Dear Rika,

 

Terimakasih atas tulisan yang menyentuh ini. Saya harus jujur, bahwa ada
semangat dan rasa syukur baru yang mengalir dalam darah dan otak saya, untuk
bekerja lebih baik dan produktif.

Karena yang saya miliki saat ini, melampaui apa yang dimiliki oleh Bapak
yang Anda lihat dalam perjalanan menuju kantor.

 

Buat yang lain, have a great weekend. :-)

 

Dedi Nurfalaq

Program Manager

Indonesia Business Links

Resource Centre for Corporate Citizenship

 

Menara Kartika Chandra 7th Floor

Jl. Jendral Gatot Soebroto Kav. 18 - 20

Jakarta 12930 INDONESIA

Telp.       +62215202530 ext. 106 Faks.+62215223524

email     : [EMAIL PROTECTED]

 

Indonesia Business Links is a not for profit organization promoting good
corporate citizenship and partnership for development in Indonesia.

 

For more information about Indonesia Business Links (IBL) please visit our
website : www.ibl.or.id || www.iblbusinessethics.info

 

 

    

 

  _____  

From: rika purba [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Thursday, May 24, 2007 5:26 PM
To: [email protected]
Subject: [Bicara] Terimakasih Tuhan

 

Pagi ini, tidak biasanya saya menempuh perjalanan naik angkot ke kantor.
Bukan apa-apa, memang kantor saya tidak jauh dari rumah tempat tinggal saya.
Namun, tadi malam saya menginap di rumah saudara, karena ada urusan penting.
Jadilah pagi ini saya naik angkot.

 

Kebetulan saya duduk di depan, silau nakal matahari pagi memaksa saya
memejamkan mata dan memang sambil mengantuk, karena semalam lama berdiskusi
dengan saudara saya. Tiba-tiba saya tertarik oleh sebuah pemandangan. Di
sebrang jalan berdiri seorang bapak paruh baya. Beliau hendak menyebrang dan
bermaksud menumpangi angkot yang saya tumpangi. Apa yang menarik? Bukankah
itu pemandangan biasa di jalan raya setiap hari? 

 

Namun, bagi saya pagi ini ada hikmah luar biasa. Kenapa? iya, Bapak itu,
bapak yang usianya sekitar 40 tahun, wajahnya ganteng, senyum di wajahnya
menunjukkan betapa ia begitu bersemangat berangkat kerja. 

 

Hm... masih penasaran. Hikmah luar biasa? Apa maksudnya? Iya, bapak itu..
beliau menjinjing tas, yang isinya map dan amplop-amplop. saya tidak tahu
isinya apa. saya juga tidak tau profesinya apa. Apakah beliau karyawan,
guru, sales, debt collector, entahlah.

 

Makin bingung? iya, wajar. artinya anda hanyut dengan cerita saya. Apa yang
menarik perhatian saya, apa yang membuat saya tergelitik memilih judul
begitu. Iya, bapak itu, beliau tidaklah seperti saya. tidak seperti saya
yang mempunyai tangan lengkap, mempunyai kaki yang sempurna. Beliau
mempunyai tangan cacat. entah seperti apa,saya pun kurang jelas. tapi yang
pasti beliau tidak memiliki jari tangan yang lengkap, ukuran tangan yang
normal, telapak tangan yang lebar. Pun, beliau tidak punya dua kaki yang
lengkap yang bisa menopang tubuhnya. Kaki beliau mungkin hanya selutut saja.
Mungkin tinggi badannyapun tidak sampai 1 meter kotor. Ingat dengan Hee Ahh
Lee, si tangan lobster yang mahir memainkan tuts-tuts pianonya? Mungkin
ukuran tubuh beliau persis seperti dia.

 

Tapi semangat itu, wajah berseri itu? Tidak ada beban di wajahnya. Dia
mensyukuri keadaannya. Sampai ke pemberhentian terakhir angkot yang saya
tumpangi pagi ini, beliau pun turun. entah menuju ke arah mana, saya tidak
sempat lagi memperhatikannya. Dan saya juga tidak mau menunjukkan kalau saya
memperhatikan beliau. 

 

Saya meneruskan perjalanan saya. sepanjang jalan, saya merenungkan kembali
pemandangan tadi. yang baru beberapa menit berlalu. Dalam hati aya mulai
berkata, terimakasih Tuhan atas tubuh yang sempurna ini, terimakasih Tuhan
atas dua kaki, dua tangan, dua mata, mulut, dan semuanya. Ini sungguh
sempurna.

 

Ada semangat baru yang timbul setelah melihat pemandangan itu. Iya... rasa
bersyukur atas banyak hal. Ternyata begitu banyak yang saya lewatkan selama
ini. Ternyata sering tanpa kita sadari, kita mengeluhkah hal-hal yang
seharusnya tidak perlu dikeluhkan. Tuhan begitu baik pada kita. Tuhan
memberikan sesuatu yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan.

 

Bahkan bapak itu, beliau masih bisa memberikan senyumnya yang tulus,
mengalirkan semangatnya bagi yang bisa merasakannya. Terimakasih Tuhan untuk
pelajaran berharga pagi ini. 

 

Banyak pelajaran berharga yang bisa kita petik setiap hari, setiap waktu,
setiap menit, bahkan dalam setiap helaan nafas. Oleh sebab itu
berterimakasih kepadaNya. Kepada dia si pemberi hidup.

 

Salam,

Rika - Jkt

 

 

  

  _____  

Food
<http://answers.yahoo.com/dir/index;_ylc=X3oDMTFvbGNhMGE3BF9TAzM5NjU0NTEwOAR
fcwMzOTY1NDUxMDMEc2VjA21haWxfdGFnbGluZQRzbGsDbWFpbF90YWcx?link=ask&sid=39654
5367>  fight? Enjoy some healthy debate
in the Yahoo!
<http://answers.yahoo.com/dir/index;_ylc=X3oDMTFvbGNhMGE3BF9TAzM5NjU0NTEwOAR
fcwMzOTY1NDUxMDMEc2VjA21haWxfdGFnbGluZQRzbGsDbWFpbF90YWcx?link=ask&sid=39654
5367>  Answers Food Drink Q&A.

 

Kirim email ke