sekitar 3 tahun lalu pernah mampir ke warung remason ini dan bener...pedesnya 
nggak ketulungan. karena saya nggak suka pedes jalan tengahnya tetep makan 
kepiting tapi bumbu atau kuahnya dipisah...tapi tetep enak...top deh

utari ninghadiyati
  penulis lepas
 08568124445
 my blog www.utarininghadiyati.multiply.com

--- On Mon, 9/1/08, Mugiono Mugiono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Mugiono Mugiono <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [bango-mania] Warung Remason, pernah coba?
To: [email protected]
Date: Monday, September 1, 2008, 1:43 AM

Warung Remason tapi tidak jual obat gosok lho.   Warung ini tidak ada namanya. 
Tapi pengunjungnya rata2 langganan dengan membawa kawan. Dahulu 10 tahun yang 
lalu buka mulai jam 10.00 pagi sampai sore atau malam dikit, kira-kira jam 
07.00. Sekarang jam 03.00 (15.00 WIB) sudah ludes. Pelanggan baru disitu banyak 
yang maki-maki dan berdesis-desis seakan mereka kapok(tidak mau lagi) untuk 
datang. Kenyataannya para pendatang disistu adalah pelanggan lama.Alasannya 
NGLANGENI.  Pelanggannya wah mulai ujung jawa paling timur sampai ujung barat 
Jawa timur dan bahkan penduduk pantura jawatengah banyak yang jd pelanggan.   
SELAIN WARUNG REMASON WARUNG INI JUGA TERKENAL DENGAN SEBUTAN WARUNG LALER. 
Kalau di di Surabaya yang terkenal adalah sate laler, maksudnya satenya sebesar 
laler  (lalat). Kalau warung laler karena banyak lalernya(lalatnya). Anehnya 
pelanggan yang makan ya enjoy aja. Banyak lalatnya karena hampir sebagian 
produk kuliner(makanan) yang dijual
 dan terkenal itu adalah makanan laut. Sperti Kare rajungan, becek rajungan, 
mangut ikan tongkol atau pe(pari), pindang srani dan lain-lain juga sate 
kambing.   Terkenal dengan sebutan warung remasaon, karena setiap habis makan 
disini selain mulut, lidah dan perut jadi panas, badanpun menjadi panas semua 
alias berkeringat mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki, he he he. Saya 
pribadi juga hanya kadang-kadang aja datang kesana. Tujuan saya datang kesana 
satu untuk konfirmasi tentang rasa, yang kedua ukurangnya apa masih sama. 
Ukuran puedesnya terutama. Kalau saya pribadi sekali nyeruput kuah becek 
rajungan misalnya, kalau sekali nyeruput semua badan berkeringat itu tandanya 
masih stabil alias stidak berubah.  Uenaknya lagi makan masakan rajungan atau 
ikan laut lainnya minumnya pakai air nira(legen) siwalan(bukan legen dari 
kelapa) Rasanya wah bukan sekedar nyusss tapi lebih nyusss dan joss.   Warung 
Remason ini letaknya di Jln Manunggal Tuban
 Jawatimur. Maaf no.nya lupa ato alias gak ada nomer . Habis daerah agak 
pinggir dari kota Tuban.. Tetapi sangat mudah karena didepan kampus IKIP PGRI 
Tuban. Lebih-lebih diseluruh kota Tuban tanya rajungan remasaon hampir semuanya 
mengenal, Dan yang lebih penting lagi kalau misalnya mau wisata kuliner di 
Tuban Jawatimur dan sekitarnya, tidak cukup satu hari musti dua hari. Karena 
masih banyak makanan nyuss dan joss warisan nenek moyang kita yang lain. Ada 
belut bumbu kacang, garang asem ikan manyung yang sangat garang, Pindang 
serani, penyet ikan tengiri asep, Nasi goreng kampung nelayan, gepyok cukilan, 
dawet siwalan dan masih ada yang lain.   Perjalanan darat on the way to Sby 
dari semarang/jakarta/Bandung atau sebaliknya tidak singgah dikota Tua seperti 
Tuban wah bener jadi rugi. Anehnya orang tuban yang suka gurih asin pedas 
adalah penggemar kecap pula.   salam,   mugiono  e-mail: [EMAIL PROTECTED]  
------------------------------------ 

      

Kirim email ke