Jakarta, Kompas - Kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memajukan
jam pelajaran sekolah dari pukul 07.00 menjadi pukul 06.30
dikhawatirkan membuat makin banyak siswa tidak bisa makan pagi.
Padahal, sarapan penting untuk memenuhi kebutuhan energi dan gizi anak.

Menurut Prof Ali Khomsan dari Departemen Gizi Masyarakat Fakultas
Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor dan dokter spesialis anak,
Hindra Satari, dari Departemen Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia, Rabu (17/12), saat dihubungi secara terpisah di
Jakarta, sarapan sangat penting untuk memenuhi kebutuhan energi anak.

Idealnya, menu sarapan mampu memenuhi 25 persen dari total kebutuhan
energi dan gizi anak usia sekolah. Hal ini hanya bisa terpenuhi jika
menu sarapan bergizi dan seimbang, yaitu mengandung hidrat arang,
protein, lemak, vitamin, mineral, dan zat-zat gizi lainnya.

"Anak butuh kalori untuk belajar dan beraktivitas sepanjang hari, dan
itu didapat dari sarapan. Anak juga butuh waktu untuk menyerap sarapan
dengan baik," kata Hindra Satari. Selain itu, siswa butuh tidur yang
cukup karena tidur adalah saat terbaik tumbuh kembang sel-sel tubuh.

Jika tidak makan pagi, daya konsentrasi anak juga akan menurun karena
gula darahnya akan turun. Oleh karena itu, kerja otak membutuhkan gula
darah dan oksigen. "Sayangnya, banyak siswa makan pagi seadanya,
bahkan baru makan pada siang hari," kata Ali Khomsan.

Tetap makan pagi

Jadi, meski jam pelajaran dimajukan, para orangtua hendaknya
mengupayakan agar anak mereka bisa makan pagi dengan menu bergizi dan
seimbang sebelum masuk sekolah. Cara lain, orangtua memberi bekal
makanan untuk dikonsumsi oleh anak sebelum jam pelajaran dimulai.

Masalahnya, banyak orangtua memilih cara praktis dengan memberi uang
jajan sekolah bagi anak. Padahal, jajanan sekolah tidak terjamin
kebersihannya dan asupan gizinya tidak lengkap. Sebagai contoh, pisang
goreng dan lemper hanya mengandung karbohidrat.

Hindra Satari menambahkan, pemerintah hendaknya tidak memajukan jam
pelajaran jadi lebih pagi karena akan mengganggu proses tumbuh kembang
anak. Di banyak negara, jam pelajaran justru dimulai pada pukul 08.00.
"Untuk mengurangi kemacetan lalu lintas, ada baiknya jam masuk kantor
yang dimundurkan," ujarnya. (EVY)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/12/22/00471026/jangan.mengabaikan.sarapan.anak

http://mediacare.blogspot.com

Kirim email ke