yup, saya setuju om john. beberapa tahun lalu ada seseorang yang setiap kali bertemu saya selalu menanyakan mimpi saya apa. kukira cuma mimpi saat tidur. eh, taunya termasuk imajinasi.
saya ceritakan mimpi itu. katanya, "dont tell me! but, write for me!" disuruhnya menceritakan dengan tulisan. karena menurutnya, menuliskan adalah hal paling sederhana dalam mewujudkan mimpi. gak kebayang, anak-anak amrik, eropa dari kecil diperlakukan kayak gitu. dari kecil disuruh nuliskan mimpi mereka. salam, heru http://kataheru.com --- In [email protected], "john black" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Pernah nggak berpikir mengapa Amerika maju ? Saya sempat mengajukan > pertanyaan ini ke diri sendiri. Dalam bidang teknologi misalnya, banyak > penemuan baru di dunia berasal dari Amerika. Bahkan kalau mau dikhususkan di > bidang software dan Internet, mungkin di atas 90% perusahaannya berasal dari > Amerika ! Coba perhatikan nama-nama ini: Microsoft, IBM, Google, Yahoo, > YouTube, MySpace, Netscape, Oracle semuanya adalah perusahaan Amerika. > Untuk perusahaan software yang besar di luar Amerika saya hanya bisa > memikirkan SAP dan Corel. > > Semua ini membuat saya penasaran. Masalahnya, secara intelektual saya pikir > Amerika tidak unggul. Dalam olimpiade ilmiah misalnya, tidak terdengar > mereka menjadi juara dunia. Yang merajai adalah Cina atau negara-negara > Eropa Timur (dan belakangan juga > Indonesia<http://www.gayahidupdigital.com/2006/07/18/inspirasi-dari-tim-olimpiade-fisika-indonesia/>tentunya > :)). Dalam buku The > World is Flat<http://www.amazon.com/World-Flat-History-Twenty-first-Century/dp/0374292884/sr=8-2/qid=1166550444/ref=pd_bbs_2/103-4686014-7885401?ie=UTF8&s=books>banyak > ditulis bagaimana anak-anak di Amerika pendidikannya tertinggal > dibandingkan banyak negara lain. Orang-orang Asia bekerja lebih keras dan > seringkali mempunyai prestasi lebih tinggi dari orang Amerika. Dengan > keadaan seperti itu bagaimana mereka bisa begitu menonjol di dunia ? > > Jawaban untuk ini tersirat di dalam The World is Flat dan saya pikir inilah > kuncinya: > *Amerika adalah mesin mimpi terbesar di dunia* > > Apa yang dimaksud dengan "mesin mimpi" ? Ini dia: > > 1. *Setiap orang bebas memiliki mimpinya sendiri-sendiri* > Ini adalah keunggulan dari negara yang bebas seperti Amerika. Setiap > orang bisa memiliki mimpinya sendiri-sendiri tanpa dibatasi oleh sistem > politik, sosial, dan lain-lain. Di banyak negara lain hal ini tidak terjadi. > Ada saja peraturan yang membatasi mimpi mereka. Inilah salah satu keunggulan > Amerika dari Cina yang menerapkan sistem komunis. Di Cina masih banyak > peraturan yang membatasi, khususnya kalau bersentuhan dengan politik. Terus > terang saja, saya sama sekali tidak percaya Cina akan bisa menjadi kekuatan > ekonomi terbesar dunia selama mereka masih menerapkan sistem komunis seperti > sekarang. > 2. *Setiap orang didorong untuk mewujudkan mimpinya* > Mungkin semua orang bisa mempunyai mimpinya sendiri-sendiri, tapi > untuk mewujudkan mimpi pasti tidak mudah mengingat risiko yang diambil. Nah, > di Amerika orang-orang *didorong *untuk mewujudkan mimpinya. Dengan > cara apa ? Yaitu dengan tersedianya *insentif finansial yang sangat > besar *kalau mereka berhasil mewujudkan mimpinya. Insentif ini > terutama dalam bentuk IPO (*initial public offering*) di pasar saham > dan akuisisi dari perusahaan yang lebih besar. Insentif IPO inilah yang > menjadikan Sergey Brin dan Larry Page dari Google masuk daftar orang terkaya > dunia dalam usia masih 30-an tahun. Dan insentif akuisisilah yang membuat > orang-orang YouTube kebanjiran uang setelah dibeli Google. > Satu hal lagi yang juga membantu adalah kenyataan bahwa di Amerika > setiap orang menerima imbalan sesuai dengan kemampuan dan kontribusi > masing-masing (sistem meritokrasi). Ini berbeda dengan keadaan di > kerajaan-kerajaan kaya minyak di mana para bangsawannya menjadi kaya raya > semata-mata karena faktor keturunan > 3. *Setiap orang dibantu untuk mewujudkan mimpinya* > Amerika memiliki sistem yang bagus untuk membantu orang mewujudkan > mimpi mereka menjadi kenyataan. Yang pertama adalah dari segi hukum, di mana > sangat mudah untuk mendirikan maupun *menutup *perusahaan. Akibatnya > orang-orang tidak bimbang untuk memulai perusahaan baru. Yang kedua - dan > ini mungkin paling menentukan - adalah *tersedianya dana secara > besar-besaran *bagi orang-orang "gila" melalui *venture capital *(VC). > Karena banyak mimpi membutuhkan dana tidak sedikit untuk diwujudkan, VC > inilah yang memungkinkan mimpi-mimpi tersebut menjadi kenyataan. Para > *venture capitalist *di Amerika memiliki sistem yang sangat handal > untuk memilih dan memoles ide yang berprospek untuk didukung. > > Dari sini tidak heran kalau banyak ide gila muncul dan berkembang di Amerika > dan bukannya di negara lain. Mungkin banyak hal lain di Amerika mudah > ditiru, tapi saya yakin akan sangat sulit untuk meniru "mesin mimpi" ini. > Meskipun begitu, siapa tahu Indonesia suatu saat juga bisa menjadi mesin > mimpi. Bagaimana, mungkin tidak Indonesia menjadi mesin mimpi ? > > Source : http://www.gayahidupdigital.com/2006/12/22/mengapa-amerika-maju/ > > -- > J.B > ------------------------------------- > http://www.son.web.id >

