HAHAHAHA (LOL)

:D_  ampe ngiler !

Beneran ! kalo ada di dunia ini makhluk yang memvonis:

   - anak-anak sekolah adalah biang keladi kemacetan
   - kalo sekolah libur/lagi ada test, pasti jalanan sepi
   - kalo anak-anak sekolah masuk, langsung macet lagi
   - dan segala premis yang pada akhirnya berkonklusi bahwa anak sekolah
   adalah penyebab utama kemacetan,

saya merasa geli dengernya.
Kalaupun jalanan menjadi lebih sepi tatkala anak-anak sekolah sedang libur
atau sedang menjalani test, itu akibat volume kendaraan di jalan berkurang,
artinya kehadiran/lalu lalang anak-anak sekolah ini turut menyumbang
kemacetan di sebagian kota besar macam DKI Jakarta ini, dan bukan berarti
mereka adalah penyumbang utama atas kemacetan yang ada.

Nah, masalahnya jarang (diekspos) para pegawai kantoran itu libur
bareng/massal macam layaknya seperti liburnya anak-anak mereka. Jadi, jelas
sekali, tidak akan pernah seorang pun berkomentar :

   - wah, jalanan sepi yah -> ooh, pasti karena para pegawai lagi pada
   liburan kerja (atau, ooh, pasti karena para karyawan lagi pada ujian/tes
   wawancara kerja)
   - wah, jalanan macet -> ooh, pasti liburan kerja uda selesai

Sekali lagi, anak-anak kita bukan penyumbang utama kemacetan, bisa jadi
justru kita yang menyebabkan kemacetan ini.
Coba Anda bayangkan, ada satu hari dimana semua pegawai, karyawan, buruh,
pekerja libur total, sedangkan anak-anak sekolah tetap masuk. Kira-kira
akankah jalanan tetap macet ? atau malah justru makin lancar ?

Sepakat dengan kutipan dari Ibu Lia:

> Mungkin yg perlu dikaji penyebab dan sumber kemacetan itu dulu kali yah..
>

Anda semua pasti tahu, bahwa pertambahan banyaknya kendaraan bermotor di DKI
semakin tahun semakin meningkat. Bukan hanya jumlahnya, namun juga
pertambahannya.
Bayangkan saja, sekarang ada lho orang yang cuma ingin beli garam di warung
ujung gang saja musti naik sepeda motor. Atau fenomena bahwa dalam setiap
satu keluarga memiliki satu buah mobil pribadi, atau lebih dahsyatnya, satu
orang satu mobil ! whew ..
Yup, sekarang penggunaan kendaraan bermotor makin mudah, pembeliannya pun
dipermudah. Lihat saja di pinggir-pinggir jalan, mana yang lebih mudah Anda
temukan : gerobak tukang kacang goreng, atau tenda-tenda yang menawarkan
kreditan motor dengan harga 'terjangkau' ? :)

Pertambahan kendaraan bermotor terus meningkat, sedangkan jalan tidak
mungkin diperpanjang lagi. (apalagi diperlebar?)
Salah satu cara adalah mengoptimalkan sektor kendaraan umum, dan itu yang
sedang dikerjakan oleh pemerintah kita sekarang, sebuah PR dan tugas besar
yang butuh dukungan orang banyak. Tugas yang bertujuan agar semua pihak
lebih menyenangi menggunakan kendaraan umum untuk segala keperluan dan
aktivitas mereka - ketimbang memakai kendaraan pribadi milik mereka.

Tengok saja pekerjaan-pekerjaan yang sudah dilakukan pemerintah untuk
mengurangi kemacetan sampai saat ini -yang masiiih saja banyak diprotes oleh
sebagian orang- seperti kebijakan 'Three in One', pembangunan 'Transjakarta'
(banyak orang berkomentar 'ah, makin sempit saja lah jalanan, bukan
mengurangi kemacetan, malah memindahkan kemacetan'), atau pembangunan
'monorail', yang sampai sekarang masih belum jelas kejelasannya.

Kalau saya berangan-angan, saya sih maunya ada kebijakan :

   - kalo hari ini yang boleh berkeliaran di jalan itu cuma kendaraan dengan
   plat nomor ganjil, trus besoknya gantian - yang berplat nomor genap.Nah,
   berarti kan volume kendaraan di jalan-jalan DKI akan berkurang menjadi
   setengahnya tuh ??!

  :D_

   - atau, sekalian saja yang ekstrim, bukan pukul 6.30 lagi tapi
   selang-seling saja jam berangkat dan pulangnya. Jadi gini, selama ini semua
   keberangkatan karyawan dan anak sekolah selalu bertumpuk di satu titik.
   Berangkat pagi jam 7-8, pulang sore jam 16-17. Sedangkan pukul 11 pagi
   biasanya lalu lintas agak renggang. Bagaimana jika diselang ? anak-anak
   sekolah diberangkatkan pada saat jam-jam senggang tadi ?


   - ataaauu .. sekarang kan sudah era internet nii, pesan apa-apa bisa via
   internet, belajar bisa via internet, komunikasi bisa lewat internet, rasanya
   cuma buang air saja yang ngga bisa via internet, harus ke toilet. Nah
   bagaimana jika tidak perlu sekali, tak perlu laah keluar rumah ke tempat
   kerja, atau ke sekolah, cukup buka browser Anda dan ... lakukan segala apa
   yang Anda mau dengan internet.

tenaang, ini semua cuma kekonyolan saya saja kok, jangan terlalu ditanggapi
serius :)_

Saya berharap, semoga ke depan - kondisi transportasi umum dan transportasi
massal di DKI makin nyaman, aman, murah dan membuat warganya makin senang
menggunakannya saat mereka beraktivitas sehari-hari. Amiiiin ya Rabbal
alamiiin.

Segini dulu aja, komentar sok tahu dari saya, sudah banyak yang nguap sih
:P_




On 12/24/08, Lia Aristiawati <[email protected]> wrote:
>
>
> Kadang saya suka bingung, yang bikin jakarta macet itu apa sih?
> Ada yg bilang mobilnya dah terlalu banyak, atau gara2 anak sekolah, atau
> juga jalanan rusak /banjir shingga mobil jalan pelan2 shingga menimbulkan
> kemacetan..
> Mungkin yg perlu dikaji penyebab dan sumber kemacetan itu dulu kali yah..
> Tapi entah mengapa kalo pas anak liburan sekolah jalanan terasa sepi yah...
> itu selalu saya alami. Begitu juga teman2 dikantor, kalo bilang "wah
> jalanan tumben sepi, lancar bgt deh".. pasti replynya "oh itu karena anak
> sekolah lagi pada test".. "Itu karena anak sekolah dah pada libur"..
> Begitu juga sebaliknya kalo jalanan macet.. pasti replynya "Anak sekolah
> dah pada masuk sih.."
> Kok yg disalahkan atas macet itu anak2 sekolah yah>> sehebat itukah peranan
> mereka thadap kemacetan yg terjadi di Jakarta?
> Kena deh mereka yg menanggung akibatnya dgn masuk lebih pagi..
>
>
>
> Best Regards,
>
>
> Lia Aristiawati
>
>
>

Kirim email ke