Bisa memberikan contoh program yg bisa menarik subsidi tapi tdk menaikkan harga 
BBM Pak? Bagaimana caranya ya...??

Sent from my BlackBerry® wireless device from XL GPRS/EDGE/3G network

-----Original Message-----
From: Rizal Muhammad <[EMAIL PROTECTED]>

Date: Thu, 15 May 2008 11:12:46 
To:[email protected]
Subject: [Bicara] Tolak Kenaikan Harga BBM 2008!


Tolak kenaikan BBM, tapi mendukung penarikan Subsidi BBM, karena sekarang 
subsidi BBM tidak tepat sasaran lagi. Subsidi BBM lebih banyak dinikmati oleh 
kalangan mampu dari tidak mampu. 

Kalau saja kita hitung orang berada mendapatkan subsidi BBM setiap tahunnya 
bisa mencapai 81 juta rupiah, coba bandingkan dengan bantuan pemerintah yang 
untuk masyarakat miskin setiap keluarganya tidak lebih dari mendapatkan 10 juta 
rupiah.

Misalnya saja dalam satu keluarga yang berada memiliki 2 buah mobil, 2 mobil 
ini setiap hari memerlukan 20 liter BBM maka setiap hari keluarga ini menikmati 
subsidi BBM sebesar 
Kalau subsidi
2 mbl x 30 liter x Rp. 4.500 = Rp. 270.000,-

Kalau non subsidi
2 mbl x 30 liter x Rp. 9.000 = Rp. 540.00,-

Jadi setiap harinya orang berada ini memakan uang subsidi sebesar 
Rp.540.000 - Rp. 270.000,- = Rp. 270.000,-

Kalikan jika dalam satu bulan saja mereka hanya 25 hari menggunakan mobil itu

Rp. 270.000 x 25 hari = Rp. 6.750.000,- 

Gila gak tuh dalam sebulan aja mereka memakan uang subsidi BBM sebanyak 6,75 
juta.
Coba kalau dikalikan selama 1 tahun, maka orang kaya ini memakan uang subsidi 
dari pemerintah  sebesar Rp. 81 juta rupiah.

Wajar saja negara Indonesia tidak bisa maju-maju karena orang kaya yang berada 
di Indonesia dimanjakan untuk membeli BBM dengan murah. 
Dengan dicabutnya Subsidi BBM maka pemerintah akan memiliki dana untuk 
kesejahteraan masyarakat miskin sebesar Rp. 200 T. Dana sebesar bisa 
dimanfaatkan untuk memberikan kridit lunak bagi orang miskin, bisa juga untuk 
membuka lapangan pekerjaan, bisa juga untuk menambah fasilitas umum, pengadaan 
kendaraan umum yang nyaman bagi masyarakat. DLL.
Maka itu mari kita dukung Penarikan Subsidi BBM

TOLAK KENAIKAN HARGA BBM  NO!
TARIK SUBSIDI BBM   YES !






Silakan Kunjungi homepage gue 
http://rizal_muhammad.blogs.friendster.com

--- On Wed, 5/14/08, Wawan Purnomo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Wawan Purnomo <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Bicara] Tolak Kenaikan Harga BBM 2008!
To: [email protected]
Date: Wednesday, May 14, 2008, 2:33 AM


 
 
Kenaikan harga BBM bukan lagi sekadar wacana. Sebagaimana diungkap 
 banyak media, Pemerintah sudah pasti akan menaikkan harga BBM di 
 dalam negeri sekitar akhir Mei atau awal Juni ini. Kebijakan ini 
 jelas harus dipertanyakan. Kebijakan ini terasa tidak adil dan 
 menyengsarakan rakyat. Jika carut-marut ekonomi lebih banyak 
 ditimbulkan oleh kebijakan keliru Pemerintah, praktik korupsi serta 
 ulah para bankir dan konglomerat hitam, mengapa rakyat banyak yang 
 harus selalu menanggung akibatnya? 
 
 Soal besarnya subsidi yang berulang-ulang disebut oleh pejabat 
 Pemerintah sebanyak lebih dari Rp 200 triliun dan akan menjadi lebih 
 Rp 300 triliun jika BBM tidak segera dinaikkan juga patut 
 dipertanyakan. Subsidi sebesar itu baru benar jika seluruh minyak 
 mentah diimpor dari luar negeri. Faktanya, Indonesia masih 
 memproduksi 910 ribu barel minyak mentah setiap hari. Memang, 
 produksi sebanyak itu tidak mencukupi sehingga harus impor. Nah, 
 mestinya, subsidi itu dihitung dari jumlah minyak mentah yang diimpor 
 itu. Mantan Kepala Bappenas Kwik Kian Gie menyebut, jika perhitungan 
 dilakukan dengan benar, Pemerintah sesungguhnya malah mendapatkan 
 kelebihan uang tunai; yakni selisih harga jual BBM di dalam negeri 
 dengan besarnya subsidi dari minyak mentah impor. Besarnya 
 diperkirakan mencapai Rp 35 triliun. Kemana dana sebesar ini?
 
 Pernyataan bahwa kenaikan BBM demi orang miskin juga harus 
 dipertanyakan karena faktanya, menurut Direktur Eksekutif Lembaga 
 Kajian Reformasi Pertambangan dan Energi Pri Agung Rakhmanto, 
 (Kompas, (7/5), kenaikan harga BBM sebesar 30 persen berpotensi 
 mengakibatkan orang miskin bertambah sebesar 8,55 persen atau sekitar 
 15,68 juta jiwa. 
 
 Bantuan Tunai Langsung (BLT) plus sembako yang akan dibagikan kepada 
 19 juta rakyat miskin jelas tidak mencukupi karena selain jumlahnya 
 kurang, sifatnya hanya sementara. 
 
 Menanggapi rencana kenaikan harga BBM, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) 
 berpendapat, hubungan Pemerintah dengan rakyat dalam masalah BBM 
 sebagai milik publik, bukanlah hubungan antara penjual dan pembeli, 
 melainkan hubungan antara yang mengurusi urusan rakyat dan rakyatnya 
 yang berhak menikmati harta kekayaan milik mereka (BBM) itu dengan 
 harga sewajarnya (murah). Di tengah-tengah krisis ekonomi yang 
 menghimpit masyarakat saat ini, menaikkan harga BBM adalah tindakan 
 zalim. Pemerintah tidak menunjukkan dirinya sebagai pelindung rakyat. 
 
 Hizbut Tahrir Indonesia melihat sebenarnya ada banyak cara yang bisa 
 untuk menghindari kenaikan harga BBM, yakni: 
 Penghematan belanja negara hingga 20 persen, mulai dari kantor 
 kepresidenan, DPR, kementerian, dan lembaga negara lain. Minimal Rp 
 20 triliun bisa dihemat di sini. Nah, yang ada sekarang, sama sekali 
 tidak tampak nuansa krisis. Tengoklah suasana dan fasilitas kantor-
 kantor Pemerintah serta perilaku pejabat-pejabatnya. Tidak tampak 
 sedikitpun nada prihatin. Bahkan gaya hidup mereka pun tidak 
 mencerminkan pemimpin dari sebuah negara yang sedang menderita.
 Pembayaran angsuran utang harus dijadwalkan kembali, bahkan 
 pembayaran bunga (riba) utang yang ternyata memakan porsi yang cukup 
 besar harus tidak dilakukan. Dalam APBN tahun 2008 ini cicilan 
 pembayaran utang plus bunganya mencapai Rp 151,2 triliun 
 (Beritasore. com, 25/11/2007). Untuk membayar bunga saja sekitar Rp 94 
 triliun (lebih dari 10 miliar dolar AS). Karena itu, penangguhan ini 
 jelas akan membantu mengurangi beban berat APBN.
 Memanfaatkan dana APBD yang mengendap di BI dalam bentuk SBI yang 
 bunganya jelas menambah beban Pemerintah. Sepanjang tahun 2007 saja, 
 dana APBD yang mengendap di BI dalam bentuk SBI mencapai sedikitnya 
 Rp 146 triliun (Waspada Online, 27/8/07). Lebih dari itu, sepanjang 
 tahun 2007, ternyata APBD kita rata-rata surplus cukup besar 
 (Okezone.com, 6/5/08). Ini jelas bisa dimanfaatkan secara optimal 
 untuk mengurangi beban Pemerintah dan masyarakat.
 Pajak progresif terhadap komoditas yang booming seperti minyak, gas, 
 batubara, tembaga, dan perkebunan. Tax rate-nya dinaikkan sejalan 
 dengan naiknya harga. Jika tax rate atas minyak ditetapkan 50 persen, 
 penerimaan pajak bisa naik minimal Rp 9 triliun. Jika 60 persen, 
 naiknya Rp 15 triliun (Drajat Wibowo, Republika, 7/5).
 Memangkas perantara yang ada dalam ekspor dan impor minyak. Perantara 
 ini cuma calo, berbasis di Singapura, dan mengambil margin minimal 
 0,5-1,0 dolar AS perbarel (Drajat Wibowo, Republika, 7/5).
 Lindung nilai (hedging) harga minyak dapat menghemat sedikitnya Rp 
 55,2 triliun. Jika realisasi harga minyak 115 dolar AS perbarel dan 
 hedging beli di harga 95 dolar AS, terdapat selisih 20 dolar AS. 
 Dengan mengalikan selisih 20 dolar AS terhadap konsumsi BBM 35,5 juta 
 kiloliter, ada potensi penerimaan Rp 44,59 triliun (Sunarsip, 
 Republika, 7/5).
 Menekan besaran alpha (margin distribusi BBM) pendistribusian BBM 
 bersubsidi ke Pertamina dari 9 persen menjadi 5 persen. Subsidi yang 
 bisa dihemat dari penurunan alpha Rp 9,534 triliun (Agung Pri 
 Rakhmanto, Republika, 7/5).
 
 Dari tujuh cara di atas bakal didapat dana lebih besar daripada dana 
 dari kenaikkan BBM 30%. Selain itu, Pemerintah juga harus sungguh-
 sungguh berusaha mengembalikan dana BLBI yang menguap entah kemana. 
 Berapa penghematan yang didapat oleh Pemerintah untuk kenaikan harga 
 BBM? Rp 35 triliun. Bandingkan dengan dana BLBI yang telah dikorup 
 para konglomerat hitam, yang menurut catatan Kompas (2/1/2003) 
 sekitar Rp 225 triliun! Kemana uang itu? Mengapa untuk uang yang 
 hanya sekitar Rp 35 triliun yang didapat dari menaikkan 30% harga BBM 
 Pemerintah tega mengorbankan 220 juta rakyatnya, sementara uang 
 negara Rp 225 triliun yang dikorup segelintir konglomerat itu 
 dibiarkan saja?
 
 Mengapa Pemerintah tidak segera menggelandang mereka, kalau perlu 
 menyita seluruh harta pribadinya dengan ancaman hukuman fisik? 
 Mengapa mereka malah justru mendapatkan R&D (release and discharged) 
 alias pengampunan hukum, sementara di sisi lain Pemerintah tega 
 menambah derita mayoritas rakyat dengan menaikkan harga-harga? 
 
 Pemerintah harus memanfaatkan seoptimal mungkin sumberdaya alam 
 (migas, emas, batubara dan lainnya) yang sangat melimpah itu, yang 
 hakikatnya adalah milik seluruh rakyat. Harus ada strategi baru dalam 
 memanfaatkan sumberdaya itu dari corporate based management 
 (pengelolaan oleh swasta) ke state based management (pengelolaan oleh 
 negera). Pemberian ladang konsesi kepada perusahaan asing untuk 
 mengelola SDA terbukti membuat hasilnya lebih banyak dinikmati oleh 
 perusahaan-perusaha an itu ketimbang yang dirasakan oleh rakyat. Sudah 
 saatnya, kontrak karya dengan berbagai perusahaan migas asing itu 
 ditinjau dan dibatalkan. Sebagai gantinya, Pemerintah sebagai 
 pemegang amanah rakyat mengedepankan BUMN untuk mengelola itu semua 
 secara profesional dan amanah. 
 
 Dana yang didapat dari pengelolaan SDA oleh BUMN secara amanah dan 
 profesional tentu bisa digunakan untuk kesejahteraan rakyat dan 
 mencukupi keuangan negara. Langkah itulah yang harus dilakukan, bukan 
 justru melakukan privatisasi BUMN. Divestasi atau penjualan BUMN 
 kepada swasta (lokal maupun asing) jelas merupakan langkah bunuh 
 diri, yang akan semakin menjauhkan negara dari memelihara 
 kemaslahatan rakyat.
 
 Memperhatikan hal-hal tersebut di atas, Hizbut Tahrir Indonesia 
 menyatakan:
 Menolak rencana kenaikan harga BBM karena akan menambah kesengsaraan 
 rakyat dan bukan cara yang sahih untuk mengatasi krisis keuangan 
 negara. Pemerintah adalah pemimpin yang mengurus kepentingan rakyat, 
 yang seharusnya mewujudkan kemaslahatan rakyat, bukan malah membuat 
 mereka menderita! Rasulullah Muhammad yang mulia bersabda,»
 
 &#1608;&#1614; &#1575;&# 1618;&#1604; &#1573;&# 1616;&#1616; &#1605;&# 
1614;&#1575; &#1605;&# 1615; &#1575;&#1604; &#1617;&# 1614;&#1584; &#1616;&# 
1610;&#1618; &#1593;&#1614; &#1604;&# 1609;&#1614; &#1575;&#1604; &#1606;&# 
1617;&#1614; &#1575;&# 1587;&#1616; &#1585;&#1614; &#1575;&# 1593;&#1613; 
&#1608;&#1614; &#1607;&# 1615;&#1608; &#1614; &#1605;&#1614; &#1587;&# 
1618;&#1572; &#1615;&# 1608;&#1618; &#1604;&# 1612; &#1593;&#1614; &#1606;&# 
1618; &#1585;&#1614; &#1593;&# 1616;&#1610; &#1617;&# 1614;&#1578; &#1616;&# 
1607;&#1616;«
 
 Imam yang memimpin manusia laksana penggembala; dia akan dimintai 
 pertanggungjawaban atas rakyat yang dipimpinnya (HR Muslim).
 Menolak cara-cara kapitalistik dalam pengaturan ekonomi Indonesia. 
 Sudah saatnya sistem Kapitalisme yang selama ini mencengkeram 
 Indonesia dan menimbulkan kesengsaraan rakyat banyak harus 
 ditinggalkan. Campur tangan Asing (IMF, Bank Dunia dan lainnya) 
 dengan memaksakan pengurangan subsidi dan liberalisasi sektor migas 
 yang terbukti makin menyengsarakan rakyat juga harus dihindarkan. 
 Allah SWT berfirman:
 
 &#1608;&#1614; &#1604;&# 1614;&#1606; &#1618; &#1610;&#1614; &#1580;&# 
1618;&#1593; &#1614;&# 1604;&#1614; &#1575;&#1604; &#1604;&# 1617;&#1614; 
&#1607;&# 1615; &#1604;&#1616; &#1604;&# 1618;&#1603; &#1614;&# 1575;&#1601; 
&#1616;&# 1585;&#1616; &#1610;&# 1606;&#1614; &#1593;&#1614; &#1604;&# 
1614;&#1609; &#1575;&#1604; &#1618;&# 1605;&#1615; &#1572;&# 1618;&#1605; 
&#1616;&# 1606;&#1616; &#1610;&# 1606;&#1614; &#1587;&#1614; &#1576;&# 
1616;&#1610; &#1604;
 
 Sekali-kali Allah tidak akan pernah menjadikan jalan bagi orang-orang 
 kafir untuk menguasai kaum Mukmin (QS an-Nisa' [4] : 141).
 Sebagai gantinya, di Indonesia harus diterapkan sistem ekonomi yang 
 adil, yakni sistem ekonomi Islam yang berlandaskan pada syariah dan 
 dikelola secara mandiri. Sistem seperti inilah yang dijamin akan 
 membawa kerahmatan bagi negeri ini. Jika Sosialisme telah gagal, 
 Kapitalisme pun demikian, kemana lagi kita akan menuju jika tidak 
 pada Islam? Allah SWT berfirman:
 
 &#1571;&#1614; &#1601;&# 1614;&#1581; &#1615;&# 1603;&#1618; &#1605;&# 1614; 
&#1575;&#1604; &#1618;&# 1580;&#1614; &#1575;&# 1607;&#1616; &#1604;&# 
1616;&#1610; &#1617;&# 1614;&#1577; &#1616; &#1610;&#1614; &#1576;&# 
1618;&#1594; &#1615;&# 1608;&#1606; &#1614; &#1608;&#1614; &#1605;&# 
1614;&#1606; &#1618; &#1571;&#1614; &#1581;&# 1618;&#1587; &#1614;&# 
1606;&#1615; &#1605;&#1616; &#1606;&# 1614; &#1575;&#1604; &#1604;&# 
1617;&#1614; &#1607;&# 1616; &#1581;&#1615; &#1603;&# 1618;&#1605; &#1611;&# 
1575; &#1604;&#1616; &#1602;&# 1614;&#1608; &#1618;&# 1605;&#1613; 
&#1610;&#1615; &#1608;&# 1602;&#1616; &#1606;&# 1615;&#1608; &#1606;&# 1614;
 
 Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki. Siapakah yang lebih baik 
 hukumnya daripada Allah bagi orang-orang yang yakin? (QS al-Maidah 
 [5]: 50).
 Akhirnya, Hizbut Tahrir Indonesia mengingatkan seluruh rakyat 
 Indonesia, termasuk para pejabat dan para wakil rakyat, bahwa 
 sesungguhnya negeri ini tidaklah akan bisa keluar dari krisis yang 
 membelenggu kecuali jika di negeri ini diterapkan syariah Islam 
 secara kâffah. Dengan syariah itulah kita mengatur aspek ekonomi agar 
 kesejahteraan sekaligus kemuliaan rakyat bisa dicapai, keamanan bisa 
 ditegakkan, kedamaian bisa diwujudkan dan kebahagiaan bisa dirasakan 
 oleh seluruh rakyat. Oleh karena itu, harus ada gerakan bersama untuk 
 kembali pada syariah Islam dalam seluruh aspek kehidupan dan 
 menetapkan pemimpin yang amanah, tidak korup dan bertindak culas. 
 Sungguh, hanya melalui syariah Islam dan pemimpin yang amanah sajalah 
 kita bisa mewujudkan kehidupan bermasyarakat dan bernegara secara 
 baik.
 
 &#1608;&#1614; &#1604;&# 1616;&#1604; &#1617;&# 1614;&#1607; &#1616; 
&#1575;&#1604; &#1618;&# 1593;&#1616; &#1586;&# 1617;&#1614; &#1577;&# 1615; 
&#1608;&#1614; &#1604;&# 1616;&#1585; &#1614;&# 1587;&#1615; &#1608;&# 
1604;&#1616; &#1607;&# 1616; &#1608;&#1614; &#1604;&# 1616;&#1604; &#1618;&# 
1605;&#1615; &#1572;&# 1618;&#1605; &#1616;&# 1606;&#1616; &#1610;&# 
1606;&#1614; &#1608;&#1614; &#1604;&# 1614;&#1603; &#1616;&# 1606;&#1617; 
&#1614; &#1575;&#1604; &#1618;&# 1605;&#1615; &#1606;&# 1614;&#1575; &#1601;&# 
1616;&#1602; &#1616;&# 1610;&#1606; &#1614; &#1604;&#1575; &#1614; 
&#1610;&#1614; &#1593;&# 1618;&#1604; &#1614;&# 1605;&#1615; &#1608;&# 
1606;&#1614;
 
 Padahal kemuliaan itu hanyalah milik Allah, Rasul dan kaum Mukmin. 
 Namun, orang-orang munafik itu tiada mengetahuinya (QS al-Munafiqun 
 [63] : 8). []
 
 KOMENTAR
 
 Penolakan Harga BBM Naik Meluas (Republika, 13/5).
 
 Wajar karena kebijakan itu menzalimi rakyat!
 
                        
                                                                        
------------------------------------

POWER WORKSHOP E.D.A.N.

"POWER COMMUNICATION & SELF CONFIDENCE WORKSHOP"

Info: http://milis-bicara.blogspot.com

BANDUNG, 12 April 2008, Auditorium Barat ITB, Hub: Okti, 0817-2372541, [EMAIL 
PROTECTED]

MALANG, 19 April 2008, Hotel Gajahmada Malang, Hub: Moch Slamet Supriyanto, 
0816-54905350, [EMAIL PROTECTED]

SURABAYA, 20 April 2008, Hotel Sahid Surabaya, Hub: Moch Slamet Supriyanto, 
0816-54905350, [EMAIL PROTECTED]

BATAM, 3-4 Mei 2008, Hub: Purwadi, 0811-773163, [EMAIL PROTECTED]

MALANG, 10-11 Mei 2008, Universitas Brawijaya Malang, Hub: Moch Slamet 
Supriyanto, 0816-54905350, [EMAIL PROTECTED]

JAKARTA, 17-18 Mei 2008, Hub: Hasan Basri, 0811-826362, [EMAIL PROTECTED]

YOGYAKARTA, 24-25 Mei 2008, Hub: Yetti, 0813-82608229, [EMAIL PROTECTED], Lusy, 
0811255971, [EMAIL PROTECTED]

IKLAN: Iklan diperkenankan hanya hari Jumat, awali subject dengan "Iklan 
Jumat:" Iklan MLM, Forex, Affiliate, Referral dan sebagainya hanya satu bulan 
sekali pada hari Jumat MINGGU KEDUA.

CATATAN PENTING: Pastikan bahwa Anda mencerna semua hal di atas dengan 
penyesuaian kepada sistem tata nilai yang Anda anut. Beberapa hal mungkin tidak 
sesuai dengan tata nilai Anda, beberapa lainnya akan universal sifatnya. Tugas 
kami hanya mengingatkan Anda. Mohon dimaklumi, ada file-file yang secara rutin 
dikirim berulang 1 bulan sekali.

http://milis-bicara.blogspot.comYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bicara/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bicara/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke