heheh
saya ga jadiin kamu tameng kok wiee, (mo peraang kaleee...),
kan ente sendiri yang amukin saya (di japri) kenapa diem-diem aje. jadi kucoba
dah posting, secara perlahan biar ga menyinggung perasaan banyak orang :)
perumpamaanku itu telah terjadi lohh, termasuk di indonesia dan termasuk juga
di Bali, ga percaya?? liat aja sendiri dah berapa lahan masyarakat dijadiin
hotel bintang 5&6, belum lagi yg dijadiin lapangan golep. atao mungkin bisa
diganti menjadi, mengapa Mtv berslogan gw banget (nyang artinyee; kalo ngga
nonton Mtv brarti bukan dirimu), atau rokok A-mild yang mensiasati slogan
"peringatan pemerintah ttg rokok" dengan menjual iklan yang seolah-olah kritis
terhadap pemerintahan.
kalopun terasa berat, mungkin karena ketertarikan saja kali yaa, tapi saya ga
bermaksud memberatkan teman-teman BBC.
saya cuman menceritakan kembali yg telah terjadi, mungkin saja ada yg
terlewatkan.. begityuu lah kira2 mba wiee :)
saya sepakat banget kalo ada ngumpul2 lagi, ngebahas apa aja yang berkaitan
dengan kelancaran dan keharmonisan si BBC. lagi pula saya ma dewi anak gaul
dulunya..bener ga wie?? hiihhihih
karena menurut saya kekurangan dari blog adalah dia bukan pergumulan dari
interaksi langsung.
best,
D
"Dewi K. Rahmayanti" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
biarpun dodie mengaku berada dibelakang saya dan menjadikan saya tameng, tetap
sepertinya apa yang dodie posting kali ini berat. atau mungkin karena saya
tidak berbobot ya., jadi otak gw gak sampai ke taraf untuk mengerti postingan
elo, dod?? hihihi
membahas blog yang dikira ringan ternyata bisa sampai kedunia ketiga dan
kapitalisme, sampai ke kemiskinan dan perampasan hak, serta nyangkut ke masalah
sosial. kalau sudah begitu, sepertinya kita bisa melakukan dnegan duduk bersama
dan minum kopi. oh..iya, elo ga ngopi yah dod? :D jadi cukup air putih saja
untuk vegan. hahaha
mengenai aturan, hayukk.. kalau mau dibahas, pak mod. seperti kemaren kita bisa
konfrens dan lain sebagainya, asal jangan pas udah ngumpul trus ditinggal yah.
:D lebih enak kalau menyebutkan itu sebagai kesepakatan bersama, biar ga ada
istilah si pengatur atau si pengawas. jadi yang ngawasin dan mengatur kita
semua. biar tidak ada pertanyaan, siapa yang ngawasin si pengawas.
kapan dimana siapa ajah yang okey buat bahas, sodara-sodara?!?!?
-Dewi-
Dodie Christian <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
[Mod : Footer sudah diedit, tolong biasakan menghapus
footer yang tidak penting agar hemat bandwith]
dear BBC...
saya langsung bigung dengan
"jangan ngebahas yg berat2, alias bahas yg ringan saja".
bagaimana kita menentukan hal-hal yang berat atau yg ringan??
bukankah perlu analisa tertentu dalam menentukan sesuatu itu ringan atau
berat??
jika kita membahas ttg blog, info teknologi, atau lowongan kerjaan, tanpa
memahami secara keseluruhan kondisi kehidupan sosial kita, bukankah itu sama
dengan ilusi??
*nulis ini sambil dengerin lagu Anggun judulnye bayang2 ilusi...:)*
semisal kenapa teknologi terus-menerus menciptakan keluaran terbaru, yang
menuntut perluasan pemasaran sampe kedunia ketiga karena persaingannya dengan
sesama kompani industri, yang harus merampas dan menggusur tanah petani untuk
membuka pabrik baru atau membeli industri lokal demi sentralisasi kapital,
dengan dalih membuka lapangan kerja baru namun ternyata perluasan merekalah
yang menyebabkan pengangguran karena merubah tenaga yang bekerja (petani dan
masyarakat adat) menjadi tenaga kerja industri yang menuntut spesialisasi agar
bisa bertahan hidup.
Jadi bayar murah saja pekerja itu tohh mereka ga punya skill dan ga mampu
sampe sarjana!! sebab beruntunglah kita2 yang sempat sekolah (dan sampe sarjana
seri 1,2, bahkan 3) karena kita dicetak untuk membuat keputusan manejerial,
mengembangkan desain produk, merancang pemasaran produk,
memecat pekerja yang tidak produktif, dll, sehingga kita mendapat rupiah yang
lebih bagus dari para pekerja kasar, untuk membeli kebutuhan untuk bertahan
hidup, membeli perabot, membeli peralatan untuk bekerja paruh waktu dirumah,
dan membuat blog sebagai ungkapan yang tidak perlu membahas yg berat-berat.
Terus sibuk untuk bertahan hidup tanpa memahami apa itu kehidupan...
apa bedanya kita sama produk kalengan dari coca-cola??
best,
D
* i'm on your back wie...*
"Dewi K. Rahmayanti" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
baiklah kalau ada revisi lagi. dan saya juga sudah revisi judul postnya, biar
tidak melenceng dari topik. dan maaf, karena saya tidak pernah berkeinginan
menjadikan milis ini berbobot, jadi silahkan yang menginginkan menjadikannya
berbobot mengangkat topik yang berbobot, jadi bisa dibahas oleh orang-orang
yang berbobot. ( untung saya tidak berbobot, alias kurus :D)
tapi gappa kok klo ada robot yang mau nimbrung. eh, low.. robot biasanya
diasumsikan sama pekerja nine to five yang tercengkeram oleh kaum kapitalis
loh, jarang ada robot freelance, hihi *wink*
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.