hai kawans...
Salut tuk pendapat dan ide Nena si akuntan, Asn, dan Nyoman Winardi. Dan
mungkin saya bisa sedikit usul atau sekedar menyampaikan saja, bahwa jika
mengharapkan Pemerintah (atau pun diri kita yang menjelma menjadi Pemerintah)
sebagai agen untuk membebaskan rakyat adalah hal sia-sia.
Persoalannya ini merupakan kesepakatan Indonesia untuk ikutan gerakan
neo-liberalisme yg tentunya segala sesuatunya ditentukan oleh pasar
internasional. Jadi lagak sandiwara SBY yg seolah-olah pengen melindungi
masyarakat Indonesia dari amukan global saya anggap sebagai pertunjukan lawak,
yang sayangnya sama sekali tidak lucu.
Udah pada tau kan apa itu neo-liberalisme?? ada ga dari kebijakan
neo-liberalisme itu yg mendukung kesejahteraan rakyat dan menjamin kebebasan
hak untuk menentukan nasib sendiri??
Mungkin sudah saatnya tuk sesuatu yg baru, semisal menghimpun kekuatan sosial
yang murni dari bawah (bottom-up) dan tanpa perwakilan pemerintah (atau yg
sejenisnya..), dan tidak perlu repot2 membentuk angkatan bersenjata untuk
membangun sebuah negara baru.
Masyarakat harus terlibat langsung dalam menentukan nasibnya sendiri.
Apakah ini utopis?? Ini sudah (pernah) diterapkan oleh Dewan Popular Chiapas
Meksiko (APPO), Tentara Nasional Pembebasan Masyarakat Zapatista (EZLN)
Meksiko, dan di Masyarakat Samin di Pati Jawa Timur.
Jadi perubahan itu bisa banget terjadi, dan aksi Gendo bersama teman2 yg lain
itu sama sekali bukan hal yang membuang-buang tenaga, tetapi sebuah
manifestasi, bahwa masih ada kelompok masyarakat yang menolak tuk terus
dibego2in ma amukan neo-liberalisme, meskipun itu kelompok yang sangat kecil.
Jika untuk kesejahteraan bersama, bukankah itu pantas banget tuk
diperjuangkan..??!!
MigorengInstan
D
Nena Accounting of Whirlingturban <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Beh!
Baru ketemu rekan yang punya jalan pikiran sama (gilanya) kayak otak saya
yang lelet.
Memang sudah saatnya kita bisa mengorbankan hal-hal kecil diawal, ketimbang
jaga reputasi penguasa tapi rakyat tetep menderita.
Memang harus ada yang dikorbankan demi menjaga stabilitas nasional, tapi
perlu dipastikan bahwa pihak yang dikorbankan bukan rakyat, karena MISI utama
pemerintah yang DIBENTUK oleh RAKYAT adalah memberi kesejahteraan kepada RAKYAT!
Klo kayak gini terus saya rasa pemerintah sudah melupkakan esensi dari misi
utamanya dia
..
Demo
..sulit rasanya ngadepin orang dengan kepala batu pake cara demo.
Keputusan besar seperti ini tidak akan bisa dihadapi dengan 100-300 pendemo.
Jika kita bisa bawa turun SEMUA orang yang merasa menjadi Warga Negara
Indonesia, barulah mungkin kita memiliki posisi tawar.
Klo demo anti kenaikan BBM kayak Gendo and temen-temn yang dilakukan kemarin
itu sich, saya bilang Cuma wasting energi aja.
Toh juga pada akhirnya kita akan menghadapi jaksa penuntut umum yang
terkantuk-kantuk di ruang siding, dimana keputusan sudah disiapkan jauh sbelum
siding dilakukan.
Kita sedang menghadapi ketidakmampuan pemerintah untuk menyelamatkan bangsa,
so
kita juga wajib berpikir untuk menemukan cara kita masing-masing untuk
menyelamatkan diri dari bencana yang akan ditimbulkan oleh kebijakan ini.
Sudah waktunya kita menggantungkan masa depan kita pada orang yang sudah
dengan sangat jelas terbukti tidak peduli pada diri kita.
FIGHT FOR YOUR FREEDOM!
http://images.pejot1joshy.multiply.com/playlist/11/14/full/U2FsdGVkX1.zySlfz2bplvkXpgLBHzu5rxRB2JaTV3g=/Rich%20Dad%20Poor%20Dad.m3u?nmid=81965169
---------------------------------
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Asn
Sent: Tuesday, May 06, 2008 11:28 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [baliblogger] welcome to new dark ages
kalo saya presiden ato punya kuasa memutuskan harga, saya setup:
minyak tanah 2.000, bensin 15.000, pertamax 20.000, dengan harapan yg punya
mobil dan motor berlebih (dan ga perlu, cuma buat gaya2an) segera melakukan
aksi JUAL massal.
akibat yg diinginkan:
1. jalanan ga lagi macet
2. polusi berkurang
3. bisa belajar menghargai kalo minyak itu barang yg berharga dan suatu
saat bisa habis
4. dagang bakso dan mi ayam masih bisa idup karena minyak tanah murah
5. belajar gerak badan, ga kaya skr blanja ke warung depan rumah 50meter,
pake motor *not me
6. most important: HEMAT ENERGI
dampak negatif yg mungkin:
- produsen mobil & motor ngamuk2 karena harga otomotif jatuh wakaka
- sepeda laris manis
- harga sembako melambung
- inflasi gila2an
- chaoz en demo dmana-mana
gpp, mau enak jangka panjang, ya susah2 dulu :)
additional mission: membatalkan semua ide2 bodoh yg punya karakter "nafsu
besar tenaga kurang" macam smart card, kompor gas gratis, blah bla bla... ini
indonesia, ide2 yg di-adaptasi dr negara maju bgitu ga bakalan jalan at least
dalam 5 tahun ke depan, karena anggota DPR di sini masih sibuk nyari makan,
belum sampe mikirin kita.
terimakasih sudah membaca email ga penting dan sok serius ini
asn
----- Original Message -----
From: Nyoman Winardi
To: [email protected]
Sent: Tuesday, May 06, 2008 11:09 AM
Subject: Re: [baliblogger] welcome to new dark ages
Pemerintah kok ya ga bisa ngambil kebijakan yang memihak rakyat yaks ...
Sekali - kali bertindak yang cerdas lah dikit ...
Contohnya:
- Anggota MPR / DPR ngantor naik mikrolet rame - rame (seperti yang pernah
diusulin di BBC juga). Biar tau kayak gimana rasanya naik mikrolet dan
mengurangi anggaran untuk beli bensin. Saya pernah liat laporan keuangan di
desa saya dan mayoritas isinya ada uang bensin, uang bensin dan uang bensin ck
ck ck ck ...
- Kurangi gaji - gaji pejabat - pejabat yang udah diatas langit kedudukannya.
Biasanya mereka bakalan berargumen, gaji pokok saya sebagai pejabat kan kecil.
Kita jawab aja, dasar pejabat guooblog ente. Jangan cuman diitung gaji pokok
aja, dul. Itung juga tunjangan - tunjangan yang kalian dapat. Btw, gubernur BI
itu termasuk pejabat juga kan? Dia denger - denger kalo ga salah gajinya
ratusan juta yaks? Kalo bener, waks, tolong donk sadar. Indonesia itu negara
miskin dan ga bakalan kuat bayar pejabatnya ratusan juta. Kamfret dasar kalian,
makan tulang rakyat semua kalian itu.
- Tolong donk stop acara jalan - jalan ke luar negerinya kalo masih ada.
Capeeee deh ama pemerintah kita. Kok jawaban dari semuanya tu adalah naikin
harga minyak mulu. Mending kalo masyarakat kita penghasilannya udah gede dan
siap menghadapi kenaikan ini.
Dodie Christian wrote:
Semakin menambah kegelapan hari-hari masyarakat..=(
mari menunggu..??!!
http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2008/05/080505_indonesiafuel.shtml
*menunggu dan berharap si antonemus dan ancak ngajakin demo..=)*
tehhangat&pisanggoreng
D
---------------------------------
.
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG.
Version: 8.0.100 / Virus Database: 269.23.8/1415 - Release Date: 5/5/2008 6:01
AM
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.