buku tersebut juga ditemukan adanya manipulasi beberapa
arkeolog dengan mengubah dimensi waktunya, hal ini bertujuan untuk mendukung
teori evolusi Darwin, karena kenyataannya teori evolusi masih sangat lemah.
Bukti ilmiah sudah dengan jelas menyatakan bahwa peradaban weda telah ada
miliaran tahun. Para ilmuwan telah membuktikan bahwa perang besar di tanah suci
Kukrksetra, kota Dwaraka, sungai suci Sarasvati dan sebagainya perupakan suatu
peristiwa sejarah, bukan sebagai mitologi. Setiap kali kongres para arkeolog
dunia selalu menyampaikan bukti-bukti baru tentang peradaban Barthavarsa purba.
Dibawah ini ditampilkan sekelumit dari bukti ilmiah tersebut.
Perang Bharatayuda
Para arkeolog terkemuka dunia telah sepakat bahwa perang besar di Kuruksetra
merupakan sejarah Bharatavarsa (sekarang India) yang terjadi sekitar 5000 tahun
yang lalu. Sekarang para peneliti hanya ingin mementukan tanggal yang pasti
tentang peristiwa tersebut. Dari hasil pengamatan beserta bukti-bukti ilmiah.
Dari berbagai estimasi maka dibuatlah suatu usulan peristiwa-peristiwa sebagai
berikut :
Sri Krishna tiba di Hastinapura diprakirakan sekitar 28 September 3067 SM
Bhishma pulang ke dunaia rohani sekitar January 17 Januari 3066 SM
Balarama melakukan perjalanan suci di sungai Saraswati pada bulan Pushya 1
Nov. 1, 3067 SM
Balarama kembali dari perjalanan tersebut pada bulan Sravana 12 Dec. 12, 3067
SM
Gatotkaca terbunuh pada 2 Desember 3067 SM
Dan banyak lagi penanggalan peristiwa-peristiwa penting sudah di kalkulasi.
Kota kuno Dvaraka
Demikian juga keberadaan kota Dvaraka yang dulu menjadi misteri, kota
tersebut disebutkan dalam Mahabharata bahwa Dvaraka tenggelam di pantai. Doktor
Rao adalah seorang arkeolog senior yang dengan tekun menyelidiki dengan "marine
archaeology" dan hasilnya ditemukannya reruntuhan kota bawah laut, beserta
ornamennya, didaerah Gujarat. Dwaraka, kota kerajaan Sri Krishna masa lalu.
Jembatan Alengka
Pemotretan luar angkasa yang dilakukan oleh NASA telah menemukan adanya
jembatan mistrius yang menghubungkan antara India dan Sri Langka sepanjang 30
Km, tampak pula jembatan tersebut buatan manusia dengan umur sekitar 1 750 000
tahun angka ini sesuai dengan sejarah Ramayana yang terjadi pada Tretha yuga.
Sekarang sedang diteliti jenis bebatuannya. Jadi Ramayana itu adalah ithihasa
(sejarah), bukan merupakan dongeng.
Sungai Sarasvati
Keberadaan kota purba Harrapa dan Mohenjodaro serta keberadaan sungai suci
Sarasvati telah dijumpai dalam Rig Weda, namun tidak diketahui keberadaannya,
kemudian oleh NASA dengan pemotretan dari luar angkasa ternyata dijumpai sebuah
lembah yang merupakan bekas sungai yang yang telah mengering, namun dalam
kedalaman tertentu masih tampak ada aliran air diwilayah Pakistan yang bermuara
ke lautan Arab, arahnya sesuai dengan yang digambarkan dalam sastra.
Sebenarnya masih banyak bukti ilmiah lainnya yang menunjukkan peradaban weda
tersebut, sehingga Satya yuga, Tretha yuga, Dvapara yuga dan Kali yuga dengan
durasi sekitar 4 320 000 tahun merupakan suatu sejarah peradaban manusia modern
yang memegang teguh perinsip dharma.
---------------------------------
Building a website is a piece of cake.
Yahoo! Small Business gives you all the tools to get online.