Saya pernah mengunjungi dan mencicipinya juga, tapi gak berani dengan porsi penuh, karena saya pantangan makan pedas. favorit menunya yang terkenal adalah Rajungan Balsem. Saat itu, saya dan teman-teman LeZAT sempat ngobrol-ngobrol juga dengan pengelola depot tersebut, yang bernama Bu Sutiah yang dalam sehari harus berjibaku dengan 5 kg cabe demi memenuhi selera pedas konsumennya. Oh, ya... cuminya benar-benar joosss. Enak baget, meski saya harus memilih yang tidak seberapa pedas kala itu...
Arohman www.arrohman.blogspot.com --- On Mon, 9/1/08, utari ninghadiyati <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: utari ninghadiyati <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [bango-mania] Warung Remason, pernah coba? To: [email protected] Date: Monday, September 1, 2008, 2:51 PM sekitar 3 tahun lalu pernah mampir ke warung remason ini dan bener...pedesnya nggak ketulungan. karena saya nggak suka pedes jalan tengahnya tetep makan kepiting tapi bumbu atau kuahnya dipisah...tapi tetep enak...top deh utari ninghadiyati penulis lepas 08568124445 my blog www.utarininghadiya ti.multiply. com --- On Mon, 9/1/08, Mugiono Mugiono <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: From: Mugiono Mugiono <[EMAIL PROTECTED] com> Subject: [bango-mania] Warung Remason, pernah coba? To: bango-mania@ yahoogroups. com Date: Monday, September 1, 2008, 1:43 AM Warung Remason tapi tidak jual obat gosok lho. Warung ini tidak ada namanya. Tapi pengunjungnya rata2 langganan dengan membawa kawan. Dahulu 10 tahun yang lalu buka mulai jam 10.00 pagi sampai sore atau malam dikit, kira-kira jam 07.00. Sekarang jam 03.00 (15.00 WIB) sudah ludes. Pelanggan baru disitu banyak yang maki-maki dan berdesis-desis seakan mereka kapok(tidak mau lagi) untuk datang. Kenyataannya para pendatang disistu adalah pelanggan lama.Alasannya NGLANGENI. Pelanggannya wah mulai ujung jawa paling timur sampai ujung barat Jawa timur dan bahkan penduduk pantura jawatengah banyak yang jd pelanggan. SELAIN WARUNG REMASON WARUNG INI JUGA TERKENAL DENGAN SEBUTAN WARUNG LALER. Kalau di di Surabaya yang terkenal adalah sate laler, maksudnya satenya sebesar laler (lalat). Kalau warung laler karena banyak lalernya(lalatnya) . Anehnya pelanggan yang makan ya enjoy aja. Banyak lalatnya karena hampir sebagian produk kuliner(makanan) yang dijual dan terkenal itu adalah makanan laut. Sperti Kare rajungan, becek rajungan, mangut ikan tongkol atau pe(pari), pindang srani dan lain-lain juga sate kambing. Terkenal dengan sebutan warung remasaon, karena setiap habis makan disini selain mulut, lidah dan perut jadi panas, badanpun menjadi panas semua alias berkeringat mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki, he he he. Saya pribadi juga hanya kadang-kadang aja datang kesana. Tujuan saya datang kesana satu untuk konfirmasi tentang rasa, yang kedua ukurangnya apa masih sama. Ukuran puedesnya terutama. Kalau saya pribadi sekali nyeruput kuah becek rajungan misalnya, kalau sekali nyeruput semua badan berkeringat itu tandanya masih stabil alias stidak berubah. Uenaknya lagi makan masakan rajungan atau ikan laut lainnya minumnya pakai air nira(legen) siwalan(bukan legen dari kelapa) Rasanya wah bukan sekedar nyusss tapi lebih nyusss dan joss. Warung Remason ini letaknya di Jln Manunggal Tuban Jawatimur. Maaf no.nya lupa ato alias gak ada nomer . Habis daerah agak pinggir dari kota Tuban.. Tetapi sangat mudah
