Yth. Pak Wijaya Kusuma , Semeton Sareng Sami,
 
Terima kasih atas input - inputnya. Yang jelas, membandingkan biodiesel
tentu saja dengan solar, baik dari
segi harga sampai dengan unjuk kerja engine. Membandingkan biogas tentu
saja dengan lpg, dsb.
Nah, sekarang saya  mengerti apa yang Anda maksud, biodiesel bersaing
dengan solar.
Ketika  harga solar  Rp.3500 per liter. Setara  tingkat harga 59,20 US
$per barrel.
Sementara,  harga minyak sudah berada pada tingkat 100 US$ per barrel. 
Tetapi biodiesel tidak bisa bersaing dengan tarif  listrik  berbasis
mixed fuel yang didominasi batubara.
Untuk  pembangkitan beban puncak dengan  gas turbin atau diesel power
plants  yang
masih memakai solar,  biodiesel  bisa bersaing, tapi  tergantung pada
keadaan setempat,
bila tak ada pengganti solar misalnya  tidak tersedianya  gas alam atau
hydro peaking unit. Jadi
biodiesel bisa bersaing sebagai subsitusi solar, pada tingkat harga
lebih murah dari solar.
 
Sekalipun nantinya PLN atau Indonesia Power menggunakan jalur Jawa-Bali,
masih banyak tenaga diesel yang ada di lapangan.
Mulai dari genset, traktor, kapal laut, transportasi darat, dll, yang
kebutuhan akan solar juga tinggi. 
Sementara itu, daya beli masyarakat sudah menurun.
Kalau saluran 500 kV Jawa-Bali dibangun , pasokan biodiesel untuk PLN
akan nol atau kecil kebutuhannya , 
(hanya  untuk tambahan cadangan demi keamanan pasokan, saat terjadi
pemadaman total, kalau pembangkit
solar PLN masih dipertahankan di Bali). 
Potensi pemakaian biodiesel  justeru ada diluar  PLN   untuk sektor
industri dan transpotasi. Di luar Jawa masih
 banyak pembangkit listrik pakai solar, tapi sedang diupayakan mulai
diganti dengan pembangkit batubara satuan kecil.
 
Maaf pak Sudja, mengenai harga itu relatif dan tergantung bagaimana
proses di hulu. Mulai dari pembibitan hingga
pengolahan. Yang jelas, biaya produksi kami jelas kurang dari Rp. 3500
per liter. 
Saya mengerti harga itu relatif, yang penting  berapa harga yang
ditawarkan  di pasar. Yang saya pertanyakan dengan harga
di hilir ( di pasar)  Rp.3500 per liter, berapa penghasilan yang
diperoleh para petani di hulu (untuk bisa bayar bibit, perolehan 
upah yang pantas, sepadan agar  tetap mau menanam jarak) ?
Posting saya mengacu pada upaya I Silvia mencari  alternatif solusi
pemenuhan kebutuhan listriknya. Saya sampaikan 
yang termurah masih sambungan dari PLN  7 c/kWh, yang berbasis mixed
fuel yang didominasi batubara. 
Malahan posting saya dimulai dengan tanggapan sebelumnya terkait
penolakan pembangunan PLTU Celukan Bawang
yang dikaitkan dengan pemanasan global. Padahal  batubara merupakan
bahan bakar murah untuk pembangkitan 
tenaga listrik. Jepang (yang lebih kecil luasnya dari Indonesia)
mengimpor batubara 170 juta ton (2006) sedangkan
Indonesia pemakaian batubaranya  baru 40 juta ton (2006). Mengapa
batubara yang merupakan sumberdaya energi murah mesti ditolak?
Pengotoran, emisi perlu diatur dan dikendalikan. Itulah inti
permasalahan perundingan perubahan iklim
yang masih berlanjut sesudah di Bali.   Penolakan saya pada pembangunan
PLTU Celukan Bawang bukan karena dipakainya batubara tetapi karena
alasan tidak ada studi kelayakan yang sepatutnya diajukan dulu kepada
masyarakat (public acceptance).
 
Pak Sudja, kami berupaya mengembangkan renewable energy ini dengan
tujuan seperti postingan sebelumnya.
Pak Wijaya, saya angkat topi (kata orang Eropa), saya hargai kegigihan
Anda unutk mengembangkan 
renewable energy. You are a real dedicated engineer. Dunia ini dibangun
oleh para insinyur , seperti
Thomas  Edison, Rudolf Diesel. Para fisikawan  bekerja untuk menemukan
konsep/ prisip dasarnya, 
para insinyurlah  yang meneruskan dengan kegigihan, fanatik....... made
it workable, available, reliable. 
Para ekonomi  menimbang kelayakan, para pejabat (/penjahat)  yang
membuat keputusan yang sering ngawur,
pengusaha / penguasa /penjahat yang ambil untung dan ...........rakyat
yang buntung. 
 
Kalau Bapak berkenan, bisa bantu kami. Misalnya, biodiesel kami bisa
diuji coba secara gratis di LITBANG PLN (dulu LMK) dan 
disertifikasi. Kalau bagus, bisa dilanjutkan agar memperoleh sertifikasi
dari luar negeri.
Dengan senang hati akan saya bantu. Kalau sudah ada technical
specification -nya. Akan saya bicarakan 
dengan Kepala LITBANG / Kepala Jasa Teknik.
 
Saya kira pada tahap ini, diskusi kita baru muncul putiknya, belum
menjadi bunga, semoga kelak bisa berbuah.
Terima kasih untuk P Gde Wisnaya, pencipta  web site lp3b, patriarki,
pejantan, bukan bangkung , pejantanpun
kalau mau diskusi juga bisa reproduktif. 
 
SALAM .
Nengah Sudja.
Jl. Lamandau  Raya No.21,
Kebayoran Baru,
JAKARTA 12130.
Tel. 720 3143.
Fac. 720 1690.
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
 -----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of Wijaya Kusuma
Sent: Tuesday, January 15, 2008 9:42 PM
To: [email protected]
Subject: [bali] Re: konferensi iklim dan bakar batu bara (a)



Pak Nengah Sudja dan saudara semuanya,
 
Terima kasih atas input - inputnya. Yang jelas, membandingkan biodiesel
tentu saja dengan solar, baik dari
segi harga sampai dengan unjuk kerja engine. Membandingkan biogas tentu
saja dengan lpg, dsb.
Maaf pak Sudja, mengenai harga itu relatif dan tergantung bagaimana
proses di hulu. Mulai dari pembibitan hingga
pengolahan. Yang jelas, biaya produksi kami jelas kurang dari Rp. 3500
per liter. 
 
Sekalipun nantinya PLN atau Indonesia Power menggunakan jalur Jawa-Bali,
masih banyak tenaga diesel yang ada di lapangan.
Mulai dari genset, traktor, kapal laut, transportasi darat, dll, yang
kebutuhan akan solar juga tinggi. 
Sementara itu, daya beli masyarakat sudah menurun.
 
Pak Sudja, kami berupaya mengembangkan renewable energy ini dengan
tujuan seperti postingan sebelumnya.
Kalau Bapak berkenan, bisa bantu kami. Misalnya, biodiesel kami bisa
diuji coba secara gratis di LITBANG PLN (dulu LMK) dan disertifikasi.
Kalau bagus, bisa dilanjutkan agar memperoleh sertifikasi dari luar
negeri.
 
Salam,
 
Wijaya.
 


__________ NOD32 2788 (20080113) Information __________

This message was checked by NOD32 antivirus system.
http://www.eset.com


<<faint_grain1.jpg>>

Kirim email ke