Semeton Blogger,

Aksi penentangan kenaikan BBM yang paling menarik perhatian kayaknya
cuman kejadian demonstran UNAS vs Polisi. Hasilnya gak main2, seratus
lebih dikit yang diangkut ke markas polisi dan kemudian beberapa
diantaranya ditahan dengan pasal-pasal tertentu.

Seperi biasa, selalu ada adu argumentasi mengiringi kasus sperti ini.
Pihak polisi bersandar pada prosedur "pengamanan" - "aksi anarkis" dan
"mengganggu ketertiban umum". Sementara di pihak mahasiswa memegang
teguh asas "demokrasi" - "kemerdekaan berpendapat" ampe "amanat
penderitaan rakyat"

Bukan itu yang aku mau coba bahas, karena akan memunculkan perdebatan.
Pokok perhatian aku pada "wilayah kampus". Pada tayangan tipi sering
dimunculkan wacana "ini wilayah kampus" yang seolah-olah wilayah
kampus merupakan "untouchable zone"

Pertanyaan ini berangkat dari kekuatiran bahwa wilayah kampus rawan
menjadi sebuah kawasan yang imun dari tangan-tangan hukum atas
tindakan melawan hukum (ingat : bukan melawan aparat hukum).

Aku cuman berpikir saja, kalo polisi selalu disodok dengan wacana 'ini
wilayah kampus' apa gak jadi bumerang nantinya ? Bisa saja polisi cuek
lalu bilang "biarin ajah mahasiswane kelahi ampe bunuh-bunuhan, kami
malas masuk krn itu wilayah kampus"

Any comment my pren ?


Matur suksma,


Yos Kebe
multiply.mosalaki.com


Kirim email ke