ngak pernah kena hutang kartu kredit sih.. Tiap
belanja di akhir bulan pasti dibayar lunas duluan..
walaupun tagihan belum datang.  Dan lagi kalau lagi
ngak ada penghasilan bulan itu.. diusahakan ngak pergi
belanja.  

Tapi kalau secara teori konspirasi mungkin begini yang
akan terjadi kalau pakai lawyer..


Ya, kalau pakai LBH berarti secara legal harus
dibuktikan kenapa sampai ngak mampu bayar. dan secara
financial si nasabah juga harus diperiksa..   Mungkin
aliran dana dari ortu dan saudara saudara atau
pamannya juga musti diperiksa..  termasuk semua nomor
rekening nya..  Kalau misalkan pemegang kartu beli
perhiasan emas dan kemudian ngak mampu bayar juga akan
diusut kemana barang barang tersebut diserahterimakan
ke keluarga nya.. atau temennya.  Akhirnya banyak
pihak akan terlibat.. 

Karena tidak ada yang tahu kenapa bisa sampai kena
hutang..  Secara teori kalau keponakan anda itu kira
kira baru sekitar fresh graduate.. atau baru 2 tahun
pengalaman kerja dengan standar gaji  di Indo yang
kebanayakan 1,5 jt fresh grad.  Harus nya kredit limit
nya ngak terlalu gede..  Karena kredit limit kan
diberikan dengan memperhitungkan gaji setahun.. 

Kalau pun hutang juga ngak terlalu besar..   Kecuali
kalau memang sengaja apply 20 kartu kredit.. dan
belanja perhiasan atau barang berharga secara
berkelanjutan  sampai ngak mampu bayar.. dan mau
menyatakan diri pailit.. 


btw:  mungkin KK dalam kasus ini ada lebih dari satu
gue kira..  

--- Handy Jawoto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Dear Rony,
> 
> kalau yg saya baca dari millist tetangga, ada yg
> pernah pakai LBH juga.
> Mereka tidak menganjurkan, karena urusan mereka
> tidak selesai malah tambah
> bikin pusing. Mereka menyarankan lebih baik usaha
> sendiri secara
> kekeluargaan.
> Saya sendiri tidak tahu pasti apa yg terjadi, cuma
> menyampaikan apa yg
> pernah saya baca
> sory kalau tidak membantu.
> 
> rgds
> handy
> 
> 
> On 1/30/08, Ronny Leang Foe <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
> >
> > Dear Binusians....
> >
> > Keponakanku ada yg terlibat hutang Kartu Kredit,
> trus gara2 itu juga dia
> > kehilangan pekerjaannya, jadi bikin dia makin ga
> bisa bayar. Dia minta advis
> > ke saya, dan saya bilang coba nego ke bank
> penerbit nya minta stop bunga,
> > minta diskon dan minta supaya sisa hutang bisa
> dicicil. Setelah dia coba
> > nego, ternyata dari pihak bank penerbit sama
> sekali tidak mau memberikan
> > diskon, dan sisa hutang dicicil selama 10 kali
> dengan jumlah sama dengan
> > minimum payment, dan jika dibayar kurang dari itu
> maka bunga yg tadinya
> > di-stop akan kembali berjalan. Jadi secara garis
> besar, sebetulnya hampir
> > tidak ada keringanan. Keponakanku ini lalu bilang
> dia lihat di koran ada LBH
> > ( Lembaga Bantuan Hukum ) yg menawarkan bantuan
> utk masalah Kartu Kredit
> > ini. Jadi pihak LBH ini yang akan nego ke pihak
> bank penerbit, entah untuk
> > kita mau cicil dengan jumlah tertentu atau kita ga
> bayar sama sekali. Dengan
> > fee 10% dari total tagihan kita, mereka siap
> "pasang badan" ke pihak bank
> > penerbit dan debt collector. LBH ini bilang,
> mereka akan melayangkan surat
> > panggilan ke bank penerbit utk menyelesaikan
> masalah Kartu Kredit kita. Jika
> > dalam 3 kali panggilan tidak diresponi oleh bank,
> maka secara hukum hutang
> > kita dianggap "diputihkan".
> >
> > Yg mau saya tanya :
> > 1. Apa bener masalah Kartu Kredit kita bisa
> dilimpahkan ke LBH ?
> > 2. Apa bener segitu mudahnya hutang kita bisa
> "diputihkan" gara2 pihak
> > bank ga memenuhi panggilan LBH ( yg katanya emang
> jarang banget pihak bank
> > akan melayani panggilan LBH tersebut ) ?
> > 3. Mungkin rekan2 Binusian ada yg punya pengalaman
> serupa, mohon
> > sharingnya
> >
> > Makasih banyak ya
> >
> > RLF



      
____________________________________________________________________________________
Never miss a thing.  Make Yahoo your home page. 
http://www.yahoo.com/r/hs

Kirim email ke