gw juga setuju, aahh....
dibalik musibah pasti ada hikmah! ;-)
soal oknum secara berjamaah or perorangan,
biar Allah SWT yg "menyentilnya"!

gw yg tinggal gak di bekasi, malah setiap waktu melalui jalan licin.
gak pandang musim panas, maupun hujan..
secara eh secara...
di seputar taman buah (skr: taman wisata) mekarsari,
ada proyek galian singset eh..pasir dink..
http://wikimapia.org/#lat=-6.4131876&lon=106.9921267&z=18&l=0&m=a&v=2
http://wikimapia.org/#lat=-6.4310296&lon=106.9804484&z=18&l=0&m=a&v=2

dalam waktu yang bersamaan, ada proyek galian tanah!
ente pada tau sendiri...
tetesan air truk pasir sedot, berkolaborasi dengan tanah merah..?

tapi gw ambil hikmahnya ajah, setidak2nya buat anak cucu gw!
bahwa dimasa yad, di cileungsi akan banyak danau2 raksasa.
buat persediaan air tanah dikehidupan mereka nanti! ;-)


salam,
the-kill



2008/5/15 [agiel] <[EMAIL PROTECTED]>:

saya setuju dengan om hendro.

mo nulis banyak tapi keburu laper.
makan dulu ahh...



2008/5/15 hendro cahyono <[EMAIL PROTECTED]>:

tidak juga bro....

mengapa ya kita lebih cenderung bersudut pandang menyalahkan?
mengapa dan selalu mengapa?
ya karena selalu saja alasannya adalah karena kenyamanan kita
terganggu...... betul apa betul????

yang akhirnya efek keselamatanlah yang ditonjolkan sebagai pembelaan...

kadang kita harus menyalahkan diri sendiri karena pasti ga akan rugikan
siapapun...

sapa suruh tinggal bekasi?
sapa suruh lewat jalan itu?
sapa yang peduli kalo kita nekad lewat trus jatuh terpeleset karena "udah
teridentifikasi bahayanya" masih nekad lewat juga....

Kirim email ke