wah denger manggis muda saya jadi ngiler soale pernah makan tuh disitu sama 
bokap n nyokap waktu pulang kampung dan setau saya sih daerahnya namanya 
sicincin ....letaknya sebelum lembah anai, emang enak...kawan2 yg lain perlu 
nyoba.... terus dari situ...lanjut arah padang panjang... makan lagi sate 
padang Mak Syukur... onde lamak nian...



----- Original Message ----
From: BUD'S 1 <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, May 14, 2008 11:27:28 PM
Subject: Re: [bango-mania] Sala lauak, Sala Lauak...............


Gulai Pakis, alamak enaknya. dah lama tidak makan tuh gulai Pakis,
cocoknya dimakan sama sambel terasi / Belacan , Ikan asin bakar.

Ngomong2 antara Bukit tinggi dan Padang ada satu daerah ( biasanya
kalau naik bus suka berhenti, kalau  seingat saya sebelum air terjun
deh dari Bukit tinggi ) dimana dijual Manggis yang telah dikupas dan
ditusuk dengan lili, Rasanya amboi manis dan garing. Biasanya Manggis
itu dimakan kan sudah lembek, tapi ini garing bentuknya juga masih
bulat2 dan bagian tengahnya ditusuk dengan lidi. 

Salam,
Budiman


iwan piliang wrote: 
Salam,

Saya berterima kasih kepada Bung Radityo, Mediacare, memforward
penggalan tulisan saya soal sala lauak. Lengkapnya bisa dibaca di: 
http://presstalk. info/tajuk/ detail.php? no=35

Buat Mbak Laksmi, saya pernah  coba beli yang di Blok M, rasanya kurang
pas dibanding yang di daerah asalnya. Tetapi jika mau yang mendekati 
di Padang, saya bisa buatkan, digaransi lebih enak:)

Saya juga pernah menulis di www.presstalk. info soal Pakis (gulai
pakis).

Sekali lagi terima kasih telah mengapresiasi dan sekaligus salam
perkenalan buat kawan-kawan di milis ini.

wassalam,
iwan piliang



laksmi wuryaningtyas <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:
Wah, terimakasih terimakasih.
Info tentang sala lauak tiba-tiba menggugah saya.
Meskipun bukan orang Padang, saya terkesan dengan penganan itu.
Gara-garanya, waktu meliput kampanye Golkar lima tahun lalu, saya
iseng-iseng jalan ke Pasar Raya di Kota Padang. Di sana banyak sekali
orang menjual sala lauak yang dijajakan ala pedagang gorengan di
Jakarta. Saya cobain, eh ternyata enak sekali. Cuma yang saya makan
kala itu sala lauak kosongan alias tanpa ada isi iakn asinnya. Tapi
tetap saja enak. Karena itu saya memborongnya, saya bawa ke hotel,
lumayan buat cemilan. Bahkan, ada sebagian yang sempat saya bawa ke
Jakarta.
Sejak itu, saya seringkali mencari-cari di mana orang
menjual penganan tersebut di Jakarta. Dan, sampai sekarang juga belum
pernah nemu. Makanya, saya seneng sekali dapat informasi ini. Pasti
saya akan cari di Blok M. Sekali lagi terimakasih.
 
Salam 'Lauak'! (he he..)
 
Laksmi

--- On Tue, 5/13/08, mediacare <[EMAIL PROTECTED] net.id> wrote:

From:
mediacare <[EMAIL PROTECTED] net.id>
Subject: [bango-mania] Sala lauak, Sala Lauak....... ........
To: bango-mania@ yahoogroups. com, tourismindonesia@ yahoogroups. com,
"media sumatera" <media-sumatera@ yahoogroups. com>,
"media sumbar" <media-sumbar@ yahoogroups. com>,
Wisata-Makanan@ yahoogroups. com, kampung-ugm@ yahoogroups. com
Date: Tuesday, May 13, 2008, 10:46 PM


Saya berjalan ke arah
Blok M Mall, menyeberangi jembatan.
 
Seperti biasa, jembatan
penyeberangan itu setengahnya dipenuhi jejeran lapak pedagang.
Macam-macam jualannya. Mulai dari sandal jepit, jepit rambut hingga
tas. Hari itu ada tas ransel warna-warni yang berlapis jaring macam net
dari benang putih atau hitam. Serombongan anak berseragam biru putih,
tampak bergerombol di tempat penjual. Beberapa tas tampak digatung di
tiang penyangga atap penyeberangan.
 
Kendati ramai, lalu
lintas orang yang melewati area ke arah terminal bis tidak sepadat jika
ekonomi meriah. Pedagang di kios-kios kecil, hanya tampak menikmati
dentuman musik dari CD player, yang antara kios satu dan lainnya
membunyikan berpengeras saling berlomba. Jarak satu kios dan lainnya
yang tiga meteran itu seakan tak berdinding. Kuping sulit fokus
menyimak yang mana.
 
Di tingkah aneka suara
gaduh demikian, terlihat seorang ibu dengan tenong - - baskom besar - -
di kepala.
 
“Sala lauak, sala
lauak,� ujarnya.
 
Sala lauk, sejenis
makanan asal Padang, seperti bakso, terbuat dari tepung beras, diadon
dengan bawang merah, kunyit dan daun kunyit, sedikit cabe, lalu di
tengahnya diberi ikan asin, dibulat-bulatkan macam bakso. Lantas
digoreng atau disala - - istilah digoreng bagi orang Minang.
 
Untuk memudahkan Anda
membayangkan penganan ini, ia ibarat bakso goreng, tetapi di tengahnya
berisi potongan kecil ikan asin. Di daerah asalnya sana, ikan asin sala
dari ikan kembung.
 
Mendekati ujung, setelah
melewati berbagai deretan pedagang dan mall yang umumnya dipenuhi oleh
Ramayana, saya mengorder rujak dan es timun di restoran Mie Aceh di
bawah tangga.
 
- dipetik dari tulisan panjang Narliswandi Piliang -  

_ 
    


      

Kirim email ke