Bicara ttg mlm, pasti rame dan seru. Banyak pro dan kontra, tp terlepas dari
cara bisnis apa yg kita pilih, mlm atau bukan, dan beragama Islam atau bukan,
kalau kita berniat menjadikan dasar agama dlm berbisnis pasti tidak akan
terjadi hal2 yg tdk menyenangkan. Saya setuju kalo yg kita tonjolkan adalah
manfaat dr barang yg kita jual, krn jika barangnya memang berkualitas, tanpa
dipaksa pun pasti dibeli. Meskipun saya juga praktisi MLM, tp saya jg sangat
tdk setuju dg pemaksaan dan penipuan, dgn tupperware pun, meski saya pernah
membantu menjual produk ini dg omset lumayan tinggi tp krn terus dibujuk hampir
tiap hari utk jadi agen, saya malah pilih mundur. Berbisnis kalo malah menjadi
tidak nyaman dan diuber target kan malah membuat hidup jadi tdk nyaman juga,
kalo sdh begini, terus manfaatnya buat kita dan keluarga apa? Saran saya, kalo
mau ikut mlm, teliti dulu ketentuannya, ada juga kok yg nggak narget agen buat
cari downline dan target penjualan jg
tdk terlalu berat.
muhammad riza wrote:
> Dear teman2,
>
> Saya setuju dgn ulasan mbak Marmi
>
>
> Buat Mas Deni, dan yg setuju MLM dgn bawa ISLAM, saya ada pertanyan simple :
> 1. Apakah mengajak teman dengan cara memaksa dan menipu itu cara kerja MLM ?
> Saya sudah menyaksikan hal ini sendiri..
> 2. Nah kalo itu cara MLM, apakah itu cara yg Islami ?
>
> Saya tidak menyalahkan metode penjualan MLM yg memotong biaya advertising,
> yg hanya bisa dilakukan dengan pertemanan. Hal ini malah bagus krn biaya
> advertisng tsb diakumulasikan dananya utk para sales person MLM.
>
> Yg jadi masalah dan trade mark jelek adalah MLM itu tukang paksa, tukang
> tipu, dll.
>
> Itulah sebabnya Tupperware tidak memunculkan istilah MLM.. Di dunia
> internasional pun istilah MLM sudah mulai dikurangi, krn ada produk MLM yg
> sok amerika.. tau sendiri lah namanya.. yg sudah terkenal suka maksa & suka
> nipu.
>
> So, poin masalah halal & haram gak ada hubungannya dengan metode MLM.. Coba
> tanya MUI..
>
> Jgn sampai hal2 yg besifat keuntungan pribadi membawa2 nama Islam, dan untuk
> menipu .. terutama ke sesama orang Islam.. hal ini yg saya ingin tekankan dan
> ingin dihindari.
>
> Gak mau khan dibilang orang Islam kok jd tukang tipu ? Bawa2 Al qur'an lg..
>
> Back to cara penjualan :
> Kalo anda mau jual, gak perlu bilang itu MLM, cukup tekan kan manfaat barang
> tsb..
> Kalo barang tsb memang bagus, orang pasti beli.Mbak marmi beli.. Saya jg
> beli kok.. Tp tanpa melihat itu MLM ato tidak.. Hanya manfaat. kalo dpt bonus
> ya syukur...
>
> Tp kalo didepan sudah bilang MLM, maka antipatipun akan muncul..
>
> Sesederhana itu. Back to basic penjualan.. Tekankan mamnfaatnya. .
> Nah, kalo manfaat sudah mereka dapatkan, maka kalo mereka mempromosikan ke
> teman lainnya, anggap aja itu sebagai bonus..
>
> So, mari kita tebarkan kebaikan..
>
> Amiin.
>
>
> Thanks & best regards
>
> Rizza
>
>
> ----- Original Message ---- From: marmi priarsih <marmi.priarsih@ gmail.com>
> To: [EMAIL PROTECTED] com Sent: Friday, February 22, 2008 11:53:44 PM
> Subject: Re: [Bicara] Hukum MLM dalam Islam
> Hai mas Deni salam kenal
>
> saya menghargai niat baik mas deni untuk memberikan informasi di milis ini
> tapi saya pikir ada baiknya berhati-hati menyerap informasi dari internet
> dan menyebarkan di milis
> karena biar gimana segala hal ada pro dan kontra apalagi soal MLM dan
> bawa-bawa agama jelas heboh banget deh
> juga kadang-kadang ada info yg nggak jelas misalnya soal kesehatan banyak
> kasus orang jadi lebih percaya dg apa yg dibaca di internet dan milis
> daripada pendapat dokter nya sendiri (sorry agak nyimpang, ini cuma add ref
> aja)
>
> menurut saya segala jenis perdagangan baik yg conventional atau pun MLM ada
> baik dan buruknya ada plus n minusnya
> masalah penipuan bagi saya semuanya kembali kepada pribadi masing2 yg
> menjalankannya, bukan karena MLM atau perdagangan biasa
> begitu juga dg sukses atau gagal semua tergantung usaha niat strategi sistem
> operasional dan doa para pelaku bisnis itu sendiri.
>
> saya pribadi tidak mempermasalahkan jenis perdagangannya, tapi lebih melihat
> nilai manfaat yg sebanding atau tidak dg harga dari produk yg diperdagangkan.
> bukan cuma produk semacam di mlm, tapi makan di restoran pun saya akan lihat
> apakah harganya pantas atau tidak untuk menu yg saya pesan (juga service
> nya).
>
> fyi di jepang harga jual perdagangan conventional sangat tinggi karena
> sistem mata rantai yg panjang, sedangkan mlm ada juga yg terselubung arisan
> berantai ... hati-hati ...
>
> saya sendiri pernah anti mlm karena dulu pernah ada teman yg prospek saya
> terlalu gencar dan ngotot
> padahal ada produk yg saya pake dari mlm itu tapi saya merasa dipaksa jadi
> kaget n mundur deh
> di sini saya minta maaf ya untuk yg pernah prospek dan saya tolak
> mentah-mentah karena udah terlanjur merasa "males dipaksa" spt dulu itu :))
>
> tapi sebetulnya saya dan keluarga saya tidak lepas dari mlm
> bukan cuma 1 tapi beberapa mlm, itu semua karena butuh produknya tapi karena
> memang hobi jualan ya sekalian bisnisnya dijalanin juga, ya iseng2 berhadiah
> gitu deh hehehheeee .....
> dan sisi postif dan negatif tentu saya ngerasain juga, sama hal nya dg
> bisnis convensional ya ribet juga cuma beda kasus aja masalah yg dihadapi.
>
> intinya untuk berbisnis, jalani dg hati tulus dan niat hati mantap
> insya Allah semuanya berkah
>
>
> Salam Sukse
> Marmi
>
> On 2/15/08, deni_7070 < [EMAIL PROTECTED] co.id > wrote:
> Kami mendapatkan artikel ini dari surfing di internet, Semoga menjadi dasar
> pertimbangan Kita bagi yang masih ragu-ragu atau segan terjun di bisnis ini
> MLM dalam literatur Fiqh Islam masuk dalam pembahasan Fiqh Muamalah ataubab
> Buyu' (Perdagangan) . MLM adalah menjual/memasarkan langsung suatu produk
> baik berupa barang atau jasa kepada konsumen. Sehingga biaya distribusi
> barang sangat minim atau sampai ketitik nol. MLM juga menghilangkan biaya
> promosi karena distribusi dan promosi ditangani langsung oleh distributor
> dengan sistem berjenjang (per levelan). Dalam MLM ada unsur jasa, artinya
> seorang distributor menjualkan barang yang bukan miliknya dan ia mendapatkan
> upah dari prosentasi harga barangdan jika dapat menjual sesuai target dia
> mendapat bonus yang ditetapkanperusahaa n. MLM banyak sekali macamnya dan
> setiap perusahaan memiliki spesifikasi tersendiri. Sampai sekarang sudah ada
> sekitar 200 perusahaan yang mengatas namakan dirinya menggunakan sistem MLM.
> Untuk menilai satu persatu perusahaan yang menggunakan sistem ini rasanya
> tidak mungkin, kecuali jika perusahaan tersebut memberikan penjelasan utuh
> baik melalui buku yang diterbitkan atau presentasi langsung tentang
> perusahaan tersebut. Oleh karena itu kami akan memberi jawaban yang bersifat
> batasan- batasan umum sebagai panduan bagi umat Islam yang akan terlibat
> dalam bidang MLM. Allah SWT berfirman: Artinya:"Allah menghalalkan jual beli
> dan mengharamkan riba"(QS AlBaqarah 275). Artinya:"Tolong menolonglah atas
> kebaikan dan taqwa dan jangan tolongmenolong atas dosa dan permusuhan" (QS Al
> Maidah 2). Rasulullah SAW bersabda: Artinya:" Perdagangan itu atas dasar
> sama-sama ridha".(HR al-Baihaqi danIbnu Majah). Artinya:" Umat Islam terikat
> dengan persyaratan mereka"(HR Ahmad, AbuDawud dan al-Hakim)
> 1. Pada dasarnya sistem MLM adalah muamalah atau buyu' dan muamalah
> ataubuyu' prinsip dasarnya boleh (mubah) selagi tidak ada unsur: - Riba'
> -Ghoror (penipuan) - Dhoror (merugikan atau mendholimi fihak lain) -Jahalah
> (tidak transparan). 2. Ciri khas sistem MLM terdapat pada jaringannya,
> sehingga perludiperhatikan segala sesuatu menyangkut jaringan tersebut: -
> Transparansi penentuan biaya untuk menjadi anggota dan alokasinya dapat
> dipertanggung jawabkan. Penetapan biaya pendaftaran anggota yang tinggi tanpa
> memperoleh kompensasi yang diperoleh anggota baru sesuai atau yang mendekati
> biaya tersebut adalah celah dimana perusahaan MLM mengambil sesuatu tanpa
> hak. - Transparansi peningkatan anggota pada setiap jenjang (level)
> dankesempatan untuk berhasil pada setiap orang. Peningkatan posisi bagisetiap
> orang dalam profesi memang terdapat di setiap usaha. Sehingga peningkatan
> level dalam
> sistem MLM adalah suatu hal yang dibolehkan selagi dilakukan secara
> transparan, tidak menzhalimi fihak yang ada di bawah, setingkat maupun di
> atas. - Hak dan kesempatan yang diperoleh sesuai dengan prestasi
> kerjaanggota. Seorang anggota atau distributor biasanya mendapatkan
> untungdari penjualan yang dilakukan dirinya dan dilakukan down line-
> nya.Perolehan untung dari penjualan langsung yang dilakukan dirinya
> adalahsesuatu yang biasa dalam jual beli, adapun perolehan prosentase
> keuntungan diperolehnya disebabkan usaha down line-nya adalah sesuatu yang
> dibolehkan sesuai perjanjian yang disepakati bersama dan tidak terjadi
> kedholiman. 3. MLM adalah sarana untuk menjual produk (barang atau jasa),
> bukan sarana untuk mendapatkan uang tanpa ada produk atau produk hanya
> kamuflase. Sehingga yang terjadi adalah Money-Game atau arisan berantai yang
> sama dengan judi. 4. Produk yang ditawarkan
> jelas kehalalannya, karena anggota bukan hanya konsumen barang tersebut
> tetapi juga memasarkan kepada yang lainnya. Sehingga dia harus tahu status
> barang tersebut dan bertanggung- jawab kepada konsumen lainnya. Demikian
> batasan-batasan ini barangkali dapat bermanfaat untuk kaum muslimin Indonesia
> dan dapat menjadi salah satu jalan keluar dari krisis ekonomi Ust. Iman
> Sulaiman Lc salam sukses deni toto www.sagainbiz. web.id
> Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
>
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?
Find them fast with Yahoo! Search.
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping