Gulai Pakis, alamak enaknya. dah lama tidak makan tuh gulai Pakis, cocoknya dimakan sama sambel terasi / Belacan , Ikan asin bakar.

Ngomong2 antara Bukit tinggi dan Padang ada satu daerah ( biasanya kalau naik bus suka berhenti, kalau seingat saya sebelum air terjun deh dari Bukit tinggi ) dimana dijual Manggis yang telah dikupas dan ditusuk dengan lili, Rasanya amboi manis dan garing. Biasanya Manggis itu dimakan kan sudah lembek, tapi ini garing bentuknya juga masih bulat2 dan bagian tengahnya ditusuk dengan lidi.

Salam,
Budiman


iwan piliang wrote:

Salam,

Saya berterima kasih kepada Bung Radityo, Mediacare, memforward penggalan tulisan saya soal sala lauak. Lengkapnya bisa dibaca di: http://presstalk.info/tajuk/detail.php?no=35

Buat Mbak Laksmi, saya pernah coba beli yang di Blok M, rasanya kurang pas dibanding yang di daerah asalnya. Tetapi jika mau yang mendekati di Padang, saya bisa buatkan, digaransi lebih enak:)

Saya juga pernah menulis di www.presstalk.info soal Pakis (gulai pakis).

Sekali lagi terima kasih telah mengapresiasi dan sekaligus salam perkenalan buat kawan-kawan di milis ini.

wassalam,
iwan piliang



*/laksmi wuryaningtyas <[EMAIL PROTECTED]>/* wrote:

    Wah, terimakasih terimakasih.
    Info tentang sala lauak tiba-tiba menggugah saya. Meskipun bukan
    orang Padang, saya terkesan dengan penganan itu. Gara-garanya,
    waktu meliput kampanye Golkar lima tahun lalu, saya iseng-iseng
    jalan ke Pasar Raya di Kota Padang. Di sana banyak sekali
    orang menjual sala lauak yang dijajakan ala pedagang gorengan di
    Jakarta. Saya cobain, eh ternyata enak sekali. Cuma yang saya
    makan kala itu sala lauak kosongan alias tanpa ada isi iakn
    asinnya. Tapi tetap saja enak. Karena itu saya memborongnya, saya
    bawa ke hotel, lumayan buat cemilan. Bahkan, ada sebagian yang
    sempat saya bawa ke Jakarta.
    Sejak itu, saya seringkali mencari-cari di mana orang menjual
    penganan tersebut di Jakarta. Dan, sampai sekarang juga belum
    pernah nemu. Makanya, saya seneng sekali dapat informasi ini.
    Pasti saya akan cari di Blok M. Sekali lagi terimakasih.
Salam 'Lauak'! (he he..) Laksmi

    --- On *Tue, 5/13/08, mediacare /<[EMAIL PROTECTED]>/* wrote:

        From: mediacare <[EMAIL PROTECTED]>
        Subject: [bango-mania] Sala lauak, Sala Lauak...............
        To: [email protected],
        [EMAIL PROTECTED], "media sumatera"
        <[EMAIL PROTECTED]>, "media sumbar"
        <[EMAIL PROTECTED]>,
        [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
        Date: Tuesday, May 13, 2008, 10:46 PM

        Saya berjalan ke arah Blok M Mall, menyeberangi jembatan.
Seperti biasa, jembatan penyeberangan itu setengahnya dipenuhi
        jejeran lapak pedagang. Macam-macam jualannya. Mulai dari
        sandal jepit, jepit rambut hingga tas. Hari itu ada tas ransel
        warna-warni yang berlapis jaring macam net dari benang putih
        atau hitam. Serombongan anak berseragam biru putih, tampak
        bergerombol di tempat penjual. Beberapa tas tampak digatung di
        tiang penyangga atap penyeberangan.
Kendati ramai, lalu lintas orang yang melewati area ke arah
        terminal bis tidak sepadat jika ekonomi meriah. Pedagang di
        kios-kios kecil, hanya tampak menikmati dentuman musik dari CD
        player, yang antara kios satu dan lainnya membunyikan
        berpengeras saling berlomba. Jarak satu kios dan lainnya yang
        tiga meteran itu seakan tak berdinding. Kuping sulit fokus
        menyimak yang mana.
Di tingkah aneka suara gaduh demikian, terlihat seorang ibu
        dengan tenong - - baskom besar - - di kepala.
âEURoeSala lauak, sala lauak,âEUR? ujarnya. Sala lauk, sejenis makanan asal Padang, seperti bakso, terbuat
        dari tepung beras, diadon dengan bawang merah, kunyit dan daun
        kunyit, sedikit cabe, lalu di tengahnya diberi ikan asin,
        dibulat-bulatkan macam bakso. Lantas digoreng atau disala - -
        istilah digoreng bagi orang Minang.
Untuk memudahkan Anda membayangkan penganan ini, ia ibarat
        bakso goreng, tetapi di tengahnya berisi potongan kecil ikan
        asin. Di daerah asalnya sana, ikan asin sala dari ikan kembung.
Mendekati ujung, setelah melewati berbagai deretan pedagang
        dan mall yang umumnya dipenuhi oleh Ramayana, saya mengorder
        rujak dan es timun di restoran Mie Aceh di bawah tangga.
- dipetik dari tulisan panjang Narliswandi Piliang -



_

Kirim email ke