iya, mbah,
kemarin mau implementasi sistem ERP, requirement study-nya saja ampun-
ampunan mbah mandays-nya. Baru memakai jasa konsultasi-nya untuk 
mencocokkan bisnis flow dia ke sistem yang berjalan sekarang sudah 
bikin sakit perut ngeliat harganya, apalagi harga paketnya. Enak kali 
kalau jualan ERP yang sudah manteph .... :)
tapi sudah jelas ada positip-nya mbah, karena itu adalah best practice 
dari sekian banyak model sistem aplikasi enterprise, paling tidak 
untuk pribadi ada pemasukan metode-metode yang salah satu contohnya 
seperti price list discount mbah ini.
jadi di sistem ini, untuk maintenance price punya tabel sendiri lagi, 
mbah, yang di dalamnya cuma berisi faktor pengali. Jadi apa-apa di 
bawa ke faktor, baik itu persentasi discount, currency rate yang 
digunakan, maupun faktor-faktor lain seperti komponen biaya yang 
menjadi cogs-nya. Termasuk pula model price si mbah ini, mo ke 
distributor, agen, retail, dll.
Selama ini saya kalau maintenance price list selalu dua tabel, satu 
tabel master list price, satu tabel lagi berisi price-price yang lain.
Relasinya adalah kode barang.
kalau saya lihat di sistem ERP itu, justru pricing model diwakili oleh 
kode model price-nya saja, nanti barangnya mo pake pricing yang mana 
ditentukan saat transaksi dengan memilih model price mana yang akan di 
pakai, dan memang terasa lebih make sense dari yang selama ini kami 
terapkan.

aksan kurdin

--- In [email protected], "budi laksamana" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Belum pernah baca tentang tatacara buat ERP, dan itupun masih banyak 
> yang mengikuti perkembangan jaman.
> (contoh: dari price list ada discount untuk distributor, agen, 
> retail, proyek, bonus, promo dllllll....lah gimana bikin nya itu)
> 
> cheers,
> budilaks


Kirim email ke