yg ngawasin pengawas ya sesama pengawas.. 2008/2/27 Dewi K. Rahmayanti <[EMAIL PROTECTED]>:
> biarpun dodie mengaku berada dibelakang saya dan menjadikan saya tameng, > tetap sepertinya apa yang dodie posting kali ini berat. atau mungkin karena > saya tidak berbobot ya., jadi otak gw gak sampai ke taraf untuk mengerti > postingan elo, dod?? hihihi > > membahas blog yang dikira ringan ternyata bisa sampai kedunia ketiga dan > kapitalisme, sampai ke kemiskinan dan perampasan hak, serta nyangkut ke > masalah sosial. kalau sudah begitu, sepertinya kita bisa melakukan dnegan > duduk bersama dan minum kopi. oh..iya, elo ga ngopi yah dod? :D jadi cukup > air putih saja untuk vegan. hahaha > > mengenai aturan, hayukk.. kalau mau dibahas, pak mod. seperti kemaren kita > bisa konfrens dan lain sebagainya, asal jangan pas udah ngumpul trus > ditinggal yah. :D lebih enak kalau menyebutkan itu sebagai kesepakatan > bersama, biar ga ada istilah si pengatur atau si pengawas. jadi yang > ngawasin dan mengatur kita semua. biar tidak ada pertanyaan, siapa yang > ngawasin si pengawas. > > kapan dimana siapa ajah yang okey buat bahas, sodara-sodara?!?!? > > -Dewi- > > *Dodie Christian <[EMAIL PROTECTED]>* wrote: > > [Mod : Footer sudah diedit, tolong biasakan menghapus footer yang tidak > penting agar hemat bandwith] > > dear BBC... > > saya langsung bigung dengan > "jangan ngebahas yg berat2, alias bahas yg ringan saja". > > bagaimana kita menentukan hal-hal yang berat atau yg ringan?? > bukankah perlu analisa tertentu dalam menentukan sesuatu itu ringan atau > berat?? > > jika kita membahas ttg blog, info teknologi, atau lowongan kerjaan, tanpa > memahami secara keseluruhan kondisi kehidupan sosial kita, bukankah itu sama > dengan ilusi?? > *nulis ini sambil dengerin lagu Anggun judulnye bayang2 ilusi...:)* > > semisal kenapa teknologi terus-menerus menciptakan keluaran terbaru, yang > menuntut perluasan pemasaran sampe kedunia ketiga karena persaingannya > dengan sesama kompani industri, yang harus merampas dan menggusur tanah > petani untuk membuka pabrik baru atau membeli industri lokal demi > sentralisasi kapital, dengan dalih membuka lapangan kerja baru namun > ternyata perluasan merekalah yang menyebabkan pengangguran karena merubah > tenaga yang bekerja (petani dan masyarakat adat) menjadi tenaga kerja > industri yang menuntut spesialisasi agar bisa bertahan hidup. > > Jadi bayar murah saja pekerja itu tohh mereka ga punya skill dan ga mampu > sampe sarjana!! sebab beruntunglah kita2 yang sempat sekolah (dan sampe > sarjana seri 1,2, bahkan 3) karena kita dicetak untuk membuat keputusan > manejerial, mengembangkan desain produk, merancang pemasaran produk, > memecat pekerja yang tidak produktif, dll, sehingga kita mendapat rupiah > yang lebih bagus dari para pekerja kasar, untuk membeli kebutuhan untuk > bertahan hidup, membeli perabot, membeli peralatan untuk bekerja paruh waktu > dirumah, dan membuat blog sebagai ungkapan yang tidak perlu membahas yg > berat-berat. Terus sibuk untuk bertahan hidup tanpa memahami apa itu > kehidupan... > > apa bedanya kita sama produk kalengan dari coca-cola?? > > > best, > D > > * i'm on your back wie...* > > "Dewi K. Rahmayanti" <[EMAIL PROTECTED] <great_days%40yahoo.com>> > wrote: baiklah kalau ada revisi lagi. dan saya juga sudah revisi judul > postnya, biar tidak melenceng dari topik. dan maaf, karena saya tidak pernah > berkeinginan menjadikan milis ini berbobot, jadi silahkan yang menginginkan > menjadikannya berbobot mengangkat topik yang berbobot, jadi bisa dibahas > oleh orang-orang yang berbobot. ( untung saya tidak berbobot, alias kurus > :D) > > tapi gappa kok klo ada robot yang mau nimbrung. eh, low.. robot biasanya > diasumsikan sama pekerja nine to five yang tercengkeram oleh kaum kapitalis > loh, jarang ada robot freelance, hihi *wink* > > > ------------------------------ > Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! > Search.<http://us.rd.yahoo.com/evt=51734/*http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping> > > -- ^_^☺ -Sarcastic Eurasian Chix- uɐɯɐpı‾ɹǝʇsns\oɟuı˙lıɐɯƃ-pı˙ıʞıʍ\\:dʇʇɥ

