Tanggapan ini bukan untuk meresahkan tetapi sebagai bahan renungan Salam dari Jakarta,
Cerita tentang Adam dan Hawa atau Tentang Kakek Adam dan NeneK Hawa ini sangat menarik jika kita melihat dalam film atau drama ketika keduanya terusir kedunia dalam keadaan telanjang, kasian... Bagi seorang yang selalu memperhatikan ayat-ayat Allah dalam Al-Quran tentunya akan sama dengan saya yang mempunyai berbagai pertanyaan : Apa benar cerita itu ........Kalau benar Alhamdulillah. Tapi ini ada beberapa catatan yang perlu saya sampaikan untuk dipakai sebagai bahan renungan.....: 1. Sebelum Nabi Adam diciptakan, Allah telah berfirman : wa-izqaala rabbuka lilmalaikati : "Innii jaailun fil Ardhi khaalifah", Suatu ketika Allah berkata kepada Malaikat : "Sesungguhnya Saya akan menjadikan Khalifah di permukaan Bumi" Dialog selanjutnya adalah tentang budaya jadi kita garis bawahi saja pada ayat ini bahwa Sebelum Nabi Adam diciptakan Allah telah berkata bahwa Nabi Adam akan diciptakan di Bumi... 2. Diceritakan bahwa Adam dibuat dari segumpal tanah, timbul pertanyaan, yang ada tanah itu hanya di Bumi, tapi ada yang bilang itu Tanah di Surga.... maka terjadilah perdebatan. 3. Pada Ayat yang lain Allah berfirman bahwa : "Inna matsali 'Isya wa inna kamatsali Adam" Sesungguhnya tentang penciptaan Isya ibnu Maryam itu seperti penciptaan Adam, jadi analisanya karena Nabi Isa itu di ciptakan di Bum ini, maka Nabi Adam juga dengan tanah di Bumi ini. 4. Kalau ada pendapat yang sudah melekat dari ajaran semua Agama di Syurga yaitu diatas sana, maka kita susah untuk mengatakan Syurga itu planet atau Taman (bagian dari planet) 5. Istilah di ATAS, inipun membingungkan, jika anda mengatakan atas itu di atas Indonesia, maka orang di Amerika akan mengatakan atas sambil menunjuk keatas kepala mereka, sama-sama menunjuk keatas pada saat yang sama hasilnya berbeda karena bumi itu bulat bukan seperti perkiraan Columbus bahwa bumi itu datar. 6. Boleh jadi ada kesalahan memandang ayat-ayat dalam bentuk ungkapan diterjemahkan dalam bentuk leterleyk atau gamblang. Sehingga kata-kata Jannah itu yang arti terbatasnya adalah Taman atau Kebun, adalah dimaksud Allah sebagai ungkapan untuk tempat orang-orang yang beriman di Dunia ini, Termasuk yang pertama bagi Adam dan Hawa karena Nabi Adam sudah diajarkan Ilmu sehingga mampu menaklukkan Malaikat dalam satu mimbar terbuka. Jannah yang dimaksud itu merupakan ungkapan, bahwa mereka orang beriman itu tidak terpengaruh oleh bujukan Syetan, walaupun Syetan selalu membujuk dengan berbagai cara untuk meninggalkan Jannah atau Taman itu. 7. Adapun Pohon yang dilarang itu (Syajarah) juga merupakan ungkapan larangan agar Adam itu jangan pernah mau mendekati kehidupan Syirik, karena semua kesalahan akan diampuni kecuali Syirik, yaitu orang yang dengan sombongnya menjadi diri sendiri, makan, makan sendiri, minum, minum sendiri, kawin, kawin sendiri? Jika anda merasa hidup di dunia ini sendiri, maka Syetan akan menemani anda dalam berpikir dan merasa, yang haram akan dibujuk menjadi halal, yang dilarang akan dibujuk menjadi yang disuruh. 8. Maka ketika Adam terpeleset dengan menjadi diri sendiri, maka kutukan Allahpun datang, pakaian Surga atau pakaian Taqwa yang dipakainya menjadi terlepas sehingga Adam dan Hawa telanjang dalam kehidupan budayanya, mikir, mikir bedua Hawa, makan , makan bedua Hawa, tidur, tidur bedua Hawa, Syetan pun menjadi yang ketiga. Kata Nabi Muhammad jika ada dua insan berlainan jenis berkumpul di suatu kamar, maka datang pihak ketiga yaitu Syaithon untuk menggoda. Jadi godaan Syaithan itu selalu ada dimana-mana. 9. Maka Adam bertobat, dimana? di Mekah tempat pertama kali kebudayaan manusia diciptakan Allah, Doa Adam itu sampai sekarang masih diikuti oleh Ummat Islam diseluruh dunia, kecuali yang tidak mau. Akhirnya di Arafah Taubat mereka diterima Allah.......... Maka Allah berfirman : Di Bumi ini kamu diciptakan, di Bumi ini kamu dimatikan dan di Bumi ini kamu akan dibangkitkan.... Nah dengan masukkan ini, saya mau mengingatkan kenapa Nabi Muhammad bersabda : Ummatku akan masuk Syurga (sejak abad ketujuh sampai qiamat nanti) tanpa disentuh oleh api neraka adalah 70.000 orang, yang lain masuk dulu naraka baru akan memperoleh pengampunan hi hi hi hi. Ngomong-ngomong, orang Indonesia kebagian jatah berapa yaa? 200.000 kaya jatah Haji ? Ngga mungkin lah yau.. Wassalam Djamhari Maskat www.biofir.com/maskat agussyafii <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Kesulitan Sebagai bagian Sistem Hidup Syahdan ketika Adam dan Hawa masih berada di sorga, Alloh SWT mempersilahkan kepada keduanya untuk menikmati semua fasilitas sorga tanpa harus berjuang lebih dahulu, karena sorga memang bukan medan perjuangan. Dari fasilitas kenikmatan surgawi yang tak terhitung jumlahnya, seperti disebut dalam al Qur'an, hanya satu yang dilarang oleh Alloh SWT, yaitu tidak boleh memetik buah khuldi, wala taqroba hadzihis syajarota fatakuna min al khosirin, jangan kalian dekati pohon ini, kalian berdua bisa rugi nanti. Rupanya sudah menjadi scenario pembelajaran, bahwa manusia terkadang tidak pandai bersyukur. Sudah diperbolehkan mengambil semua kecuali yang satu ini, eh justeru larangan itulah yang menggodanya. Syetan menggoda Adam dengan menanamkan logika bahwa kunci keabadian itu ada dalam pohon yang terlarang itu . Semua fasilitas surgawi tak bermakna tanpa yang satu itu, rayu syaitan. Adam bersikukuh tak mau menyentuh yang dilarang. Namanya juga syaitan,gagal menggoda Adam, syaitan tak berputus asa, ia mendatangi Hawa isterinya. Rupanya juga sudah menjadi scenario, wanita lebih mudah tergoda untuk mengetahui rahasia dibalik larangan itu, maka Hawa lah yang merajuk merayu Adam supaya dipetikkan buah terlarang itu. Juga sudah menjadi scenario, laki-laki sering tak tahan berpegang kepada prinsip jika mendapat rayuan wanita, maka Adampun melanggar prinsip yang dianut, melanggar apa yang dilarang Alloh SWT, memetik buah khuldi demi menyenangkan isteri tercinta. Setelah pelanggaran itu babak baru kehidupan manusia dimulai. Adam dan Hawa terlempar dari surga yang segalanya serba mudah dan nikmat, lalu ditempatkan dimuka bumi sebagai khalifah Alloh. Firman Alloh SWT, di bumi segalanya juga telah Kusediakan untukmu, tetapi tidak ada yang gratis di sana. Segala kesenangan,kenikmatan bisa kalian peroleh setelah kalian berhasil berjuang menaklukkan kesulitan. Lama Adam dan Hawa harus beradaptasi dengan sunnatulloh kehidupan dibumi. Tapi Adam dan Hawa tidak bisa lari dari system hidup, Adam pun harus menghadapi kenyataan dua anaknya, Qabil dan Habil terlibat konflik hingga berbunuhan. Benarkah hidup di dunia ini tidak enak karena harus menghadapi kesulitan ? Ternyata, seperti yang disebut al Qur.an, bersama kesulitan ada kemudahan, inna ma`a al`usri yusro, dan dibalik kesulitan ada kenikmatan. Salam Cinta, Agussyafii ============================================== Sekiranya berkenan mohon kirimkan komentar anda melalui [EMAIL PROTECTED] atau http://mubarok-institute.blogspot.com ============================================== --------------------------------- Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! Answers
