Inilah prototype negara berkembang dimana fihak yang lemah yang selalu 
dikorbankan. Kita sama-sama tahu bahwa anak2 tidak akan protes apalagi turun 
kejalanan meskipun mereka dirugikan atau dibebani kewajiban yang lebih berat 
lagi. Kenapa tidak Gubernurnya dahulu yang ngantor dari jam 05.00 pagi biar 
sekalian sholat subuh berjamaah dikantornya dengan semua stafnya. Kemudian para 
PNS dan anggota Dewan Yang terhormat masuk jam 05.30 toh kalau sekarang 
sidangpun mereka kan "molor" juga. Kasihan anak-anak harus berangkat jam berapa 
dari rumahnya kalau masuk jam 06.30 ? Bangkit para guru jangan diam aja 
mentang-mentang udah dapat gaji gede. Kasihan tuh anak-anak didik. Coba adakan 
referendum siapa yang setuju anak2 masuk jam 06.30.Lembaga Survey jangan hanya 
politik aja yang diurusin coba survey yang pro dan contra ketentuan tsb. Hidup! 
apa yaaah ? gua juga kaga ngerti. 

--- Pada Rab, 24/12/08, Lia Aristiawati <[email protected]> 
menulis:

Dari: Lia Aristiawati <[email protected]>
Topik: Re: [bango-mania] Jangan mengabaikan sarapan anak
Kepada: [email protected]
Tanggal: Rabu, 24 Desember, 2008, 12:54 AM







Kadang saya suka bingung, yang bikin jakarta macet itu apa sih? 
Ada yg bilang mobilnya dah terlalu banyak, atau gara2 anak sekolah, atau juga 
jalanan rusak /banjir shingga mobil jalan pelan2 shingga menimbulkan 
kemacetan.. 
Mungkin yg perlu dikaji penyebab dan sumber kemacetan itu dulu kali yah.. 
Tapi entah mengapa kalo pas anak liburan sekolah jalanan terasa sepi yah... 
itu selalu saya alami. Begitu juga teman2 dikantor, kalo bilang "wah jalanan 
tumben sepi, lancar bgt deh".. pasti replynya "oh itu karena anak sekolah lagi 
pada test".. "Itu karena anak sekolah dah pada libur".. 
Begitu juga sebaliknya kalo jalanan macet.. pasti replynya "Anak sekolah dah 
pada masuk sih.." 
Kok yg disalahkan atas macet itu anak2 sekolah yah>> sehebat itukah peranan 
mereka thadap kemacetan yg terjadi di Jakarta? 
Kena deh mereka yg menanggung akibatnya dgn masuk lebih pagi.. 



Best Regards,


Lia Aristiawati







"mediacare" <mediac...@cbn. net.id> 
Sent by: bango-mania@ yahoogroups. com 
12/24/2008 09:57 AM 




Please respond to
bango-mania@ yahoogroups. com






To
<bango-mania@ yahoogroups. com> 


cc



Subject
[bango-mania] Jangan mengabaikan sarapan anak









Jakarta, Kompas - Kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memajukan
jam pelajaran sekolah dari pukul 07.00 menjadi pukul 06.30
dikhawatirkan membuat makin banyak siswa tidak bisa makan pagi.
Padahal, sarapan penting untuk memenuhi kebutuhan energi dan gizi anak.

Menurut Prof Ali Khomsan dari Departemen Gizi Masyarakat Fakultas
Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor dan dokter spesialis anak,
Hindra Satari, dari Departemen Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia, Rabu (17/12), saat dihubungi secara terpisah di
Jakarta, sarapan sangat penting untuk memenuhi kebutuhan energi anak.

Idealnya, menu sarapan mampu memenuhi 25 persen dari total kebutuhan
energi dan gizi anak usia sekolah. Hal ini hanya bisa terpenuhi jika
menu sarapan bergizi dan seimbang, yaitu mengandung hidrat arang,
protein, lemak, vitamin, mineral, dan zat-zat gizi lainnya.

"Anak butuh kalori untuk belajar dan beraktivitas sepanjang hari, dan
itu didapat dari sarapan. Anak juga butuh waktu untuk menyerap sarapan
dengan baik," kata Hindra Satari. Selain itu, siswa butuh tidur yang
cukup karena tidur adalah saat terbaik tumbuh kembang sel-sel tubuh.

Jika tidak makan pagi, daya konsentrasi anak juga akan menurun karena
gula darahnya akan turun. Oleh karena itu, kerja otak membutuhkan gula
darah dan oksigen. "Sayangnya, banyak siswa makan pagi seadanya,
bahkan baru makan pada siang hari," kata Ali Khomsan.

Tetap makan pagi

Jadi, meski jam pelajaran dimajukan, para orangtua hendaknya
mengupayakan agar anak mereka bisa makan pagi dengan menu bergizi dan
seimbang sebelum masuk sekolah. Cara lain, orangtua memberi bekal
makanan untuk dikonsumsi oleh anak sebelum jam pelajaran dimulai.

Masalahnya, banyak orangtua memilih cara praktis dengan memberi uang
jajan sekolah bagi anak. Padahal, jajanan sekolah tidak terjamin
kebersihannya dan asupan gizinya tidak lengkap. Sebagai contoh, pisang
goreng dan lemper hanya mengandung karbohidrat.

Hindra Satari menambahkan, pemerintah hendaknya tidak memajukan jam
pelajaran jadi lebih pagi karena akan mengganggu proses tumbuh kembang
anak. Di banyak negara, jam pelajaran justru dimulai pada pukul 08.00.
"Untuk mengurangi kemacetan lalu lintas, ada baiknya jam masuk kantor
yang dimundurkan," ujarnya. (EVY)

http://cetak. kompas.com/ read/xml/ 2008/12/22/ 00471026/ jangan.mengabaik 
an.sarapan. anak 
http://mediacare. blogspot. com 


------------ --------- --------- --------- --------- --------- --------- -- 
This message contains confidential information and is intended only for the 
addressee named. If you are not the named addressee (or authorised to receive 
for the addressee), you must not disseminate, distribute or copy this 
email.Please notify the sender immediately by e-mail if you have received this 
e-mail by mistake and delete this e-mail from your system 














      Firefox 3: Lebih Cepat, Lebih Aman, Dapat Disesuaikan dan 
Gratis.http://downloads.yahoo.com/id/firefox

Kirim email ke