Pepeng, siap2 nih.....

Minggu, 16 Agustus 2009 | 09:50 WIB 

JAKARTA, KOMPAS.com - Koordinator Nasional Komite Pemilih Indonesia, Jeirry 
Sumampouw, di Jakarta, Minggu (16/8), meminta agar anggota dan ketua KPU mundur 
karena tak punya kapasitas untuk melaksanakan proses Pemilu secara baik, jujur, 
transparan serta bermartabat. 

Ia menyatakan itu, merespons pernyataan para hakim Mahkamah Konstitusi (MK) 
yang antara lain menilai, KPU memang tidak profesional dan tak berkompeten 
melaksanaan Pemilu. 

"Desakan ini sudah sejak lama kami lancarkan, tetapi, selalu saja desakan kami 
dan beberapa elemen masyarakat lainnya dimentahkan, dengan alasan tahapan 
Pemilu berikutnya akan terganggu, sehingga seolah akan terjadi vacum of power," 
katanya. 

Tetapi ternyata sekarang, Mahkamah Konstitusi sendiri sebagai salah satu 
lembaga tinggi di bidang hukum, menyatakan, KPU memang tidak profesional dan 
tak berkompeten melaksanakan Pemilu 2009 ini. 

Ia mengatakan itu, merespons salah satu butir konsiderans MK dalam memutuskan 
perkara sengketa Pemilu awal pekan ini, yang menilai KPU tidak profesional. 

"Hal ini kan memperkuat dan melegitimasi apa yang duku kami mintakan. Karena 
itu, tak ada alasan lagi mempertahankan anggota KPU yang sekarang. Dan sangat 
beresiko mempercayakan Pilkada-pilkada ke depan kepada mereka," tandasnya 
mengingatkan. 

Bertolak dari kajian MK dan sejumlah fakta, Jeirry Sumampouw lalu meminta 
saatnya sekarang KPU mundur, atau kalau tidak mau, dimundurkan saja. 

"Ini saat yang tepat untuk melaksanakannya. Caranya adalah dengan melalui 
pengajuan Dewan Kehormatan oleh Bawaslu sesuai mekanisme Undang Undang Nomor 22 
Tahun 2007, dan untuk itu mestinya KPU tidak boleh lagi menolak lagi, seperti 
yang selama ini terjadi," tegasnya. 

Proses untuk memundurkan (anggota) KPU itu menurutnya, bisa melalui mekanisme 
politik dengan melakukan revisi terbatas pada Undang Undang Nomor 22 Tahun 2007 
tentang KPU tersebut. 

"Khususnya pada bagian tentang pergantian dan pemberhentian anggota KPU. Hanya 
dengan cara ini kita bisa optimistis bahwa pelaksanaan Pemilu-pemilu di daerah 
ke depan agak baik dan benar serta lancar," katanya. 

Ia menegaskan, harapan rakyat Indonesia adalah sebuah tatanan demokrasi yang 
jujur, terbuka, adil, bermartabat dan berdasarkan akal sehat.  

 RyoBerry®

Kirim email ke