[Mod : Footer sudah diedit, tolong biasakan menghapus footer yang tidak penting 
agar hemat bandwith]

dear  BBC...

saya langsung bigung dengan 
 "jangan ngebahas yg berat2, alias bahas yg ringan saja".
 
 bagaimana kita menentukan hal-hal yang berat atau yg ringan??
 bukankah perlu analisa tertentu dalam menentukan sesuatu itu ringan atau 
berat??
 
 jika kita membahas ttg blog, info teknologi, atau lowongan kerjaan, tanpa 
memahami secara keseluruhan kondisi kehidupan sosial kita, bukankah itu sama 
dengan ilusi??
 *nulis ini sambil dengerin lagu Anggun judulnye bayang2 ilusi...:)*
 
 semisal kenapa teknologi terus-menerus menciptakan keluaran terbaru, yang 
menuntut perluasan pemasaran sampe kedunia ketiga karena persaingannya dengan 
sesama kompani industri, yang harus merampas dan menggusur tanah petani untuk 
membuka pabrik baru atau membeli industri lokal demi sentralisasi kapital, 
dengan dalih membuka lapangan kerja baru namun ternyata perluasan merekalah 
yang menyebabkan pengangguran karena merubah tenaga yang bekerja (petani dan 
masyarakat adat) menjadi tenaga kerja industri yang  menuntut spesialisasi agar 
bisa bertahan hidup. 
 
 Jadi bayar murah saja pekerja itu tohh mereka ga punya skill dan ga mampu 
sampe sarjana!! sebab beruntunglah kita2 yang sempat sekolah (dan sampe sarjana 
seri 1,2, bahkan 3) karena kita dicetak untuk membuat keputusan manejerial, 
mengembangkan desain produk, merancang pemasaran produk,
 memecat pekerja yang tidak produktif, dll, sehingga kita mendapat rupiah yang 
lebih bagus dari para pekerja kasar, untuk membeli kebutuhan untuk bertahan 
hidup, membeli perabot, membeli peralatan untuk bekerja paruh waktu dirumah, 
dan membuat blog sebagai ungkapan yang tidak perlu membahas yg berat-berat. 
Terus sibuk untuk bertahan hidup tanpa memahami apa itu kehidupan...
 
 apa bedanya kita sama produk kalengan dari coca-cola??
 
 
 best,
 D
 
 * i'm on your back wie...*

"Dewi K. Rahmayanti" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               
baiklah kalau ada revisi lagi. dan saya juga sudah revisi judul postnya, biar 
tidak melenceng dari topik. dan maaf, karena saya tidak pernah berkeinginan 
menjadikan milis ini berbobot, jadi silahkan yang menginginkan menjadikannya 
berbobot mengangkat topik yang berbobot, jadi bisa dibahas oleh orang-orang 
yang berbobot. ( untung saya tidak berbobot, alias kurus :D)

tapi gappa kok klo ada robot yang mau nimbrung. eh, low.. robot biasanya 
diasumsikan sama pekerja nine to five yang tercengkeram oleh kaum kapitalis 
loh, jarang ada robot freelance, hihi *wink*

Kirim email ke