Halo Bli Gendo!

 

Beh lama sing taen posting, kaden men nak dadi Tim Sukses apa Jurkam he...

 

Suksma tanggapanya, tiang tidak akan menanggapi lebih lanjut, karena ini
pasti tidak akan pernah ada habisnya, mungkin karena benar seperti yang bli
gendo bilang: kalo anda tidak paham maka jangan menghakimi. kalo anda tidak
mengerti mari saya buat anda mengerti

Jadi tiang mohon dengan sangat agar bli gendo bisa memberikan tiang
pencerahan.

 

Suksma

Nengah

 

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Wayan Suardana
Sent: Wednesday, June 18, 2008 4:39 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [baliblogger] End Case Tentang FPI

 

 

Untuk nengah,

saya akhirnya tidak sabar juga untuk menanggapi nengah, kalo ngeliat
beberapa tanggapan nengah,terutama paragraf ini yang saya kutip dan isi
garis bawah!

----------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------
------

[I Nengah Sumerta] , "Nengah yang biasa nya menggunakan kerangka berpikir
penguasa" itu hanya over-judgement-nya Bli Ancak saja, saya tidak pernah
menset-up mind-set saya seperti itu, terlahir dari keluarga tidak mampu,
dibesarkan dengan nutrisi yang kurang, Berjuang sendiri untuk Bisa sekolah,
merangkap jadi tukang kebun sambil kuliah, saya rasa sangat kecil
kemungkinanya punya Mindset penguasa. Saya tidak sepaham dengan cara
kawan-kawan yang memilih turun ke jalan untuk berekspresi, bukan berarti
saya sepakat dengan apa yang menyebabkan mereka turun ke jalan. Tidak bli
Ancak, saya sama sekali tidak sepakat dengan policy pemerintah yang
menaikkan harga BBM, tapi sekali lagi saya tekankan: "there must be a better
way to express your thought than blaspheming others"

============================================================================
============

pertama; tanggapan anda kok ga konsisten ya? 

anda sekarang bilang kalo anda tidak setuju kebijakan pemerintah menaikan
BBM, padahal justru kalo anda mau jujur dengan perdebatan di millis
kita,(coba cek dimiliss ini dan dapat juga dilihat dimilis ttangga), seluruh
pendapat anda sepakat dengan kenaikan harga BBM.

kok tiba2 anda menyatakan seolah sejak dari tidak sepakat dengan kebijakan
itu?

kedua: saya tidak pernah menyalahkan ketidaksepahaman anda tentang turun
kejalan sebagai sebuah ekspresi! itu hal lumrah. banyak orang yang tidak
sepakat tapi banyak juga yang sepakat. bahkan turun kejalan hari ini juga
dilakuakn oleh ribuan orang francis, korea karena dinegara mereka BBm
dinaikan.

jadi turun kejalan hal yang lumrah aja, kalo anda ga sepakat ga apa2, toh
anda bukanlah siapa2 dalam persoalan itu.

tapi yang aneh adalah kalimat anda yang saya kutip dibawah ini:
----------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------
------

[I Nengah Sumerta] Waktu itu kami sempat membuat aliansi dari beberapa LSM
keagamaan, termasuk dari Kristen, Budha dan Islam, menyurati DPR, menyurati
Kapolri, menyurati Kapolda Bali dan Kapold NTB, di Lombok sendiri di gelar
aksi damai besar-besaran untuk menyampaikan ke muka public bahwa telah ada
tindakan perusakan dan pembakaran Pura (perlu anda catat, bahwa aksi
dilakukan di Polda NTB, bukan aksi balas dendam atau aksi lainya)

----------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------
-------

katanya ga sepaham dengan aksi massa, ga sepakat dengan turun kejalan,
tetapi kok anda sepakat dengan aksi di lombok untuk kasus itu.harus nya anda
juga ga sepakat dunk.

hal yang kontraiktif lainnya adalah: 

----------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------
---------

Mencegah orang agar tidak buang sampah ke sungai, tidak mungkin kita lakukan
dengan memaki orang tersebut.

Pun melakukan penghijauan di danau buyan, tidak mungkin akan terlaksana jika
WALHI mengutuki masyarakat local yang menebang pohon seenak udele khan??

 
----------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------
--

peryataan anda yang memakai analogi diatas, buat saya adalah judgement. anda
menempatkan seolah2 aksi kejalan selalu sarkas. anda menempatkan seolah2
aksi jalanan hanyalah berisi caci maki.
padahal banyak hal yang ada di dalam aksi jalanan.

anda sendiri yang menyatakan bahwa aksi dilombok bisa damai. lalu bukankan
itu bentuk dari aksi jalanan yang anda akui sebagai sebuah metode
perjuangan.anda samasekali tidak menentang itu. kalo mindset anda
menempatkan aksi jalanan identikdengan caci maki (kalo ngeliat analogi anda)
itu secara otomatis anda membantah pernyataan anda sendiri.

banyak lagi kontradiksi yang lain

bedakan antara aksi turun kejalan sebagai sebuah bentuk berekspresi dengan
kekerasan. dan ingat itu dua hal yang berbeda.

karena kekerasan tidak mengenal tempat, metode atauapun. dia dapat terjadi
dalam bentuk apapun. kekerasan dan cacimaki juga bisa terjadi dalam
cara-cara yang anda anggap cerdas. kekerasan dapat terjadi diruang-ruang
diskusi ditempat2 yang tidak memakai aksi jalanan sebagai metode.

anda katakan dilombok aksi damai? iya, karena aksi kejalan tidak selalu
identik dengan kekerasan baik fisik maupun psikis

kalo anda tidak paham maka jangan menghakimi. kalo anda tidak mengerti mari
saya buat anda mengerti

kalo anda merasa sudah mengerti mari kita berdebat secara langsung. secara
khusus saya mengundang anda untuk bicara tentang kebebasan berekspresi dan
metode jalanan dalam berbagai perspektif! kapan saja dan dimana saja. 

 

trims.

gendo

 

 

 

 

No virus found in this incoming message.
Checked by AVG.
Version: 8.0.100 / Virus Database: 270.4.0/1506 - Release Date: 6/17/2008
4:30 PM


Kirim email ke