bli agung, akhirnya nongol lagi. hehe..

sepakat, bli. atas nama hukum bukan berarti polisi boleh2 saja menghajar
mahasiswa seenaknya. parahnya lagi, itu konon dilakukan oleh densus 88, yg
tugas khususnya sebenarnya utk nangkep teroris, bukan mahasiswa.

anehnya lagi, kok polisi nemu ganja dalam paket begitu besar? waduh, itu
pasti BB di polisi yg dibawa utk menjebak mahasiswa. :)


2008/5/26 natha pushandaka <[EMAIL PROTECTED]>:

>   Halo Semeton,
>
> Saya juga liat kasus ini di tv. Sebenernya saya juga gak
> setuju ama ekskulifitas wilayah kampus, yang seakan2
> kampus itu berada di luar wewenang kepolisian.
>
> Tapi kalo yang saya liat di tv, polisi dateng ke kampus
> Unas dengan peralatan tameng dan pentungan. Mereka seperti
> emang udah niat untuk "tawuran" ma mahasiswa. Padahal
> mereka dateng ke sana untuk menindaklanjuti laporan warga
> yang terganggu dengan aksi demo mahasiswa Unas di dalam
> kampus.
>
> Ditambah lagi dengan keadaan bahwa sebelumnya mereka sudah
> bentrok di luar. Jadi, seakan2 polisi datang ke sana untuk
> melakukan "serangan balik"
>
> Untuk pengamanan "wilayah kampus" yang sepertinya
> eksklusif itu, saya rasa gak cuma di kampus. Contoh, untuk
> menggeledah rumah pribadi, polisi tetap harus menyertakan
> surat resmi dari pihak yang berwenang memberi ijin untuk
> menggeledah kan? Kalo gak ada, pasti yang punya rumah
> menolak.
>
> Untuk masalah wilayah kampus, seharusnya polisi
> berkoordinasi dengan pimpinan kampus. Pengamanan pertama
> biarlah dilakukan oleh aparat hukum kampus setempat. Kalo
> misalnya gak mampu, pihak kampus pasti minta bantuan
> polisi
>  
>



-- 

anton |  http://rumahtulisan.com

Kirim email ke