Kalau Jakarta mau tidak macet, yg penting keamanan dan kebersihan dahulu Bu.
Kalau jakarta aman dan public transportation bagus, bersih, aman dan schedulu 
teratur, saya rasa banyak karyawan dan anak sekolah naik kendaran umum Bu.
Begitu pendapat saya.

  ----- Original Message ----- 
  From: Lia Aristiawati 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, 24 December, 2008 7:54 AM
  Subject: Re: [bango-mania] Jangan mengabaikan sarapan anak



  Kadang saya suka bingung, yang bikin jakarta macet itu apa sih? 
  Ada yg bilang mobilnya dah terlalu banyak, atau gara2 anak sekolah, atau juga 
jalanan rusak /banjir shingga mobil jalan pelan2 shingga menimbulkan 
kemacetan.. 
  Mungkin yg perlu dikaji penyebab dan sumber kemacetan itu dulu kali yah.. 
  Tapi entah mengapa kalo pas anak liburan sekolah jalanan terasa sepi yah... 
  itu selalu saya alami. Begitu juga teman2 dikantor, kalo bilang "wah jalanan 
tumben sepi, lancar bgt deh".. pasti replynya "oh itu karena anak sekolah lagi 
pada test".. "Itu karena anak sekolah dah pada libur".. 
  Begitu juga sebaliknya kalo jalanan macet.. pasti replynya "Anak sekolah dah 
pada masuk sih.." 
  Kok yg disalahkan atas macet itu anak2 sekolah yah>> sehebat itukah peranan 
mereka thadap kemacetan yg terjadi di Jakarta? 
  Kena deh mereka yg menanggung akibatnya dgn masuk lebih pagi.. 



  Best Regards,


  Lia Aristiawati



        "mediacare" <[email protected]> 
        Sent by: [email protected] 
        12/24/2008 09:57 AM Please respond to
              [email protected] 


       To <[email protected]>  
              cc  
              Subject [bango-mania] Jangan mengabaikan sarapan anak 

              

       



  Jakarta, Kompas - Kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memajukan
  jam pelajaran sekolah dari pukul 07.00 menjadi pukul 06.30
  dikhawatirkan membuat makin banyak siswa tidak bisa makan pagi.
  Padahal, sarapan penting untuk memenuhi kebutuhan energi dan gizi anak.

  Menurut Prof Ali Khomsan dari Departemen Gizi Masyarakat Fakultas
  Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor dan dokter spesialis anak,
  Hindra Satari, dari Departemen Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran
  Universitas Indonesia, Rabu (17/12), saat dihubungi secara terpisah di
  Jakarta, sarapan sangat penting untuk memenuhi kebutuhan energi anak.

  Idealnya, menu sarapan mampu memenuhi 25 persen dari total kebutuhan
  energi dan gizi anak usia sekolah. Hal ini hanya bisa terpenuhi jika
  menu sarapan bergizi dan seimbang, yaitu mengandung hidrat arang,
  protein, lemak, vitamin, mineral, dan zat-zat gizi lainnya.

  "Anak butuh kalori untuk belajar dan beraktivitas sepanjang hari, dan
  itu didapat dari sarapan. Anak juga butuh waktu untuk menyerap sarapan
  dengan baik," kata Hindra Satari. Selain itu, siswa butuh tidur yang
  cukup karena tidur adalah saat terbaik tumbuh kembang sel-sel tubuh.

  Jika tidak makan pagi, daya konsentrasi anak juga akan menurun karena
  gula darahnya akan turun. Oleh karena itu, kerja otak membutuhkan gula
  darah dan oksigen. "Sayangnya, banyak siswa makan pagi seadanya,
  bahkan baru makan pada siang hari," kata Ali Khomsan.

  Tetap makan pagi

  Jadi, meski jam pelajaran dimajukan, para orangtua hendaknya
  mengupayakan agar anak mereka bisa makan pagi dengan menu bergizi dan
  seimbang sebelum masuk sekolah. Cara lain, orangtua memberi bekal
  makanan untuk dikonsumsi oleh anak sebelum jam pelajaran dimulai.

  Masalahnya, banyak orangtua memilih cara praktis dengan memberi uang
  jajan sekolah bagi anak. Padahal, jajanan sekolah tidak terjamin
  kebersihannya dan asupan gizinya tidak lengkap. Sebagai contoh, pisang
  goreng dan lemper hanya mengandung karbohidrat.

  Hindra Satari menambahkan, pemerintah hendaknya tidak memajukan jam
  pelajaran jadi lebih pagi karena akan mengganggu proses tumbuh kembang
  anak. Di banyak negara, jam pelajaran justru dimulai pada pukul 08.00.
  "Untuk mengurangi kemacetan lalu lintas, ada baiknya jam masuk kantor
  yang dimundurkan," ujarnya. (EVY)

  
http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/12/22/00471026/jangan.mengabaikan.sarapan.anak
 

  http://mediacare.blogspot.com 



  -------------------------------------------------------------------- 
  This message contains confidential information and is intended only for the 
addressee named. If you are not the named addressee (or authorised to receive 
for the addressee), you must not disseminate, distribute or copy this 
email.Please notify the sender immediately by e-mail if you have received this 
e-mail by mistake and delete this e-mail from your system

   

Kirim email ke