Yup, betul sekali seperti yang Frans bilang...pemerintah tu harusnya lebih 
memperhatikan dan secepatnya beresin & tertib-in angkutan2 umum daripada urusin 
kendaraan pribadi orang2...Bajaj, mikrolet, kopaja dan bus kota yang udah pada 
jelek2, asepnya item yang bisa bikin bengek, belom lagi sopir2nya yang suka 
pada babat sana sini, belok kanan kiri nga pake sein n spion lagi, kadang2 juga 
suka ambil jalur orang kalo nga ada pembatas jalannya (kaya gini nih salah 
saltu penyebab macet di Jkt  :p ).  Selain diliatnya nga enak, mereka juga 
emang sangat membahayakan jiwa pengendara lain di jalan raya.

Kalo menurut saya sih untuk menghilangkan kemacetan di Jkt ini, tidak perlu 
dibuat busway, monorail ato trem segala...yang penting kemanan, kenyamanan dan 
ketertiban angkutan umum itu terjamin 100%, beresin tukang minta2, copet, 
todong, penyair2 nga jelas, angkot yang suka ngetem dimana2 n lama2, sopir yang 
suka ngebut, nyodok jalur orang dll...Jadi orang2 yang punya kendaraan pribadi 
pun mau untuk naik kendaraan umum...Kalau keamanan, kenyamanan dan ketertiban 
di kendaraan umum sudah terjamin, orang2 pun mungkin akan lebih pilih naik 
kendaraan umum daripada kendaraan pribadi (khususnya yang kantornya di daerah 3 
in 1), selain nga pusing soal 3 in 1, mereka bisa dengan cepat, aman dan nyaman 
sampai ke tujuan.

Thanks & regards,

Raymond

  ----- Original Message ----- 
  From: Frans Salim 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, November 09, 2007 1:46 PM
  Subject: Re: [BinusNet] Re: [Jakarta Macet]


  Denger2 berita RCTI, katanya lg sedang dipertimbangkan usulan bahwa
  mobil yg masuk Jakarta min produksi tahun 2000. Ngefek ga yah?
  kayaknya lebih efek kl buang dulu tuh bajaj, beresin bus kota dan
  angkot, dimana ketiga item ini sangat membahayakan jiwa pengendara
  lain di jalan raya :P. kl semua dah rapi baru ngurusin mobil pribadi
  ato motor pribadi deh.

  On Nov 9, 2007 2:36 PM, rini tansatrisni <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  >
  >
  >
  >
  >
  >


   

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke